
Sementara itu ditempat lain...
Sheila dibuat makin murka.Ia sudah berada di taxi saat ini.Ia baru saja menghubungi sekretaris nya untuk meminta mengirimkannya rekaman cctv ruangannya seminggu terakhir.Ia seolah belum terima dengan kekalahan nya.Sebuah pertanyaan besar pun muncul, bagaimana bisa dokumen dokumen perusahaan bisa berpindah ke tangan Bryan?padahal Bryan sepertinya tidak mengetahui dimana ia meletakkan dokumen dokumen yang sangat rahasia itu.Alhasil inilah jalan yang Sheila tempuh.Ia ingin tau, bagaimana bisa dokumen dokumen itu tiba tiba pindah ke tangan Bryan.
Tak butuh waktu lama sang sekretaris pun mengirimkan beberapa rekaman cctv untuk Sheila.Dan alangkah murkanya ia,kala ia melihat Irawan yang diam diam masuk ke dalam ruangannya dan mengambil semua dokumen dokumen itu dari brankas yang memang hanya Sheila dan Irawan yang tau letak dan pin nya.
Sheila meradang...!
Jadi Irawan bekerja sama dengan Adrian cs??sia*an....!pantas saja dulu tiba tiba ia merekomendasikan Bryan untuk jadi asisten pribadi nya?ternyata mereka sudah merencanakan ini??
tapi apa maksudnya?apakah Adrian menjanjikan imbalan yang menggiurkan untuk Irawan sampai sampai laki laki itu tega mengkhianati nya?kura** ajar...! Irawan harus di beri pelajaran..!!
Lima belas menit perjalanan,Sheila sampai di kediaman pribadi Irawan.Dengan langkah terburu buru bercampur emosi dan penampilan yang acak acakan wanita itu berjalan cepat menuju rumah mewah yang kini nampak sepi tanpa security dan pelayan satupun...!
Rumah itu kini memang hanya di huni oleh Irawan,Lusi dan Rebecca,sedangkan yang para pelayan dan security sudah di pecat satu persatu lantaran Irawan dan Lusi sudah tak sanggup untuk menggaji mereka.
Kini mereka hanya punya rumah mewah itu sebagai satu satunya harta benda mereka.Mobil pun mereka sudah tak punya.Mereka benar benar jatuh miskin.Beruntung Zev masih membiarkannya untuk tinggal di rumah itu sebagai tempatnya berteduh,meskipun pria itu masih terus memantau pergerakan keluarganya melalui orang orang suruhannya yang terus mengintai Irawan dan keluarga.
Sheila mengamati halaman rumah itu.Nampak kumuh tak terawat, seperti tak pernah dibersihkan.Kemana para pembantu di rumah itu,pikirnya.
Ya...sampai saat ini ia belum tau bahwa Irawan sudah bangkrut bukan...?
Sheila mencoba acuh dengan pemandangan kumuh halaman rumah itu.Dengan cepat ia menuju pintu utama dan masuk ke rumah tersebut tanpa permisi.
Pemandangan yang sama pun terlihat di ruang tamu rumah tersebut.Kotor, seperti tak pernah dibersihkan.Benar benar jorok....!
Sheila sampai di ruang keluarga...!
Sheila berteriak teriak memanggil nama Irawan bak orang kesetanan.Hal itu membuat Irawan,Lusi dan Rebecca yang berada di lantai dua pun terusik.
"heeeiii....!!apa apaan kamu berteriak teriak di rumah orang...!kamu pikir ini hutan?!"tanya Lusi murka sambil menuruni tangga diikuti Irawan dan Rebecca di belakangnya.
Sheila menatap tajam tiga manusia itu.
"aku tidak ada urusan dengan mu...!aku ada urusan dengan dia...!!!"ucap Sheila murka lalu menunjuk wajah Irawan yang berdiri di belakang istrinya.
Lusi nampak tak suka.Ia menatap tajam wajah wanita itu.Ia ingat betul,ia adalah wanita simpanan Irawan.Itu Sheila...!ia pernah melihat wajah itu dari foto dan vidio yang berada di flashdisk pemberian Kyle beberapa waktu lalu...!
Ya.....ini ja*ang nya Irawan...!berani sekali ia datang ke rumah ini dan berteriak teriak tak sopan...!!
Lusi berkacak pinggang..!.
"oh...aku ingat ...!kau ini pela*ur simpanan suamiku kan?mau apa kau datang kesini?!"tanya Lusi.
"jaga mulutmu wanita tua...!aku tidak ada urusan denganmu ..!"ucap Sheila menunjuk wajah Lusi.
"kau datang ke rumahku dengan tidak sopan...! tentu saja kau sekarang berurusan denganku....!!"ucap Lusi.
__ADS_1
"minggir...!aku ingin bicara dengan laki laki breng*ek ini.....!!"ucap Sheila murka sambil hendak menyerang Irawan namun dihalangi oleh Lusi.
"apa maksudmu....?!!dia suamiku....!"ucap Lusi.Irawan yang berada di belakang Lusi nampak mengelak.Seolah ingin bersembunyi di balik tubuh sang istri.
"dia sudah mengambil dokumen dokumen perusahaan ku...!!!kembalikan dokumenku...!!!"pekik Sheila murka .
"dokumen apa?aku tidak tau....!"ucap Irawan mengelak.
"jangan bohong..!kau berkomplot dengan Adrian....!!kau baji*gan...!!!"ucap Sheila lagi sambil terus mencoba menyerang Irawan.Laki laki itu terus bersembunyi di belakang Lusi sedangkan Lusi terus berusaha melindungi suaminya dari amukan Sheila...!
Rebecca di buat bingung sekaligus takut dipojokan tangga..!ada apa lagi ini?!!
Perkelahian antar tiga manusia paruh baya itu terus berlanjut.Hingga.....
buuuggghhhhh.....
Lusi mendorong tubuh Sheila hingga jatuh tersungkur ke lantai.
"dasar wanita gila...! pergi kau dari hadapanku....!!pergi dari rumahku..!!hidupku sudah cukup menderita jangan kau datang lagi membuat masalah....!!"
"aku ingin mengambil hak ku...!dia sudah membuatku jatuh miskin....!!"ucap Sheila.
"hak apa?bukankah perusahaan itu juga hasil mu menjajakan tubuhmu dan menipu pacarmu...?!kau tidak punya hak atas itu...!!"ucap Lusi tak mau kalah.
Sheila bangkit.
"itu karena kau yang menggoda suamiku....!!"
"jaga mulutmu....!!!"
"kenapa?kau kan memang wanita penggoda...?!!"ucap Lusi begitu pedas
"sia*an...!!!!!!!"ucap Sheila kehabisan kesabaran.Dengan cepat ia menyerang istri sah Irawan itu.Kedua wanita itu terlibat pertengkaran hebat.Jambak jambakan,cakar cakaran,saling tendang sambil saling melempar umpatan umpatan kasar hingga....
daaaaaaaaggggghhhhh.....
Sheila mendorong dan membenturkan kepala Lusi ke dinding dengan sekuat tenaga.Saking dikuasai emosi,bukan hanya sekali wanita itu melakukan nya,namun berkali kali membuat Lusi lemah hingga kemudian tergeletak jatuh bersimbah darah.
"maamaaaaaaaaa.......!!!!!!!!!!!”pekik Rebecca histeris..!
Lusi tak sadarkan diri...!tak bergerak...!
Sheila memundurkan tubuhnya.Irawan mendekati sang istri...
"Lusi....Lusi bangun....!!"ucap Irawan sambil berjongkok menepuk nepuk pipi sang istri namun tak ada reaksi.
Irawan mendongak.Ia menatap tajam ke arah Sheila yang nampak syok.
__ADS_1
"kau....!kau membunuh istriku....!!!"ucap Irawan murka.Rebecca berlari ke arah sang ibu.Ia menangis meraung raung sambil menggoyangkan tubuh sang mama, namun lagi lagi,tak bereaksi.
Sheila mundur sambil menggelengkan kepalanya cepat.Ia tak sengaja melakukan nya..!
Irawan murka.Ia meraih sebuah pisau yang tergeletak di atas bangku ruang keluarga itu yang baru saja digunakan untuk mengupas buah.
"ma...mau apa kau..?!"tanya Sheila.
"kau sudah membunuh istriku..!itu artinya kau juga harus mati...!"
"aku tidak sengaja....!"
"aku tidak peduli....!!"
Irawan pun menyerang wanita selingkuhan nya itu.Sheila mengelak.Perkelahian kembali terjadi kini antara Irawan dan Sheila.
Kedua manusia itu mencoba memperebutkan pisau yang kini berada di tangan Irawan.Irawan ingin membunuh Sheila,tapi wanita itu tak mau tinggal diam.Lebih baik Irawan yang mati daripada ia yang mati.
Pertikaian terus berlanjut, hingga......
bleeeesssss....
"aaaakkkkhhhh....!!"
"papa....!!!!!!!!!”
Pisau tertancap di perut Irawan...!laki laki itu jatuh berlumuran darah.
Sheila membunuh sepasang suami istri itu....!
Rebecca makin histeris.Kedua orang tuanya tewas tepat di depan matanya
Sheila takut....!ia kalut...!
Dua nyawa melayang di tangannya...!
tidak..!ia tidak salah....!ia tidak sengaja membunuh Irawan dan Lusi....!ia tidak mau masuk penjara...!!
Sheila lari.Ia berlari keluar dari rumah itu...! meninggalkan dua mayat dan seorang Rebecca yang menangis histeris menangisi kematian kedua orang tuanya tepat di depan matanya sendiri.
...----------------...
***Selamat siang menjelang sore....
up 14:46
yuuukkk....kasih dukungan nya dulu😊😊***
__ADS_1