Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 67


__ADS_3

Malam makin larut....


Sebuah mobil mewah nampak memasuki halaman luas kediaman mommy Intan.Itu adalah sang mommy bersama menantu serta anak laki lakinya, Hanum dan Jordan.Keduanya baru pulang dari makan malam mereka di sebuah restoran mewah langganan mommy.


Hanum dan sang mertua turun dari jog belakang mobil hitam tersebut.Keduanya terlihat sangat akrab.Selama acara makan malam yang mereka lakukan bertiga, mommy Intan tak henti bercengkrama dan bercanda bersama Hanum.Jordan bahkan seolah hanya menjadi penonton,menyaksikan keakraban sepasang mertua dan menantu yang entah sejak kapan jadi seakrab ini.


Ketiga nya masuk ke dalam rumah,tak lupa mommy menggandeng tangan Hanum,wanita itu seolah menemukan sahabat baru dalam hidupnya


"udah malem...kalian istirahat ya... mommy juga capek....mau bobok...."ucap mommy Intan setelah berada di lantai dua rumah mereka.


"iya mom.... mommy juga istirahat ya...."ucap Hanum.


"iya sayang...."


"oh iya....tadi Jordan bilang...katanya kamu nggak punya baju... mommy udah suruh pelayan di rumah ini buat siapin baju dan semua perlengkapan kamu tadi...sekarang pasti udah beres di kamar..."ucap mommy Intan.


"mommy baik banget.... makasih ya mom..."ucap Hanum.


Sang mommy tersenyum, tangannya tergerak membelai pipi menantu kesayangan nya itu...


"anything for you sayang...."ucap nya.


"dah...istirahat... mommy juga mau istirahat...."ucap mommy.


Hanum mengangguk.Ia kemudian menoleh ke arah sang suami seolah mengajak pria itu untuk masuk ke dalam kamar.


"lo duluan ya....ada yang pengen gue omongin sama mommy....."ucap Jordan.


Hanum tersenyum..


"ya udah...aku ke kamar dulu mas...."


Jordan hanya mengangguk sambil tersenyum.Hanum pun masuk ke dalam itu meninggal kan Jordan dan mommy Intan disana.


Mommy Intan menatap lembut ke arah sang putra.


"Jordan...."ucap mommy pada Jordan yang menatapnya dengan pandangan mata yang sulit untuk diartikan.


"kamu mau ngomong apa?"tanya mommy lembut.


Jordan tak menjawab.


Mommy Intan tersenyum,


"kita bicara di sana aja ya.."ucap mommy sambil menunjuk ruang keluarga yang ada di lantai dua.


Jordan masih tak menjawab.Mommy Intan melangkah hendak menuju sebuah sofa panjang yang ada di ruang keluarga,namun baru dua langkah wanita itu berjalan,tiba tiba....


seeeeettttt.....


tubuh tegap Jordan menabrak tubuh sang mommy.Laki laki itu memeluk ibunda nya dari belakang dengan suara sesenggukan yang mulai terdengar dari mulutnya.Air matanya mulai luruh,membasahi pundak wanita paruh baya berambut sebahu tersebut


Mommy Intan mematung.Dadanya tiba tiba bergetar hebat kala mendengar tangisan sang putra yang cukup jelas.Tangan putihnya tergerak mengusap kepala Jordan yang tertunduk di pundaknya


"kamu kenapa?"tanya mommy Intan.


Jordan tak menjawab...


"boy ...jawab mommy...."ucap mommy Intan masih mengusap lembut kepala pria yang sempat marah padanya beberapa hari lalu.


Jordan masih sesenggukan dengan air mata yang banjir.


"i love you mom.... i love you...."ucapnya berbisik disela sela sela tangisannya.


Mommy Intan bergetar.Ia melepas kan tangan Jordan lalu berbalik badan.Ditangkupnya wajah pria yang lebih tinggi dari dirinya.Pipinya sudah basah.Air mata tak henti menetes dari pelupuk mata pria dua puluh lima tahun tersebut.

__ADS_1


Mommy Intan menatap sendu ke arah sang putra


"maafkan mommy Jordan.....selama ini mommy begitu sibuk dengan urusan mommy...sampai sampai mommy lupa sama kamu yang juga butuh perhatian dari mommy...."


"harusnya mommy sadar, setelah kepergian daddy mu...kamu lah satu satunya orang yang harus mommy jaga dan mommy sayang ..."


"tapi mommy malah sibuk dengan perasaan mommy.... mommy sibuk mencari kebahagiaan mommy sendiri dan melupakan kamu...orang yang harusnya masih mommy sayang dan mommy perhatikan...."


"maafkan mommy nak...."ucap mommy Intan.


"aku sayang sama mommy....maaf atas ucapan buruk yang pernah Jordan ucapkan ke mommy kemarin....Jordan nggak bermaksud menyakiti perasaan mommy...."


"justru dengan ucapan kamu membuat mommy sadar atas semua kesalahan mommy....kamu berhasil membuat mommy kembali teringat akan kewajiban yang harusnya mommy jalankan sebagai seorang ibu..." ucap mommy Intan.


Tangan putih itu tergerak,mengusap lelehan air mata di pipi sang putra semata wayang,bibirnya membentuk senyum manis dan lembut selayaknya seorang ibu yang begitu bangga terhadap anaknya..


"kamu anak mommy....hero nya mommy yang akan selalu menjadi pemilik atas separuh hidup mommy....sekarang kamu juga adalah seorang suami....suami dari wanita manis yang begitu sangat istimewa....cantik,baik,periang,tulus...."


"jaga dia....untuk mommy,untuk orang tuanya,dan untuk anak anak kalian nantinya...."


"jangan pernah menyakiti hati istrimu,jangan pernah berkata keras,kasar apa lagi sampai memukul istrimu....karena sekuat apapun seorang wanita,akan hancur juga ketika ia dibentak apalagi dikasari oleh suaminya sendiri.Kamu yang datang baik baik ke keluarga nya,dan memintanya mendampingi hidupmu,maka perlakukan lah dia selayaknya orang tuanya memperlakukan dia semasa ia dalam dekapan keluarga nya..."


"wanita tidak selalu meminta di ratu kan...tapi wanita hanya minta untuk selalu diperhatikan,didengar,dan dihargai keberadaan nya....itu sudah cukup nak..."


"jadilah suami,imam,guru,dan teman yang baik untuknya....maka dia akan memberikan segala yang dia punya untukmu...."


Mommy Intan tersenyum lembut,ia mengusap pipi berjambang tipis itu...


"jadilah laki laki yang bertanggung jawab.... buatlah wanita mu bahagia...jangan pernah menyia-nyiakan dia nak.."ucap Mommy Intan penuh petuah..


Sungguh...ia tak mau apa yang dulu menimpanya terjadi juga pada Hanum.Ia tak mau jika sampai Jordan meniru jejak ayahnya.Meninggalkannya hanya demi wanita malam yang jelas jelas tak punya cinta yang setulus dirinya.


Jordan tersenyum...


"Jordan paham mom...Jordan janji akan selalu membahagiakan Hanum....Jordan akan menjadikan dia wanita yang paling bahagia di dunia ini...."ucap Jordan berjanji.


Pria itu mendekap erat sang ibu,mencurahkan segala kerinduan yang sudah sangat lama ia pendam.Ibundanya telah kembali.Ia kembali bisa merasakan pelukan hangat sang ibunda yang sudah sangat lama tak pernah ia rasakan.


Cukup lama adegan berpelukan itu berlangsung,kini keduanya saling menjauhkan tubuh masing masing.


"udah malem.....kamu istirahat ya....susul istri kamu....dia pasti nungguin kamu..."ucap Mommy Intan sambil membelai pipi Jordan.


"iya mom...."jawab Jordan.


Mommy Intan melepas putranya.Keduanya pun masuk ke dalam kamar masing masing untuk beristirahat.


...****************...


Ditempat lain....


malam makin larut....


Sepasang pria wanita paruh baya itu kini terlihat menaiki tangga bangunan yang menjadi tempat berkumpulnya para manusia manusia mencari kesenangan malam itu.


Adrian mengikuti Lusi dari belakang,menuju casino yang berada di lantai tiga bangunan tersebut.


Keduanya masuk ke dalam tempat tersebut,tempat yang biasanya ramai dikunjungi banyak orang kini terlihat sepi,hanya ada dua orang pria yang nampak sudah menunggu di sebuah meja persegi.


Lusi dan Adrian mendekat.


Itu Kyle...!pemuda tampan yang menantangnya berjudi malam ini,sedangkan disampingkan ada seorang pria berkacamata yang nampak berdiri sambil membawa sebuah tas kerja.Mungkin itu asisten nya,pikir Lusi.


Zev bangkit, mengulurkan tangannya ke arah Lusi,mengajak wanita paruh baya itu untuk berjabat tangan.


"selamat malam nyonya Lusi..."ucapnya.

__ADS_1


Lusi mengeluarkan senyuman sinis lalu duduk,tak peduli pada uluran tangan Zev yang menunggu untuk disambut.Sedangkan Adrian duduk di samping Lusi bak seorang ajudan yang selalu siap siaga menjaga majikannya.


Zev tersenyum sinis.Ia merapikan jas hitam nya lalu kembali mendudukkan tubuhnya di atas kursi yang sedari tadi ia tempati.


Zev meraih rokok dan korek dari saku jasnya,membakar benda bernikotin itu lalu menyesap dan membuang asapnya.


Lusi menatap tak suka ke arah Zev.Suami Nabila itu masih terlihat sangat tenang.


"siapa pria di belakang anda nyonya?ajudan anda?"tanya Zev berbasa basi.


"kalian terlihat mirip....mungkin kalian berjodoh...."ucap Zev membuat Adrian melotot menatap tajam ke arah sang menantu.Sedangkan pria berkacamata yang sedari tadi berdiri di samping Zev,Farhan.. sekuat tenaga mencoba menyembunyikan tawanya agar tak pecah.


Dasar menantu nggak ada akhlak...!🤣


Lusi melengos...


"sudahlah....katakan saja apa yang kau inginkan?tidak usah banyak bicara ..."ucap Lusi angkuh.


Zev mengulum senyum sambil terus menikmati rokok ditangannya.


"baiklah....kalau begitu langsung saja....aku kesini ingin mengadu nasib...."ucapnya.


Sebelah tangannya terangkat, seolah meminta sesuatu pada seorang pria berkacamata yang kini berperan sebagai asisten pribadi nya tersebut.


Farhan paham.Ia kemudian mengeluarkan sebuah map coklat berisi sebuah surat perjanjian tentang kesepakatan perjudian seperti yang sudah pemilik casino sampaikan pada Lusi tadi,berjudi dengan seluruh aset perusahaan sebagai taruhannya.


"kita tentukan nasib kita besok di sini nyonya..."ucapnya sambil menyodorkan map beserta pulpennya ke arah Lusi.Lusi pun meraih map tersebut dengan gayanya yang begitu angkuh


"saya yakin anda bukan pengecut...anda pasti bersedia menerima tawaran saya....." ucap Zev angkuh lalu kembali menghisap rokoknya.


"apalagi saya dengar...anda cukup dikenal disini...entahlah....itu hanya bohong atau sungguh sungguh ...tapi dari penampilan anda... seperti nya skil berjudi anda kurang meyakinkan...."ucap Zev mengompori.


"lebih baik kau menjaga ucapanmu anak muda...!"ucap Adrian tegas membuat Zev menoleh ke arah pria tersebut


"sebenarnya kau ini siapa?berani beraninya kau bicara begitu padaku....jika kau hanya ajudan...lebih baik kau diam...aku bisa membeli mulutmu malam ini juga...!"ucap Zev angkuh.Dalam hati ia tak henti mengucap ribuan kata maaf untuk pria itu.


Salah ngomong bisa dipecat dia jadi mantu...🙈


"jaga mulutmu anak kecil...!calon istriku bukanlah pengecut seperti yang kau bilang...!dia akan meladeni permainan mu...dan ku pastikan...besok kau akan menjadi gelandangan....!!"ucap Adrian dengan suara yang dibuat tegas bak seorang pria yang tengah murka.


Zev menghisap kembali rokoknya...


"jika besok aku jatuh miskin....aku akan memoroti mertuaku.....kau tidak perlu khawatir...."ucap Zev membalas ucapan Adrian.


Farhan sekuat tenaga menahan tawa....menantu dan mertua yang sefrekuensi....batinnya...🤣


Adrian menatap ke arah Lusi....


"bagaimana sayang?kau tidak akan mungkin mundur kan?dia sudah menginjak injak harga dirimu...!"ucap Adrian setengah berbisik mengompori Lusi.


Lusi nampak berfikir keras.Ini menyangkut masa depannya.Tapi ia sudah terlanjur berada di ruangan ini,jika ia mundur,itu artinya ia kalah...mau diletakkan dimana wajahnya??mundur dari bocah ingusan seperti Kyle?tidak...!ia tidak akan mundur...ia akan lawan Kyle...ia pasti menang...!


Lusi meraih amplop coklat dia atas meja,lalu membubuhkan tanda tangan di atas materai sebagai bukti persetujuan nya atas kesepakatan perjudian yang sudah Kyle buat


Dan.....perjudian pun berlangsung.Sebuah judi kartu yang sudah Zev siapkan...!


Adrian berdiri di belakang Lusi mendampingi wanita itu,sedangkan Farhan berdiri di belakang Zev mendampingi putra pertama James Smith Anderson tersebut.


Tanpa Lusi sadari,dua pasang mata sesekali nampak saling bertukar pandang.Adrian seolah memberi kode pada Farhan melalui kontak mata.Sepasang mantan bos dan asisten yang seolah sudah terikat batin satu sama lain itupun seolah saling memberi dan instruksi,apa yang harus Zev lakukan setelah ini.


...----------------...


***Selamat malam....


up 18:45

__ADS_1


yukkk....mana like komen vote dan hadiahnya 🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2