Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
bab 11 Curhat Tini


__ADS_3

Dengan sangat sigap,,Maryati segera memulai tugas nya mulai dari mencuci pakaian, piring memberes kan rumah menyetrika,,dan mengelap semua debu.


Dia tak ingin membuang waktu lama,,fikiran nya sudah dirumah,,dia tak ingin Tini menunggu ya terlalu lama.Sebab sore ini Tini akan pulang.


Dalam melakukan pekerjaan nya,,Maryati senyum- senyum sendiri mengingat,,Tini akan menikah di usia 15 tahun.


"Ahhh..hanya tinggal mengepel lantai,,dan aku akan segera pulang.."


Ujar maryati pelan.


15 menit kemudian..


Terlihat Maryati sedang mengunci pintu kemudian berjalan keluar pekarangan.Dia berjalan agak cepat dengan kantong plastik di tangan nya.


Dari kejauhan nampak Tini sedang duduk di tangga rumah nya,,menanti kan Maryati.


Maryati melambaikan tangan,,tersenyum sumringah kemudian berlari menghampiri Tini.


"Nungguin aku ya??"


"Hehehe..iya,,bosen di dalem sepi"


"Ayo kita masuk,,ini aku bawa makanan dari majikan ku"


Ujar Maryati menunjuk kan kantong yang ia bawa.


"Mar,,sebenar nya..masih banyak,rahasia ku yang mau aku ceritakan padamu."


Tutur Tini sembari berjalan masuk,Makanya aku kesini"


Sambung nya


"Oh,,,ya udah,,kenapa kau tak cerita dari kemarin atau semalam??"


Jawab maryati sambil menatap Tini dengan tulus.


"Sebenar nya...aku punya pacar,tapi aku belum sempat mengenal kan nya pada orang tua ku,,dan aku malah lebih dulu di jodoh kan dengan si pilihan ayah ku itu"


Tini menunduk,ada sedih yang terlontar dari cerita Tini yang di tangkap Maryati.


"Lalu??"


Maryati meminta Tini melanjut kan.


"Yang jadi masalah,,sudah sekitar 3 bulan ini...aku tak lagi bertemu dengan pacar ku,,Nama nya Ridwan..aku sering memanggil nya Kak wan."


"Terus??"


Sambung Maryati


"Dia selalu mengirimi ku surat,,tetapi tak pernah aku membalas nya,kamu tau sendiri aku tak bisa baca tulis"


Maryati masih mendengarkan secara seksama cerita Tini.


"Ini,,ini adalah surat terakhir yang di kirim nya melalui anak tetangga ku,,dia memberikan ini sehari sebelum aku kesini"


Tini mengambil sepucuk surat dari dalam sakunya,,kemudian menyodorkan nya pada Maryati.


Maryati menerima nya dan mulai membacakan nya.


Assalamualaikum,


Dek,,apa yang terjadi dengan mu..


kenapa surat- surat dari ku tak ada satupun yang kau balas.


Aku hanya ingin tau kejelasan,,jika kau ingin menjauh..maka utarakan saja.


jangan menggantung ku.


ttd


Ridwan


Tini diam,,dan menunduk.


"Tin,,apa kak Wan tidak tau kalau kamu buta huruf??"


Tanya maryati.


Tini menggeleng,,


"Aku mengaku sudah lulus sekolah"


Maryati menarik nafas dalam- dalam.


"Kenapa??"


"Aku takut,,Dia malu punya pacar tidak sekolah"


"Tin,,kalau seseorang menyayangi kamu,,dia akan terima kamu,,contoh nya yang akan menjadi suami mu,,dia mau menerima mu kan??"

__ADS_1


"Siapa nama nya??''


Tanya maryati.


"Suhendar"


"Lalu,,apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku bisa minta tolong Mar??"


"Apa?"


"Tolong buat kan aku surat balasan,,ya.."


"Bisa"


Jawab maryati dengan tersenyum


"Kamu tulis,,nanti aku ngomong ya..."


"Sip..."


Maryati mulai menuliskan ucapan Tini di sebuah kertas.


Buat kak Wan,


Maafkan adek kak,,yang menghindar terlalu lama,,


adek minta lupakan saja adek,,


dalam waktu dekat,,adek akan menikah.


Ttd


Kartini


Maryati menunjuk kan tulisan nya pada Tini,,dan membacakan kembali isi surat tersebut.


"Iya mar,,terimakasih ya"


Maryati melipat kan kertas surat tersebut dan memberikan nya pada Tini.


"Ehmm...Tin,,apa kamu menyukai calon suami mu??"


Tanya maryati yang duduk di samping Tini sembari menikmati kue pemberian Ibu ita.


"Ehmmm...entahlah..Mar,aku tidak tahu,,"


"Yang aku tahu hanyalah,Kak Hen itu orang baik yang di pilihkan Bapak ku untuk ku,itu saja"


"Kau faham kan,,menikah itu bukan sehari dua hari Tin??,,tapi seumur hidup hingga kita menua akan bersama- sama"


"Iya,,aku tahu"


Tini menunduk,,ada genangan air yang ia tahan di pelupuk matanya.


Maryati memeluk sepupu nya sambil mengusap punggung Tini.


Tangis tini tumpah,,berderai dan akhir nya terisak.


Maryati,mencoba memberikan ketenangan untuk Tini yang terlihat gamang.


"Assalamualaikum,,"


Masning memasuki pintu rumah nya yang terbuka lebar,,


"Walaikum salam...."


Jawab Maryati dan Tini berbarengan,


Tini buru- buru menghapus sisa air mata di pipinya,,ia takut bibi nya tau dia tengah bersedih.


"Mak,,tumben pulang cepat..??"


Tanya Maryati,menyambut bawa an ibu nya.


"Iya mar,,alhamdulillah,,pagi- pagi mak sudah dikasih rejeki..jadi gak perlu sampai siang mak keliling."


"Ehm..."


Maryati mengangguk


"Kau sudah masak mar?mak sudah lapar.."


"Oh sudah mak,,biar ku hidangkan di depan ya,,"


Jawab maryati


Masning berjalan ke dapur,untuk mencuci muka dan tangan nya.


"Ehmmm,,bau harum apa ini mar"

__ADS_1


Masning mengendus aroma masakan yang sedang dipanasi maryati.


"Hehehe,,aku masak gulai liling Mak,,Mak pasti suka"


Maryati menoleh ke arah Ibunya sambil tertawa.


Setelah semua siap di hidangkan,Maryati dan Tini duduk menunggu Ibu nya.


"Bak belum pulang mar??"


Tanya Masning sambil berjalan ke arah hidangan makanan.


"Belum mak,,padahal ini sudah sangat siang,,mungkin masih dijalan."


Selesai mereka semua makan,,baru saja hendak di beresi,


"Assalamualaikum"


Suara berat itu terdengar dari arah pintu..


mereka semua menoleh..


"Nahhh...ni Bak baru pulang,,"


uUar Maryati menyambut ayah nya.


Nampak peluh di dahi dan lehernya,,baju nya pun hampir basah.


Bulromi tersenyum melihat 3 perempuan di depan nya.


Lalu duduk bersandar pada dinding rumah mereka yang telah berlubang- lubang.


"Ini minum Bak,,"


Masning menyodorkan segelas air putih untuk suaminya.


"Terimakasih mak,"


Sambut Bulromi pada istrinya.kemudian meneguk habis air di dalam gelas.


"Huhhh...panas nya hari ini,,rasanya seperti mau pingsan aku"


Ujar Bulromi,,membuka sebagian. kancing baju nya.


Dari arah dapur,,Maryati datang membawakan piring yang berisi nasi untuk ayah nya.


"Silahkan makan dulu Bak,,pasti Bak lapar kan?"


"Makasih Mar,kau tau saja Bak lagi lapar berat..hehhehh"


Jawab ayah nya sembari terkekeh.


"Iya..lah...aku tau,,ini bak aku masak spesial buat Bak...ini kesukaan Bak kan....??"


Maryati menyodorkan sambal ikan sawah dan gulai liling masakan nya.


"Ehmmm.....mantap sekali Mar,,kau pintar sekali masak persis Emak mu.."


Puji ayah Maryati padanya.


Maryati tersenyum malu- malu.Di ikuti tawa dari Ibu dan sepupunya Tini.


Bulromi makan dengan lahap,,rasa lapar dan dahaga yang ia tahan dari tadi terbayar lunas dengan sajian makanan yang sederhana namun nikmat dari tangan anak tercintanya.


Setelah selesai,,


Maryati dan Tini bergegas memberesi dan mencuci piring kotor di dapur.


"Gimana tadi bak??"


Tanya masning pada suaminya.


"Sudah selesai,,aku sudah bertemu Pak Rudi,,dan beliau sudah menerima berkas ku,


katanya seminggu lagi disuruh temui dia di kantor nya."


"Untuk apa??"


Tanya masning lagi.."


"Entah lah,,aku pun tak tahu...kita turuti saja mak"


"Ehmm...iya "


Masning mengangguk.


"Siapa tahu,,ini jalan nya yang di berikan gusti allah untuk kita,,untuk hidup kita jadi lebih baik"


Ujar bulromi tersenyum seraya mengusap punggung masning yang tengah menatap nya penuh cinta.


Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2