
Hari berganti hari.....
Kehidupan para makhluk penduduk bumi berjalan dengan semestinya.
Kini....
Gadis korban bullying itu perlahan mulai kembali menata hidupnya.Ia perlahan mulai bangkit dari keterpurukannya dibantu orang orang terdekatnya yang seolah tak pernah berhenti memberikan semangat pada gadis yang sebentar lagi akan lulus SMA itu.
Pasca hari naas pembully an di toilet sekolah,sejak saat itu hingga hari ini terhitung seminggu lebih,Hanum belum kembali masuk sekolah.Bryan berencana ingin memindahkan gadis itu ke sekolah lain guna menghindari gesekan lagi dengan teman teman nakalnya itu.
Bryan,Zev, Nabila, Rubi,Ustad Hanif,Umi Atikah dan Jordan,semua mati matian memberikan dukungan pada Hanum.Mereka seolah mengambil pengalaman dari kejadian yang dulu menimpa Nabila.Betapa korban pelecehan itu tak melulu harus disalahkan karena tidak semua terjadi karena keinginan nya.
Hanum butuh dukungan,bukan nasehat yang menggurui.Mungkin ia perlu di arahkan,tapi carilah waktu yang tepat.Untuk saat ini,gadis itu hanya perlu di rangkul terlebih dahulu.Di tenangkan,di besarkan hatinya agar kepercayaan dirinya kembali naik dan ia bisa kembali mengangkat kepalanya untuk menghadapi dunia yang keras.
Hari ini...
Waktu isya'....
Di mushola kecil rumah berlantai dua kediaman ustad Hanif.
Sholat isya' didirikan.Ustad Hanif nampak memimpin ibadah istri,anak kedua serta seorang laki laki yang akhir akhir ini begitu sering mengunjungi kediaman pribadinya, Jordan.
Ya....semenjak Hanum menjadi korban bullying dan Jordan bersedia mengimami sang gadis untuk pertama kalinya,sejak saat itu Jordan seolah ketagihan.Ia seolah punya hobi baru yang tak pernah ia sangka sangka sebelumnya.Ia jadi lebih rajin solat sekarang.Kadanh ia rela jauh jauh datang dari rumahnya ke rumah Ustad Hanif hanya demi bisa solat berjamaah bersama Hanum.
Kenapa gitu?
nggak tau.......🙈
.
.
.
.
.
.
.
.
Rangkaian ibadah isya' selesai.Ustad Hanif bergegas pergi karena malam ini ia harus menghadiri acara tahlilan tujuh hari meninggalnya salah seorang warga tetangga mereka.
Umi Atikah ikut bangkit ..
"ayokk...makan malam dulu.."ucap Umi sambil menepuk lembut pundak Hanum dan Jordan bergantian.
"iya umi .."ucap keduanya.
"umi tunggu di meja makan ya...."ucap Umi Atikah.
"Hanum belum laper umi...."ucap Hanum pelan.Gadis itu menjadi sangat pendiam sekarang.
"jangan telat makan ndok.."ucap umi.
"Hanum ngaji dulu ya umi...nanti selesai ngaji Hanum makan...."ucap Hanum lagi.
Umi Atikah menghela nafas panjang....
"ya udah...tapi nanti makan ya..."
"iya umi..."
"Jordan...kamu ndak makan malam dulu....makanannya udah disiapin sama bibik..."
"nanti aja umi...."ucap Jordan sopan.
"kalian ini....sama saja kalau disuruh makan susah banget..."ucap umi.
Jordan hanya tersenyum,Hanum menunduk.
"ya udah....umi tinggal dulu ya...jangan lupa makan...."
"iya umi..."
Umi Atikah pun pergi.
Kini hanya ada dua anak manusia itu di dalam mushola.Hanum bangkit,ia mengambil sebuah Al Quran yang berada di sebuah rak kecil di pojok mushola.Jordan hanya mengamati pergerakan Hanum.Gadis itu lantas kembali ke tempatnya semula dengan kitab suci bersampul tebal berwarna emas itu.
Baru saja ia hendak membuka Quran itu dan berniat membacanya.Tiba tiba......
Seeeettttt.........
Seorang laki laki dewasa berjambang tipis tiba tiba duduk di hadapannya.Laki laki itu menyodorkan sebuah iqro jilid satu berwarna oren yang seperti nya masih baru,mungkin baru beli.
Hanum menatap iqro itu,lalu mendongak menatap wajah Jordan yang duduk di hadapannya sambil memberikan senyuman termanis nya.
"ajarin dong kak...pengen bisa ngaji..."ucap Jordan sambil senyum senyum.
Hanum menunduk,ia terkekeh.Laki laki itu memasang wajah sok imut bak seorang anak TK yang minta di ajari iqro.
"ayo kak....ajarin kak....pengen bisa baca Al Baqarah...."ucap Jordan lagi.
__ADS_1
Hanum masih cekikikan.Sebuah tawa yang sudah lama tak terlihat dari bibir gadis manis itu.Kini Jordan dapat melihat nya kembali.
Seutas senyum terbentuk dari bibir pria berjambang itu.
"ya udah....aku ajarin..."ucap Hanum.
Jordan tersenyum sumringah....
"jangan galak galak ya kak ngajarinnya...aku orangnya nangisan...."ucap Jordan lagi.
Keduanya pun memulai aktifitas belajar mengajar mereka.
...****************...
Sementara itu di tempat lain.....
Di sebuah cafe yang cukup mewah...
Tiga orang remaja putri tengah asyik berbincang sambil menikmati minuman dan makanan yang baru saja mereka pesan dari tempat itu.
Itu Rebecca,Clara dan Vania....!
Mereka terlihat begitu asyik mengobrol sambil sesekali di selingi dengan gelak tawa bahagia.
"eh abis ini kita kemana?"tanya Clara.
"keknya gue pengen belanja deh....gue pen beli baju baru buat konten gue...."ucap Rebecca sambil sibuk menata rambutnya di depan cermin kecil yang dipegangnya.
"harus yang hot ya Ca...." ucap Vania
"pastinya dong....gue pen pake yang agak kek pelayan pelayan gitu kayak nya seru deh...."ucap Rebecca berangan angan.
"iya tuh keren..." sahut Clara lalu kembali menyeruput minumannya.
"eh tapi ngomong ngomong itu si cewek kampungan apa kabar ya..."ucap Vania.
"iya...dia udah seminggu loh nggak masuk..."
"biarin aja sih....mungkin sekarang dia udah gila...udah di lempar ke rumah sakit jiwa...."ucap Rebecca sambil meletakkan cermin mini nya.
"tapi lo yakin...dia nggak lapor ke kak Jordan...?"
"gue rasa dia nggak akan berani deh....dia kan cupu..."ucap Rebecca.
"udah yuk cabut ...gue udah pengen belanja nih... tangannya udah gatel..."ucap Rebecca dengan sombongnya.
"beliin gue baju satu ya Ca..."ucap Clara.
"miskin lo...!cium dulu kaki gue baru gue beliin...!"jawab Rebecca angkuh membuat Clara cemberut.
"mbak... tunggu mbak..."ucap seorang pelayan sembari berlari mendekati Rebecca dan teman temannya sambil membawa sebuah kotak kado seukuran kotak sepatu.
Rebecca cs. menghentikan langkahnya.
Rebecca menatap angkuh ke arah pelayang wanita itu.
"ada titipan mbak.."ucap pelayan itu sambil menyerahkan kotak tersebut.
Rebecca mengernyitkan dahinya.Tangan putih mulusnya tergerak meraih kotak kado berwarna pink itu.
"dari siapa?"tanya Rebecca.
"dari mas mas yang ada disana mbak"ucap sang pelayan sambil menunjuk ke arah seorang remaja pria berparas sempurna yang kini berdiri di dekat jendela kaca kafe itu sambil menatap ketiga remaja putri itu dengan senyuman manis.
Rebecca,Clara dan Vania mengikuti arah tunjuk sang pelayan.Wanita muda berparas cantik itu tersenyum,boleh juga laki laki itu, meskipun usianya sepertinya masih di bawah Rebecca.
Rebecca mulai tebar pesona.Ia menggerakkan jari jari tangannya yang lentik seolah mengucap kata 'hai'
Pria itu,Angkasa Wildan Tama,pun membalasnya.Mengangkat telapak tangannya sambil tersenyum semanis mungkin.
Rebecca mengulum senyum,ia mengangkat kotak kado di tangannya seolah berkata 'thanks'.Angkasa hanya mengangguk sambil tersenyum.Gadis itu kemudian pergi meninggalkan kafe tersebut menuju mobilnya dengan hati berbunga bunga.Ketiga remaja itu lantas berdiri di samping mobil mewah berwarna merah milik Rebecca
"pesona gue emang nggak ada matinya kan...buktinya.. kemanapun gue pergi selalu aja ada cowok merhatiin gue..."ucap Rebecca bangga.
"iya....lo emang keren Ca...."ucap Vania.
"eh....buka dong....itu isinya apa... penasaran gue..."ucap Clara.
"oh iya sampai lupa...."ucap Rebecca.
Wanita otak pelaku pelecehan terhadap Hanum itu lantas mengangkat kotak di tangannya.
"eh...bentar deh...lo nyium bau bau aneh nggak sih...kek bau anyir gitu..."ucap Vania.
"iya.....dari tadi gue juga ngerasa nyium kayak bau bau aneh gitu.."ucap Clara sambil celingukan mencoba mencari benda yang menjadi sumber bau yang mengusik indera penciuman nya itu.
Rebecca ikut celingukan....
"udah sih ...paling bangkai tikus atau apalah terserah...yang penting sekarang....kita buka dulu hadiah dari berondong penggemar gue..."ucap Rebecca...
"buka Ca...buruan penasaran gue...."ucap Clara.
Rebecca pun mengangkat tangannya membuka kotak kado tersebut,daannnn....
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"aaaaaaaakkkkkkkhhhhhhhh.............!!!!!!!!”
hoooooooeeeeeeekkkkkkkkkk......
Rebecca melempar kotak kado itu.Seketika itu juga tiga wanita itu merasa mual yang teramat sangat.
D ia lihatnya di sana.Bangkai beberapa binatang nampak begitu menjijikkan berada di dalam kotak itu.Tiga bangkai ular dengan darah yang masih segar,tiga bangkai kalajengking ukuran cukup besar,kepala anjing dengan darah yang masih menetes,sepasang bola mata hewan yang entah itu hewan apa,serta sebuah potongan kain putih yang sepertinya kain kafan bertuliskan BIT*H yang ditulis dengan menggunakan darah segar.Rebecca murka.Segala kata kata umpatan ia ucapkan saat itu juga.
Wanita cantik itu melangkah kembali ke dalam Cafe di ikuti dua temannya berniat mencari pria yang tadi memberikan nya hadiah.
braaaaakkkkkk....
Rebecca menggebrak meja kasir membuat sang petugas kasir pun terjingkat kaget.Hal itu membuat semua pengunjung yang ada di sana pun menoleh ke arah sumber suara.
"mana cowok ba**sat itu...?!"ucap Rebecca murka.
"cowok yang mana kak?" tanya petugas kasir.
"cowok yang tadi ngasih gue hadiah...!dia tadi berdiri di sini pakai baju item...!!!"ucap Rebecca menggebu-gebu.
"maaf kak...dari tadi saya disini...tapi nggak ada cowok pakai baju hitam yang berdiri disini"ucap petugas kasir tersebut.
"mata lo buta....!gue tadi liat ada cowok berdiri di sini an**ng...!dia ngasih hadiah ke gue isinya bangkai ular...!!" umpat Rebecca.
"maaf kak...tolong jaga etikanya....tidak ada laki laki yang seperti kakak sebutkan disini...." ucap petugas kasir yang berjenis kelamin wanita itu.
Rebecca tak henti mengumpati sang kasir.Ia tidak puas dengan jawaban wanita itu.Jelas jelas ia melihat laki laki itu berdiri di dekat jendela di samping kasir.Laki laki itu bahkan tersenyum padanya.Jadi tidak mungkin jika itu hanya sebatas halusinasi nya kan??
Clara dan Vania menarik tubuh Rebecca yang terus memaki maki para pelayan di cafe itu.Mereka membawa sahabatnya yang sudah sangat emosi itu kembali ke mobil mereka yang berada di parkiran cafe.Namun..........
.
.
.
.
.
.
.
.
"ban*gsat....!!!!!!!!!!!!” ucap Rebecca emosi.
Kado menjijikkan itu masih tergeletak di samping mobil,kini di tambah lagi kaca mobil wanita itu nampak baru saja dilempari telur busuk.Dan lagi lagi,selembar kain putih bertuliskan BIT*H berada di sana.
"an*ing...!!kerjaan siapa sih ini??!keluar lo hadapin gue bang**t...!!"umpat Rebecca makin tak terkendali.Ia berteriak teriak bak orang gila namun tak ada siapapun yang menggubris nya.Justru kini malah menjadi tontonan orang orang yang lewat disana.
Clara dan Vania mendekati Rebecca.
"Ca udah Ca....malu diliatin orang..." ucap Clara
"gue di teror...!lo kira gue akan diem aja...!!"ucap Rebecca kesal.
"ya tapi jangan marah marah disini....malu di liatin orang..."ucap Clara
Rebecca diam.Dadanya naik turun tanda emosi yang meletup letup.Wanita itu menatap tajam ke arah kotak kadonya yang tergeletak di tanah ber paving tersebut.Lalu..
.
.
.
"kita lapor polisi...!"ucapnya....
...----------------...
***Selamat malam
up 18:12
__ADS_1
yukk....like komen vote dan hadiahnya....🥰🥰🥰🥰🥰***