Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 10


__ADS_3

Hari berganti hari....


Siang hari menjelang sore di sebuah cafe di kota itu.Gadis manis berseragam SMA itu tengah sibuk dengan laptopnya.Sebagai seorang conten creator,laptop memang sebuah benda yang selalu Hanum bawa kemana mana.


Seperti hari ini,setelah bel pulang sekolah berbunyi,gadis ini tak langsung kembali ke rumahnya,ia memilih untuk mampir di sebuah cafe kecil yang tak jauh dari sekolahnya dan menghabiskan waktu di sana sambil mencoba mencari inspirasi untuk bahan konten nya.


Hanum nampak fokus sambil sesekali menyeruput minuman dingin yang ia letakkan di samping laptopnya.Padahal di luar hujan mulai turun lebat,namun nyatanya minuman dingin masih menjadi minuman pilihan Hanum.


Saat ia tengah sibuk dengan laptopnya,tiba tiba....


sreeetttt....


Seseorang menarik kursi di depan Hanum,membuat gadis itu pun sontak mendongak ke arah laki laki yang kini duduk sebangku dengannya.


"kamu lagi?!" ucap gadis manis itu saat melihat Jordan duduk sambil menatap angkuh ke arahnya.


"apa?!" ucap Jordan menantang.


"permisi..." ucap seorang pelayan yang tiba tiba datang membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman.Kedua anak manusia itupun menoleh.


"permisi mas....ini pesanannya..." ucap sang pelayan.Jordan hanya tersenyum.Pelayan wanita itu pun meletakkan makanan dan minuman itu di atas meja di depan Jordan.


"silahkan..."


"makasih ya mbak..."


Sang pelayan pun berlalu....


Jordan pun meraih sendok lalu berniat melahap makanan di hadapan nya,namun....


"kamu ngapain sih duduk disini?!" ucap Hanum tak suka yang berhasil membuat Jordan pun menghentikan pergerakan nya.


"ini tempat umum bocah....siapapun boleh duduk disini" ucap Jordan santai sambil memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.


"ya tapikan nggak harus di bangku ini..!"


"mata lo buta...!lo nggak liat nih cafe penuh semua...cuma sisa satu kursi ini doang..!gue cuma mau numpang makan abis itu pergi..!nggak usah kepedean lo...!gue juga ogah lama lama duduk di depan lo..!" ucap Jordan.


Hanum pun mengedarkan pandangan matanya.Benar...semua kursi penuh.Cafe ini dipenuhi pengunjung lantaran di luar hujan lebat membuat beberapa orang pun memilih masuk ke dalam cafe sekedar berteduh sambil menikmati hidangan yang dijual sang pemilik cafe sembari menunggu hujan reda.


Hanum mendengus kesal.Ia menatap jengkel ke arah Jordan yang nampak makan dengan lahapnya.


"rakus" ucap Hanum lirih namun dapat di dengar oleg Jordan.


"berani ngatain gue lagi gue siram laptop lo pake minuman gue..." ucap Jordan mengancam dengan mata melotot.Alih alih takut,Hanum justru menyibikkan bibirnya mengikuti ucapan Jordan.


"birini ngitiin giwi..giwi sirim liptip li...!" ucap Hanum kesal.Ia melirik sinis ke arah Jordan yang masih menatap nya tajam.


Gadis itupun kembali fokus pada laptop nya.Sedangkan Jordan kembali fokus pada makanan nya.


Hening....


Tak ada suara dari bibir keduanya.


Hanya bunyi sendok yang berbenturan dengan piring keramik yang terdengar sesekali dari tangan Jordan.


Tak butuh waktu lama,Jordan selesai menyantap habis makanannya.Sepertinya ia memang benar benar lapar...


Jordan melirik ke arah gadis manis dihadapannya yang nampak masih fokus dengan lap top miliknya.Fokus matanya tiba tiba tertuju pada nama sang gadis yang tertempel di bagian dada sebelah kanan.


"Hanum Permadani Hanif..." ucap Jordan membaca.Hanum pun reflek mendongak menatap Jordan dan dengan cepat menutup bagian dadanya itu dengan hijab yang tadi ia selempangkan ke bahu.


"permadani?karpet lu?" tanya Jordan mengejek.


Hanum menatap tajam ke arah Jordan.


"aneh nama lo...kenapa nggak sekalian aja Hanum Tiker Hanif...hahahaha....." ucap Jordan sambil tertawa di ujung kalimatnya.

__ADS_1


Hanum makin dibuat kesal...


"berisik...!" ucap Hanum setengah teriak.


"udah selesai kan makan nya...?!buruan pergi...!!" ucap Hanum kesal.


"idihh...suka suka gue lah...gue pengunjung disini...gue bayar....!" ucap Jordan santai.


"kan kamu tadi bilangnya cuma mau numpang makan?udah selesai kan makannya..ya udah pergi...!!"


"apasih karpet..?berisik banget lo...!diluar ujan...gue takut masuk angin...." ucap Jordan makin tertarik melihat Hanum yang nampak kesal.


"namaku bukan karpet...!jangan pernah ngatain namaku ya....itu pemberian abi...!"


"bodo amat...!karpet...!weeekkk...." ucap Jordan mengejek sambil menjulurkan lidahnya di akhir kalimat.


"dedek karpet...." ejeknya lagi dengan senyuman usilnya


Hanum dibuat makin kesal.Dengan gerakan kasar ia menutup laptop nya dan memasukkannya ke dalam tas.Niatnya datang ke cafe ini untuk mencari inspirasi rusak karena kedatangan Jordan.Ia pun pergi dengan kesalnya tanpa memperdulikan Jordan yang memanggil manggil namanya.


Hanum sampai di luar Cafe.Masih hujan..!bahkan makin deras.Gimana cara pulangnya nih...?Ia tadi sudah dipesan oleh umi nya bahwa abi dan kakaknya tak bisa menjemputnya kerena Bryan harus kuliah dan Ustad Hanif dan Umi ada di toko elektronik milik keluarga mereka,membuatnya memilih untuk mampir sebentar di cafe itu dari pada di rumah sendiri.Dan sekarang...ia hendak pulang..tapi hujan begitu lebat,ia juga belum pamitan pada umi dan abi nya tadi.Mereka pasti khawatir kalau pulang dari toko tapi tak menemukan Hanum di rumah.


Hanum mengeluarkan ponselnya,berniat memesan taxi online...namun....


"adduuuuhhh....!astaghfirullah halsdzim ya Allah....kok bisa lupa nge charge hp sih...mati kaaaannn....aaaahhhhhh.....!!" rengeknya sambil menghentak hentakkan kakinya.Gimana caranya pulang kalau begini.Ia menatap pintu cafe....


apa masuk ke dalam aja ya?untuk sekedar numpang nge charge hp?


Tapi cafe itu sudah terlalu penuh...ia juga terlalu malas jika harus kembali ke dalam dan bertemu lagi dengan pria gila itu.


Ya sudahlah...Hanum pun akhirnya memilih duduk di sebuah kursi di teras cafe sambil menunggu hujan reda.


Tanpa ia sadari,mata hijau pupus itu ternyata mengamati pergerakan Hanum dari balik kaca jendela Cafe tersebut.Jordan terkekeh...dasar bocah aneh..!


Waktu terus berjalan.....


Hujan belum juga reda,


Pria itu kemudian bangkit,lalu pergi meninggalkan mejanya setelah meletakkan beberapa lembar uang di sana.


Jordan melangkah keluar cafe.Fokus matanya langsung tertuju pada sesosok gadis SMA berhijab yang nampak duduk di sebuah kursi di samping tong sampah sambil memegang snack di tangan kirinya,sedangkan tangan kanannya asyik memasukkan sedikit demi sedikit snack itu ke dalam mulutnya.


"eh...karpet...belum pulang pet?" tanya Jordan usil yang sukses membuat Hanum menoleh.


"namaku Hanum..!!" ucapnya dengan mata melotot.


"cocokan karpet...!sesuai ama muka lo...kaku..!" ucap Jordan lagi.


Hanum tak membalas.Ia melengos kembali menatap ke arah jalan raya yang makin basah terguyur air hujan.


"mau bareng nggak?"tanya Jordan


" bareng ke mana?orang kita nggak searah"ucap gadis itu sambil memasukkan snack lagi ke mulut nya.


"oh iya...ya udah lah...gue pulang ya...bentar lagi malem loh..tiati...banyak begal di daerah sini" ucap Jordan.


Hanum tak peduli.Toh juga disini ramai orang.Pikirnya...


Jordan pun berlalu,ia segera melesatkan mobilnya meninggalkan tempat itu.Meninggalkan Hanum yang masih berharap untuk di jemput oleh Bryan ataupun ustad Hanif.


...****************...


Sementara....


Di kediaman ustad Hanif....


Umi Atikah kembali mencoba menelfon sang putri.Tapi lagi lagi...tidak aktif...!

__ADS_1


"gimana umi?" tanya ustad Hanif.


"nggak bisa abi..." jawab umi Atikah.


"kemana dia?udah jam segini belum pulang juga..." ucap Ustad Hanif khawatir.


Lagi....umi Atikah kembali mencoba menghubungi putrinya.Namun lagi...tak bisa dihubungi.


tiba tiba.....


"assalamu'alaikum....." ucap Bryan yang baru saja pulang dari rumah salah satu sahabatnya.Laki laki calon suami Rubi itupun mendekati ayah dan ibunya,meraih punggung tangannya dan menciumnya.


"dari mana le?" tanya Ustad Hanif.


"dari rumah Rehan abi..." jawabnya.


Ustad Hanif hanya mengangguk.


"ada apa ini...?kok kelihatan nya pada tegang begini?" tanya Bryan.


"Adikmu jam segini belum pulang le...di telfon nggak di angkat...kemana ya dia..." ucap Umi Atikah cemas.


"udah coba hubungin teman temannya umi?mungkin belajar kelompok..." ucap Bryan.


"umi ndak punya nomor teman temannya Hanum...kamu punya?coba hubungi le....tanyain apa Hanum ada di sana?umi khawatir..." ucap Umi Atikah.


"Bryan juga nggak punya...." ucap pria itu lagi.


Bryan nampak.berfikir sejenak.


"ya udah...umi sama abi tenang aja di rumah...biar Bryan cari ke sekolahnya Hanum...siapa tau dia masih di sekitar sana karena terjebak hujan.." ucap Bryan.


Ustad Hanif dan Umi Atikah pun mengangguk.


"ya udah...Bryan pergi cari Hanum dulu Umi...abi..." ucap Bryan lalu kembali meraih punggung tangan umi dan abinya dan menciumnya.


"assalamu'alaikum...."


"wa alaikum salam..."


Baru selangkah Bryan hendak menuju pintu keluar rumah itu,tiba tiba....


"Bryan..." ucap Ustad Hanif.


Bryan pun menoleh...


"iya Bi..."


Ustad Hanif bangkit..


"tadi pak Rustam bapaknya Rubi kesini..dia nganterin ini...katanya jatuh di depan kios baksonya...." ucap Ustad Hanif sambil menyerahkan sebuah dompet kulit berwarna coklat yanv diketahui adalah milik Bryan.


.


.


.


.


deeggghhhh......


"mati aku..." batin Bryan.


...----------------...


***Selamat sore...

__ADS_1


up 18:24


yuk klik like komen vote dan hadiah nya🥰🥰🥰***


__ADS_2