Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
Bab 77 Sesuatu yang baru


__ADS_3

"Ma.. mulai hari ini kamu kerja di tempat yang kamu ceritakan kemarin?"


Tanya As sembari menyendok nasi goreng di piringnya.


" He em Pa, sepertinya majikanku ini orangnya baik sekali, anaknya 4 Pa, tapi yang satu sakit, katanya don sindrom, entahlah Aku gak ngerti juga apa itu."


"Oh, down syndrome Ma, itu yang kayak anak di sekolah luar biasa gitu"


"Nah, iya Pa...mereka bilangnya gitu, Anak istimewa luar biasa"


"Ya udah, kamu hati-hati ya disana, dan pulangnya jangan sore-sore, Aku gak suka"


"Aku usahain Pa, katanya mereka pulang kerja jam 4, jadi kemungkinan Aku sampai dirumah sekitar setengah 5"


Jawab Mar pelan.


As menghentikan sarapannya, kemudian menghela nafas dalam-dalam.


Jantung Mar berdegup tak beraturan, seketika ketakutan menggerayangi hatinya, ia takut As tak mengizinkannya untuk bekerja dirumah Bu Neli.


"Ya sudah, Aku pergi dulu"


As meninggalkan meja makan dan berlalu sembari menyambar tas berisi bekal makan siang yang sudah disiapkan Mar diatas meja makan.


Mar terhenyak dengan sikap As yang tak ramah pagi ini.


Setelah Anak-anaknya berangkat kerja dan sekolah, Mar bergegas merapikan dirinya sendiri dan Sari Putri bungsunya.


Mereka berjalan bergandengan tangan sesekali melantunkan lagu yang sering didengar melalui radio dan tak jarang bernyanyi asal ciptaan Sari sendiri yang akan diakhiri dengan tawa keduanya ketika terdapat syair yang aneh.


Tak terasa sampai dipinggir jalan besar, mereka melanjutkan dengan Angkot menuju rumah Bu Neli.


"Assalamualaikum,"


Sapa Mar ketika tiba di depan pintu rumah Bu Neli, seorang Pria berkulit gelap dengan muka sangar keluar.


"Walaikum salam, siapa ya? oh..kamu yang kerja disini?"


Tanyanya jauh dari kesan ramah, sungguh berbanding terbalik dengan sambutan Bu Neli kemarin yang penuh keramahan dan kelembutan.


"Apa ini suaminya Bu Neli?"


Batin Mar,


"Ya ampun..kalau benar..serem juga"


ujarnya lagi dalam hati.


"Hei... ditanya malah bengong!"


"Eh... Ehm...Iya Pak, Saya pembantu baru."


Jawab Maryati gugup.


"Ehm...ya sudah Masuk, Ma....Mama!!"


Teriakan besarnya semakin membuat Mar bergidik.

__ADS_1


"Tuh kan bener ternyata Dia Suaminya Bu Nely yang bernama Safnar yang dibilang Bu Neli kemarin"


Mar bergumam lagi dalam hati membenarkan feelingnya barusan.


"Iya Pa...kenapa mesti teriak? Neli pusing dengan orang dirumah ini sukaaa....sekali teriak !!, itu makanya Anak-anaknya tuh keturunan Bapaknya"


Oceh Bu Neli yang baru selesai mandi terlihat dari handuk yang masih membungkus rambutnya.


Bu Neli berjalan keluar menemui Mar dan Suaminya.


"Ini, Bibi yang kamu Maksud Ma?"


Tanya Safnar menunjuk Mar.


"Eh...Bibi sudah datang..Sini Bi, maklum Suami Saya memang gitu agak kasar, tapi Dia baik kok, Bibi jangan tersinggung ya..."


Bu Neli luar biasa ramah dan lembut memperlakukan pembantu.


"Kerja bawa Anak, apa iya bisa beres?!"


Safnar mengoceh pelan ketika melewati Bu Neli dan Mar yang sedang berdiri di depan kamar utama.


"Ah..jangan diambil hati ya Bi, gak apa-apa kok Sari ikut, nanti main ya sama Anak-anak Ibu"


Bu Neli mengelus kepala Sari sementra Mar menunduk merasa canggung terhadap Safnar Suami Bu Neli yang sepertinya galak dan cerewet.


"Nah, Bi..bentar lagi Saya dan Bapak berangkat, itu Rio masih molor Dia belum bangun, nanti mandikan saja seperti Anak balita pada umumnya, setelah itu suapin makan, Dia apa aja Mau, kebetulan tadi Saya sudah Masak Sup telur puyuh, mulai besok Bibi yang siapin ya, uang belanja buat hari ini Saya udah taruh di atas kulkas, menunya terserah Bibi yang ngatur"


Penjelasan Bu Neli yang sangat detil membuat Mar cepat mengerti.


"Baik Bu,"


"Oh Iya, itu Dian sama Ayu kesekolahnya tidak bareng sama kami, nanti ada yang jemput langganan Becak, pulangnya juga nanti diantar, jam 2 mereka berdua Harus pergi ngaji ke TPA, jangan sampai mereka ketiduran ya Bi, nanti becak itu juga yang jemput."


"Iya Bu, akan Aku ingat, Ibu tenang saja."


Setelah Sarapan kedua Suami Istri itu berangkat kerja, begitu suara deru mobil menjauh Mar mulai menyiapkan keperluan kedua Anak Bu Neli yang akan berangkat sekolah, dan tak lama setelah itu Becak yang di maksud Bu Neli datang untuk menjemput.


Sari sedang duduk di ruang keluarga menonton televisi yang tak pernah ia temui jika sedang berada dirumah ditemani Dila Putri ketiga Bu Neli.


Sementara Mar akan bersiap memandikan Rio yang baru saja bagun.


"Be..Be..Be.."


Hanya kalimat itu yang baru bisa diucap Rio,


Sambil tersenyum ia bangkit dari tempat tidur berjalan oleng memeluk Mar.


"Kita mandi ya.....Abis itu, ikut Bibi belanja kepasar..Mau??"


Ujar Mar pada Rio.


"He..he..he.. Be..Be..Be..."


Jawabnya riang.


Setelah semua selesai.

__ADS_1


"Dek, Mama mau belanja ke depan situ, Adek disini aja ya..temani Dila, Mama sebentar beli sayur."


Mar mengusap Pipi cubby Sari.


"Iya Ma, jangan lama ya..."


Mar mengangguk.


Baru beberapa jam saja, Sari sudah dekat dengan Dila seperti seorang teman yang sudah lama kenal.


Dengan menggendong Rio, Mar berjalan kaki menuju Pasar kecil yang dimaksud Bu Neli, dengan bobot Badan Rio yang lumayan berisi, Mar cukup kesulitan untuk berjalan cepat.


"Hhmm...padat juga ternyata si gembul ini"


Ujar Mar pelan dengan tersenyum menatap wajah Rio yang ternyata sejak dari awal digendong selalu tersenyum menatap Mar.


Selesai belanja, Mar pulang dan melanjutkan tempurnya, mulai dari memasak, mencuci, berberes, menyuapi Makan, mencuci piring, menyetrika tak lupa menyiapkan keperluan Anak Bu Neli untuk mengaji, hingga tak terasa waktu hampir menunjukkan pukul 4 sore.


Anak-Anak Bu Neli sudah mandi dan rapi termasuk Sari, rumah sudah bersih dan kemas, tak ada lagi satupun piring kotor yang tersisa.


Mar ingin, ketika Bu Neli dan Pak Safnar pulang mereka bisa melihat keadaan rumah yang nyaman, dan Mar ingin mematahkan omongan Pak Safnar pagi tadi yang bilang bawa anak apa mungkin kerjaan beres.


Mar, Dila, Dian Ayu, Rio dan Sari duduk di teras bersantai menunggu Bu Neli dan Pak Safnar pulang.


Tak henti-hentinya Mar menatap jam dinding, ia cemas jika Bu Neli tak kunjung pulang, ia takut As sudah pulang duluan dan mendapati dirinya dan Sari belum ada dirumah, As pasti marah, Mar tak ingin itu terjadi.


"Alhamdulillah...."


Mar lega ketika melihat sebuah mobil hitam masuk di pekarangan rumah tersebut.


Bu Neli keluar dari mobil lebih dulu dan segera menyambut Rio.


"Wah...Jagoan Mama udah Mandi, udah wangi..Anak ganteng...Anteng ya sama Bibi ya nak ya...."


Bu Neli menciumi pipi gembul Rio.


"Be..be..be..."


Jawab Rio sambil tergelak.


"Bu, Aku mau langsung pulang boleh Bu? semua sudah selesai,"


Mar tak ingin membuang waktu.


"Oh..iya Bi..makasih untuk hari ini ya Bi..mudah-mudahan Bibi betah, ini ongkos Bibi.."


Bu Neli mengeluarkan uang dari saku seragam kerjanya.


"Makasih Bu"


Mar berjalan pulang setelah Bu Neli masuk kedalam.


"Pak..Aku permisi pulang "


Pamit Mar ketika berpapasan dengan Pak Safnar yang baru keluar dari mobilnya.


"Oh...iya..iya silahkan"

__ADS_1


Jawabnya.


Bersambung***


__ADS_2