Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 96


__ADS_3

Malam menjelang di kediaman Zev....


Semua berkumpul...


Mulai dari keluarga Adrian,ada Adrian,Dinda,Angkasa,Nabila,Zev dan Bu Lastri.


Keluarga Ustad Hanif,ada Ustad Hanif,umi Atikah,Bryan,serta Rubi.


Dari Farhan,ada Farhan,Putri serta kedua buah hatinya yang masih kecil kecil,


Sedangkan dari keluarga Jordan,ada Jordan,Hanum serta mommy Intan.


Semua berkumpul di rumah Zev.Mereka ingin merayakan kembalinya perusahaan Jordan ke tangan yang semestinya.


Meskipun Mommy Intan,umi, ustad Hanif dan Bu Lastri sebenarnya tidak tau,ada acara apa ini,kok tiba tiba Zev mengumpulkan banyak orang untuk makan besar di rumahnya.


Di halaman belakang yang berbatasan langsung dengan kolam renang....


Para bapak bapak dan para ibu ibu tengah berkumpul membakar beberapa ikan segar yang ada disana.


"kok tumben to ndok...menantumu tiba tiba ngajakin kita ngumpul makan makan kayak gini?ada acara apa?"tanya Bu Lastri pada Adinda.


Adinda sekilas saling pandang dengan putri yang berada disampingnya.


"nggak ada kok buk....mungkin Nabil lagi nyidam pengen ngumpulin keluarga...."ucap Adinda.


"anakmu itu nyidam nya kok aneh aneh to Din.....untung kok suaminya gemati... "ucap Bu Lastri.


Adinda hanya terkekeh mendengar ucapan sang ibu.Para ibu ibu itupun asyik berbincang bersama Adrian,ustad Hanif dan Farhan yang juga berada di sana.Para orang tua itu sibuk membakar beberapa ikan yang akan mereka santap malam ini.


Sementara itu...


Di beberapa titik yang tak terlalu berjauhan.Ada tiga pasang suami istri nampak asyik dengan aktifitasnya masing masing masing.


Di atas rerumputan,ada Bryan yang nampak berbincang santai dengan sang istri sambil mengusap usap kan telapak tangan Rubi di pipi kanannya.


Di bawah pohon yang tak terlalu besar,ada Nabila yang nampak tiduran dengan kepala di paha Zev.Sang serigala terlihat begitu manis,satu tangannya tergerak mengusap lembut pipi sang istri yang sedang asyik berceloteh ria.Sedangkan tangan lainnya asyik mengusap usap perut buncit Nabila,tempat bersemayamnya benih istimewa perpaduan sang serigala jantan dan kelinci betina.

__ADS_1


Tak jauh dari pohon.....


Sepasang pengantin baru itu juga terlihat begitu asyik sendiri.Keduanya nampak bercanda dan sesekali terkekeh.Entah apa yang mereka bicarakan,keduanya terlihat begitu menikmati suasana malam ini, menatap bintang bintang yang bertaburan di langit,dengan kaki yang terjulur ke air kolam,serta tangan kanan Jordan yang sedari tadi tak lepas merangkul pundak si wanita karpet.Sungguh....dunia seperti milik berdua...!


Sedangkan....


Di sebuah kursi taman ber cat putih.Suara merdu dibarengi dengan petikan gitar yang mengalun indah menambah suasaana syahdu malam itu.Suara tanpa fals dari mulut seorang remaja tampan yang kini mulai menginjak usia enam belas tahun.Bibir merahnya tak henti melantunkan nada nada indah yang begitu menghanyutkan.Benar benar sangat melengkapi keindahan malam ini di taman belakang rumah milik Zev Smith Anderson.


Ketika semua tengah larut dalam suasana syahdu,tiba tiba....


.


.


.


.


.


.


jrreeeengggg.....jreeeengggg....jreeeeeng......jreeeengggg...... jrreeeengggg.....


Angkasa menggaruk senar gitar itu bersamaan berkali kali menimbulkan suara yang cukup mengagetkan dari salah satu alat musik kesukaan putra Adrian Tama itu.


Semua pun terlonjak.Semua mata tertuju pada remaja tampan yang kini nampak kesal itu. Suasana syahdu itu mendadak sirna menjadi sebuah keterkejutan yang dirasakan oleh semua yang ada disana


"Angsa....!!!lo kenapa sih?!udah bener bener lo main gitar ... malah ngagetin lo....!!"ucap Nabila kesal tanpa mengubah posisinya.


"ini konsepnya kan makan makan ya.....makan besar...masak nya bareng dimakannya juga bareng..."ucap remaja itu.


"tapi ini kenapa malah jadi kek kita di warung tenda.....gue pengamen nya,noh... mereka bapak bapak ibu ibu jadi kang warung,jadi koki yang pada sibuk bakar bakar ikan ..nah.... lu pada nih...kek anak anak alay pinggir jalan....pesen nya esteh ama pecel lele satu doang,tapi ngobrolnya lama kek rapat kepala desa....dunia udah kek milik berdua....pada cekikikan,mesra mesraan...kagak tau tempat lu pada....!"


"yang satu di atas rumput,yang satu pinggir kolam,nih.....yang satu nih....dibawah pohon udah kek kuntilanak ama genderuwo malem mingguan lo....!!"ucap Angkasa kesal.


"lu kenapa sih ...udah nyanyi lagi aja....biar ada gunanya dikit lo disini..."ucap Nabila lagi

__ADS_1


"eh...gue nyanyi dari tadi suara gue hampir abis burung ababil...!lo enak enakan rebahan kek kucing bunting....bantuin noh bakar ikan...!pada nggak punya akhlak lo pada ya......orang tua lu suruh masak...lu yang masih muda pada enak enakan berduaan mesra mesraan....!kualat lu pada....!liat noh....yang bakar udah pada tua....pulang dari sini pada sesak napas kelamaan hirup asap...!!"ucap Angkasa kesal.


Semua hanya terkekeh mendengar celotehan Angkasa.Tuh bocah kalau ngomong emang nggak ada rem nya...!


"udah....nggak usah berantem...nih...udah mateng....yuk makan yukk...."ucap Farhan.


Ikan dibawa ke atas tikar.Para ibu ibu nampak menata piring,nasi serta ikan hasil bakaran mereka di atas tikar yang cukup besar itu.


Semua pun berkumpul dan mulai menyantap makanan yang sudah tersaji itu.Saat mereka mulai makan....


tingg....


ponsel Zev berbunyi tanda pesan masuk.Laki laki itu pun mengambil ponsel di saku celananya lalu membuka nya


1 pesan masuk dari sang anak buah.


Zev terdiam.Raut wajahnya berubah tak terbaca.


"serigala...."ucap Nabila.


"kamu kenapa?"tanyanya lagi.


Zev menatap ke arah Nabila yang berada di sampingnya tanpa bersuara.


"Zev...."ucap Adrian yang juga berada di samping Zev,tepatnya di sebelah kiri laki laki itu.


"pa..."ucap Zev.Ia kemudian menyerahkan ponselnya kepada sang ayah mertua.Adrian pun menerima nya,lalu membaca pesan yang tertera di layar ponsel itu.


"*tuan.....Irawan dan Lusi tewas di rumahnya....sepertinya dibunuh oleh Sheila karena tadi siang saya melihat wanita itu keluar dari rumah Irawan..."


"saat ini kami sudah membawa jasad Irawan dan Lusi ke rumah sakit... tapi putrinya sedari tadi histeris dan berteriak teriak tak jelas tuan... sepertinya ia sangat terguncang dengan kematian orang tuanya...."tulis sang anak buah yang ditugaskan berjaga di sekitar rumah Irawan*.


...----------------...


***Selamat malam....


up 19:07

__ADS_1


yukkk...kasih dukungan dulu...


baca juga novel author lainnya....🥰🥰***


__ADS_2