
Kesibukan demi kesibukan terus dirasakan Mar setelah kehadiran si cantik Diana,namun tentu saja itu tak membuat Mar merasakan kelelahan nya,ia bahkan sangat menikmati peran barunya sebagai Ibu muda.
Begitupun dengan sang Suami,As sangat antusias mendampingi Mar ketika memandikan Baby Ana,menggendong bahkan saat ini tengah semangat- semangat nya belajar memakaikan bedong pada baby Ana.
"Ah...susah Dek,,Aku menyerah,,aku emang gak bisa untuk hal ini!!"
As menjauh dari baby Ana yang baru saja selesai mandi.
"Hehehe,,ya udah,sini biar aku,,"
Mar mengambil alih memakaikan bedong pada baby Ana.
***
Hari demi hari baby Ana tumbuh semakin cantik,aktif dan lincah.
"Papa... itut.....Papa... itut..Papa..."
Pagi ini seperti biasa,Baby Ana merengek bergelantung di kaki Papa nya ketika As hendak berangkat kerja.
Sudah hampir 3 bulan terakhir ini,semenjak Baby ana mulai mengerti banyak hal,ia selalu menangis ingin ikut Papa nya kerja.
Baby Ana memang dekat sekali dengan Papa nya,banyak yang bilang jika anak perempuan akan cenderung lebih dekat dengan Ayah nya dibanding Ibunya.
Sebetulnya ini bukan masalah yang besar,namun bagi Mar,ini cukup merepotkan,karena Baby Ana selalu saja merengek ingin ikut Papanya yang berujung tangisan kencang,ketika As akan berangkat kerja.
Seperti pagi ini.
"Ana sayang....anak cantik Papa...jangan nangis ya...Papa mau kerja,,nanti sore Papa pulang nanti Papa gendong lagi ya...sekarang,,Ana di gendong Mama dulu ya Nak!"
Bujuk As mencium kepala Putrinya.
Seperti biasa,bujukan dari As tak membuat Baby Ana berhenti menangis bahkan malah semakin histeris berteriak- teriak kencang.
Sebenarnya As benar- benar tak tega jika setiap kali berangkat kerja di iringi tangisan putrinya,,yang paling ditakutkan kan Mar dan As adalah jika terlalu lama menangis,baby Ana akan demam panas.
"Ya ampun Nak...ditinggal kerja setengah hari aja kamu udah kayak mau ditinggal lama...cup..cup...diem ya Nak,,"
Bujuk Mar,mengayun-ayun kan Baby Ana dalam gendongan nya.
Hampir setengah jam menggendong dengan terus berjalan mondar mandir,,akhirnya Baby Ana terlelap.
Mar menghela nafas panjang.
"Huufff....akhirnya tidur juga"
Batin Mar.
Dengan perlahan dan sangat hati- hati,Mar meletak kan Baby Ana di tempat tidur,namun Mar mengurungkan niat nya ketika lengan Mar menyentuh leher Baby Ana.
"Astaga...yang kutakutkan terjadi lagi,,"
ujar Mar lirih.
Sekali lagi Mar menyentuh Dahi baby Ana untuk benar-benar memastikan suhu tubuh putrinya.
__ADS_1
Baby Ana demam,badan nya panas,,
meski bukan yang pertama kali nya,tetap saja Mar panik,ia segera menggendong kembali Baby Ana dan secepat kilat meraih tas nya lalu berlari keluar rumah mengunci pintu dan bergegas ke klinik.
Setelah pulang dari klinik,Mar segera memberikan Obat penurun panas,dan menidurkan kembali Baby Ana.
Satu jam berlalu,Mar tetap berada di samping tempat tidur menjaga putrinya.
"Hek...hek....heekkkk,,"
Baby Ana terlihat gemelisik dan sepertinya telah puas tidur,,mata nya terbuka lebar,melihat Mar disamping nya..Baby Ana tertawa..
"Ma...Ma...Maaaa...Ma...ndong....."
ia merangkak mendekati Mar.
Dengan sigap Mar menangkap tubuh putrinya.
"Anak cantik sudah bangun ya sayang..sini..Mama cium dulu...wahhh,,pinterrr,,udah gak anget lagi dah sehat ya nakkk..."
Mar menggendong dan terus menciumi putrinya.
Sore pun datang,saat As mengetuk pintu rumah nya,Mar menyambut kepulangan As,
Seperti biasa Mar sudah menyiapkan keperluan untuk suami nya diatas meja,mulai dari segelas kopi,handuk dan pakaian ganti.
"Mana Ana Ma?"
"Sedang tidur Pa,,tadi Dia demam lagi,tapi sekarang panas nya sudah turun"
"Mandi dulu Pa,,"
Mar mencolek punggung suaminya.
"Ma,,aku tidak tega jika harus melihat Ana demam tiap kali terlalu lama nangisin aku."
As memang sering kali harus kucing-kucingan saat pergi kerja,agar Baby Ana tidak sadar dengan kepergian nya,namun adakalanya juga,As tidak bisa pergi diam- diam dikarenakan sejak subuh baby Ana sudah bergelanyut di tubuh nya,dan hal itu lah membuat Baby Ana akan menangis berkepanjangan dan di akhiri dengan Demam.
"Ya....mau gimana lagi Pa,,Ana memang sejak lahir lebih anteng sama kamu kan?"
"Apa mungkin ini pertanda Aku gak cocok kerja disini ya Ma?"
"Ahh...gak ada kaitan nya Pa..."
"Bisa jadi Ma...Apa mungkin,Aku berhenti kerja disini ya Ma...??"
"Hah....???Kamu serius Pa??"
"Entahlah....Aku pun bingung"
"Kamu pertimbangin lagi Pa...kita sekarang sudah lumayan disini"
Ada ketakutan yang besar pada gurat wajah Mar,ia takut jika Suaminya mengambil keputusan yang salah,ia takut Suaminya berhenti kerja,,Sementara kebutuhan semakin banyak.
As menarik Nafas...lalu meninggalkan Mar yang mematung.
__ADS_1
***
Mar tak dapat memejamkan matanya,mengingat perkataan suaminya tentang niat suaminya berhenti bekerja.
Begitu pun dengan As,ia benar- benar merasa Sakit nya Baby Ana ada kaitan nya dengan pekerjaan nya,ia takut jika terlalu sering sakit,,akan menghambat pertumbuhan putri kecilnya.
Sampai subuh datang,As tetap tak dapat tidur,ia memutuskan untuk bangun dan segera mandi.
Mar yang terbangun kaget melihat suaminya sudah rapi,
"Papa sudah bangun??,,Maaf..aku kesiangan.."
Mar menoleh jam dinding,,
"Hah...baru jam lima,,berarti bukan aku yang kesiangan tapi Papa yang ke pagian!! kok sudah rapi pa?tumben banget??"
"Aku mau menemui teman ku tanya lowongan."
"Maksud nya??,Papa serius mau keluar dari PT?"
"Belum tau,,cuma hari ini aku gak kerja,aku mau cari kerja lain"
"Hemmm...terserah kamu saja"
Mar beranjak ke dapur menyiapkan sarapan.
Saat Baby Ana tertidur pulas dan belum bangun,itulah kesempatan terbaik untuk As meninggalkan rumah.
"Ma..Aku pergi dulu ya,,doakan Aku"
Mar hanya mengangguk.
***
Di dalam Bus,tak sengaja As bertemu Ujang teman lamanya.Setelah saling bertanya kabar,As memberitahu bahwa ia sedang mencari pekerjaan.
"Wahhh..kebetulan sekali As,,ini ada Teman ku kemarin bilang katanya dia lagi cari pegawai buat posisi Pengawas dan penanggung jawab di Pabrik nya."
"Kamu serius??"
"Iya,,serius...teman ku ini orang Cina,,dia punya Pabrik kayu yang besar"
"Mau lah Aku coba ngelamar di sana"
"Tapi ...bukan nya aku dengar kamu sudah kerja di PT karet itu As??"
"Ehmm....Iya benar,,tapi aku mau berhenti"
"Loh...kenapa??,,bukan nya enak ya disana,,"
"Iya enak,,tapi..anak ku sering sakit,,aku takut Anak ku jadi korban"
"Korban??,Ah kamu ada-ada saja As...percaya yang begituan..hahaha"
As hanya tersenyum simpul menanggapi komentar Teman nya.
__ADS_1
Bersambung**