
Siang menjelang....
Gadis manis manis berhijab hitam dengan atasan kotak kotak itu nampak menuruni anak tangga rumah berlantai dua miliknya dengan langkah riang.Hari ini ia sudah janjian dengan mas brewok nya untuk pergi ke rumah Jordan guna menyambut kepulangan mommy Intan,ibunda Jordan.Meskipun belum jelas jam berapa pulangnya.
Hanum melangkah mendekati Bryan dan Rubi yang berada di ruang televisi
"mas Bryan....kak Rubi .."ucap Hanum.
Sepasang suami istri baru itu pun menoleh ke arah gadis manis tersebut.
"Hanum izin pergi bentar ya.."ucap Hanum.
"mau kemana?"tanya Bryan dengan wajah datar.
"eeemm....mau itu....pergi sama mas bre....eh...mas Jordan maksudnya..."
"kemana lagi....kamu kok jadi sering kelayapan sih dek..."ucap Bryan mulai tidak suka.
"kelayapan apa.....nggak kelayapan kok mas...aku ada janji sama mas Jordan mau nemenin dia nemuin mamanya,hari ini mamanya pulang..."ucap Hanum.
"kasian mas...dia kan nggak punya keluarga...itung itung balas budi... karena dia udah banyak banget bantuin aku..."ucap Hanum menunduk.
"tapi kamu itu perempuan...nggak baik sering sering pergi berdua sama laki laki yang bukan muhrim kamu...."ucap Bryan.
"iya....janji kok nggak lama...."ucap Hanum.
Bryan menghela nafas panjang...
Diam sejenak....
Hanum mulai harap harap cemas.Ia takut Bryan tak memberinya izin.
"mas....boleh ya....."ucap Hanum merengek.
"ya udah...tapi sebelum jam Maghrib harus udah pulang..."ucap Bryan.
"iya mas...."jawab Hanum bersemangat.
"dan satu lagi...kamu bilang sama Jordan...lain kali kalau dia mau ngajak kamu pergi..suruh dia dateng ke rumah minta izin orang rumah...mas nggak suka kalau kalian cuma ketemuan di jalan"
"iya....ntar aku bilangin deh...."ucap Hanum.
Gadis itupun mendekat.Ia meraih punggung tangan kakak dan kakak iparnya itu lalu menciumnya.
"Hanum berangkat ya... Assalamualaikum......"
"wa Alaikum salam...."
Gadis itupun melangkah dengan riang menuju depan gerbang di mana Jordan sudah menunggu disana dengan mobil sportnya.Hanum pun segera masuk ke dalam mobil itu dan duduk di kursi samping kemudi.
"diih....cantik bener anak orang...."ucap Jordan memuji.
Hanum menatap ke arah Jordan dengan tatapan mata yang di buat sok cantik.
"baru nyadar ya?"ucapnya PD.
__ADS_1
Jordan pun tergelak.Ia mengacak lembut kepala berbalut hijab itu lalu melajukan mobilnya menuju kediaman Jordan.Sebuah tempat tinggal yang sangat jarang di jamah oleh pria dua puluh lima tahun itu.
Tak butuh waktu lama, perjalanan yang di hiasi dengan gelak tawa canda antara kedua anak manusia itupun berakhir.Kini keduanya sudah sampai di sebuah kediaman mewah berlantai tiga yang di dominasi warna putih.
Hanum melongo melihat rumah itu.Ternyata rumah Jordan tak kalah dengan kediaman Zev.Begitu megah dan mewah dengan taman dan air mancur di halaman rumahnya.Barisan mobil dan motor berharga fantastis terparkir rapi di garasi mobil.Para pelayan dan scurity juga nampak berlalu lalang menjadi tuan rumah sementara tiap kali rumah ini di tinggal oleh dua pemilik nya.
Hanum dan Jordan turun dari mobil.Hanum masih mematung menyaksikan rumah mewah itu
"ini rumah kamu mas?"tanya Hanum.
"bukan....ini rumah satpam gue...gue disini ngontrak.."ucap Jordan tertawa.
Hanum masih dalam mode takjub nya
"lu napa sih pet...biasa aja nggak usah bengong gitu..!"ucap Jordan terkekeh.
Gadis itu kemudian menunduk.Seketika itu juga ia merasa insecure.Ini baru halaman rumahnya,gimana dalam rumahnya??
Hanum mengamati penampilannya yang begitu sederhana.Malihat penampakan rumah Jordan yang begitu mewah dan latar belakang bisnis ibu Jordan yang seorang pengusaha butik sekaligus designer,maka bisa dipastikan, mommy Intan pastilah seorang wanita karir yang bergaya hidup mewah dan glamour.Penampilannya paripurna dengan berbagai barang barang branded nan mahal yang melekat pada tubuhnya.
Apalah daya seorang Hanum yang hanya anak pemilik toko elektronik??
Mental Hanum menciut seketika itu juga.
"heeii...."ucap Jordan sambil mencubit hidung Hanum membuat gadis itu pun tersadar dari lamunannya.
"kok diem aja sih...ayo masuk..."ucap Jordan.
Hanum hanya mengangguk.Ia pun berjalan di belakang Jordan dengan kepala yang terus menunduk.
pintu utama rumah tersebut pun terbuka.Hanum makin melongo dengan mulut yang terbuka.Rumah ini begitu luas dengan berbagai barang mewah nan indah tertata rapi hampir di setiap sudut ruangan.Guci guci besar dengan harga yang pastinya selangit,sofa mahal,gorden mewah yang pasti harganya gila gilaan,lampu gantung yang super indah,semua sukses membuat Hanum makin mengkeret.Sudikah ibunda Jordan menerima nya berdekatan dengan anak semata wayangnya nanti?
Jordan melangkah menuju ruang tengah,namun beberapa langkah,ia kembali menoleh ke belakang, dilihatnya sang gadis masih diam mengamati ruang tamu rumahnya dengan tangan memilin ujung atasan kotak kotaknya guna menyalurkan ketegangan yang ia rasakan.
Jordan menghela nafas panjang.
"karpet..!"ucapnya.
Hanum pun sontak menoleh.
"lu kenape sih?ayo..!"ucap Jordan.
Hanum pun mengangguk.Ia pun kembali mengikuti langkah Jordan makin masuk kedalam rumah itu.Sepanjang perjalanan menuju ruang tengah,Hanum tak henti mengedarkan pandangannya menatap ke segala penjuru ruangan rumah itu.Benar benar tak ada satu benda pun yang tak mewah di rumah ini.Mereka pun kemudian duduk di sebuah sofa panjang setelah sampai di ruang tengah.
Seorang wanita paruh baya seusia umi Atikah datang dengan langkah yang sedikit terburu buru.
"den Jordan..."ucap wanita berseragam pelayan itu.
Jordan hanya tersenyum.
"mommy udah pulang?"tanya Jordan.
Wanita yang di ketahui bernama bu Eli itu nampak berfikir.Ia bahkan tak tau jika nyonya besarnya akan pulang hari ini.
__ADS_1
"be... belum den .."ucap Bu Eli.
Jordan hanya mengangguk.Ia menatap jam dinding.Jam sebelas siang..!
"ya udah...bibik balik aja ke dapur...oh ya...bikinin minum ya,buat saya sama temen saya...."ucap Jordan
"baik den .."ucap Bi Eli sambil melirik sekilas ke arah Hanum yang menunduk kemudian melangkah pergi menuju dapur.
Seperginya Bu Eli.
"lo kenapa sih pet?nunduk mulu dari tadi?lo pusing?mau muntah?"tanya Jordan.
"enggak kok mas..."ucap Hanum.
"trus kenapa?"tanya Jordan santai dengan satu kaki terangkat dan ditekuk di atas satu kaki nya sedangkan satu tangannya tergerak bersandar di sandaran sofa sambil mengusap usap lembut hidung Hanum menggunakan jari telunjuknya.
Hanum diam sejenak.
"mommy kamu pulang jam berapa?"tanya Hanum.
"nggak tau...dari pagi tadi aku WhatsApp nggak dibuka..."ucap Jordan dengan tangan yang masih asyik dengan hidung Hanum.
Hanum menunduk lagi...
"mas...."
"apa?"
"mommy kamu bolehin kamu temenan sama aku nggak ya?"tanya Hanum insecure.
Jordan tersenyum
"jadi dari tadi lo diem tuh mikirin itu?"tanya Jordan.
Hanum menunduk lagi.
"gue makan atau belum,masih hidup apa enggak..mommy aja kayaknya nggak pernah peduli...jadi dia nggak akan mungkin ngurusin siapa temen gue .. dengan siapa gue bergaul....dia nggak akan peduli pet.."ucap Jordan.
Hanum menatap dalam laki laki itu.
"lo liat deh....rumah sebesar ini...apa lo liat ada foto keluarga?atau foto gue?atau foto nyokap gue?"tanya Jordan.
Hanum mengedarkan pandangannya ke segala arah.Benar...tak ada satu foto pun di rumah itu...! hanya ada barang barang mewah dan mentereng yang ada disana.
"kebayang kan....gimana matinya keluarga gue....kita hidup sendiri sendiri pet...rumah segede ini..belum tentu setahun sekali di injak nyokap gue....makanya gue males untuk pulang....buat apa...toh gue juga sendiri disini....bakal kayak orang bego' gue lontang lantung nggak jelas di rumah segede ini sendirian.."ucapnya.
Hanum menatap iba ke arah pria idamannya itu.Nyatanya harta dan kekayaan tak bisa membeli kebahagiaan untuk seorang anak yang jauh dari kasih sayang orang tuanya.
Jordan merasa tak berarti di dalam istana semegah ini.Ia bak orang asing di keluarga nya sendiri.Tidak betah hidup di dalam bangunan tempat dimana ia dilahirkan,tumbuh dan berkembang.Sungguh....potret miris seorang pangeran istana yang kehilangan mahkotanya.
...----------------...
***SELAMAT MALAM.
__ADS_1
UP 18:31
MANA DUKUNGAN NYA***??