Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
bab 24 berkunjung


__ADS_3

As terjaga dari lelap nya yang hanya berkisar beberapa jam saja.


Sesaat ia memegangi kepala nya yang pusing akibat tak cukup tidur ditambah dengan beban fikiran yang menyerang nya semalam.


As menarik nafas panjang,,kemudian beranjak dari tempat tidurnya,melirik sesaat ke arah jam dinding lalu bergegas mandi,untuk bersiap berangkat kerja.


"Jangan lupa pesan ku semalam,,temui Dia dan tanya!"


Ujar Husna ketika As melintasinya di dapur menuju kamar mandi.


"Iyaaaa...!"


Sahut As,sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.


Setelah selesai sarapan,As berpamitan kepada Husna berangkat kerja,,


"Jangan lupa ya!!"


Lagi- lagi Husna mengingatkan As yang kali ini disambut As dengan muka jengkel,karena menganggap kakak nya terlalu berlebihan.


Husna yang menatap muka As,tak bisa menahan tawa geli nya.


Sepanjang perjalan,As terus berfikir dan merangkai kata- kata yang terbaik untuk mengutarakan niat baik nya kepada sang pujaan hati.


Begitu sampai di depan gerbang proyek,As memilih untuk tetap berdiri di depan nya bersandar sembari menatap ke arah jalan yang biasa di lewati Mar,,


"Ah..kenapa tadi tak ku jemput saja dirumah nya,,tapiii,,tadi pintu rumah nya masih tertutup rapat saat aku lewat,,jika aku menunggu....aku pasti telat absen"


As terus berbicara sendiri dalam hati.


As memutus kan untuk Absen terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali menunggu kekasih nya di depan gerbang.


Tak lama menunggu,sudut bibir As membentuk senyum menawan ketika Matanya menangkap Anggun nya Mar yang sedang melangkah ke arah nya.


Tak berbeda jauh dengan As,Gadis manis ini pun menebar senyum hangat dengan sorot mata yang berbinar- binar penuh cinta.


"Hei...nungguin aku lewat ya?"


Basa basi Mar kepada As.


"He eh.."


Jawab As dengan anggukan mantap.


"Mar,,nanti malam aku dan kakak ku akan datang kerumah mu"


"Hah...??untuk apa???"


Jawab Mar kaget.


"Aku ingin Meminta Restu kepada orang tua mu"


"Restu??maksud nya??"


"Iya,,aku berniat melamar mu.."


Jawab As mantap.


Mar terdiam beberapa saat,,kemudian sedikit mendongak kan kepala untuk menatap lekat mata laki-laki yang berdiri gagah di hadapan nya.


"Apa kau sungguh- sungguh,dengan ucapan mu barusan??"


"Ya....Aku serius,,semalaman aku memikirkan niat ku ini!"


"Kebetulan,,siang ini Bak ku pulang kerumah,,jika keputusan mu sudah bulat,,datanglah,,temui Bak dan Mak ku,jika mereka merestui,aku akan bersedia"


"Iya Mar,,habis isya kami akan datang"


"Ehm...Aku tunggu,,aku pamit ya...sudah siang."


Mar melangkah meninggalkan As yang masih berdiri menatap Mar dengan senyum khas nya.


Sepanjang perjalanan Mar menuju tempat kerja nya,hingga siang Mar terus memikirkan ucapan dan niat As nanti malam,perasaan nya campur aduk,,antara bingung,,tegang,dan yang pastinya senang.


Mar memutuskan untuk pamit pulang lebih cepat kepada majikan nya.


Bagaimanapun juga,Mar harus siap-siap menjamu As dan keluarganya yang akan berkunjung nanti malam.


Tak seperti biasanya,Mar berjalan dengan langkah yang dua kali lebih cepat menuju rumah nya.


Dengan hati yang terus saja bergetar,meski beberapa kali Mar mencoba menarik nafas dalam-dalam untuk membuat nya tenang.


"Mak...Mak...Mak..."

__ADS_1


Teriak Mar,sesampai nya dirumah,


Masning yang sedang melipat pakaian,kaget dan segera berlari menghampiri putrinya.


"Ada apa Mar??,,kau kenapa?..."


Tanya Masning cemas.


"Mak..apa Bak sudah sampai?"


"Belum,kenapa Mar?,,kamu kenapa tanya Bak??dan...tumben kamu jam segini sudah pulang Mar?"


Tanya masning semakin penasaran.


"Anu mak,,ehm..As dan keluarganya mau datang malam ini."


Seolah mengerti dengan ucapan putrinya barusan,Masning tersenyum lebar,,kemudian segera memeluk hangat putrinya.


"Selamat Mar..semoga semuanya tidak ada halangan."


Mar membalas pelukan Ibunya erat.


Dan di detik yang sama,


"Assalamualaikum..."


Bulromi tengah berdiri di ambang pintu rumah mereka.


"Walaikumsalam"


Mar dan ibunya menjawab salam serentak dan menoleh ke arah pintu.


"Bak..."


Mar berjalan mendekati Ayah nya kemudian berlabuh di pelukan Bulromi,disusul Masning.


Tampak raut kegembiraan dari mereka bertiga,setelah hampir satu bulan lamanya tak bertemu.


"Ada apa nich...seperti ada aroma kegembiraan.."


Ujar Bulromi dengan sedikit tawa bercampur rasa heran.


"Iya...nanti ku cerita kan,,nich Bak minum dulu."


"Makasih Mak.."


Bulromi menerima nya lalu duduk bersila di lantai kemudian meneguk nya habis.


"Ayo,,cerita kan..aku penasaran"


Desak Bulromi pada istrinya.


"Nanti malam,kita akan kedatangan tamu..As dan keluarganya akan bertandang kemari"


"As.??siapa As??"


Bulromi memotong pembicaraan Istrinya.


"As itu teman laki- laki anak kita Bak,dia sudah pernah datang kesini,,dan malam ini Dia akan datang membawa keluarganya"


"Anak mana ??"


"Dia Adik ipar nya mansyur,,kau tau kan yang rumah nya di pinggir sungai.


"Adik ipar mansyur?,Husna punya adik laki-laki??"


"Iya,,aku pun baru tau."


"ya sudah Mak,,kau harus siap- siap,,ini uang gaji ku,,belanja lah apa keperluan untuk malam ini"


Bulromi mengeluarkan dompet dan memberi istrinya sejumlah uang.


"Iya Bak,,"


Sementara Mar,masih dengan hati yang berdebar dan jantung yang berdegup kencang,,tengah sibuk mengobrak abrik isi lemari.


Mar membuka satu persatu lipatan pakaian nya dan mencoba nya di depan cermin.


"Ehm...pakai yang mana ya,,ehm..yang hijau tapi kayak nya terlalu sempit,,apa yang biru ini..ahhh..sepertinya terlalu...ehmm..yang ini mungkin.."


Mar meraih selembar dress panjang warna coklat muda,bermotif bunga,ia juga memadukan dengan sehelai selendang berwarna krem.


Malam ini Dia ingin tampil cantik dengan pakaian terbaik yang Dia punya.

__ADS_1


Sore tiba dengan semburat jingga yang menggoda,


Dengan perasaan tak sabar ingin cepat sampai dirumah,,As setengah berlari meninggalkan gerbang proyek tempat ia bekerja.


"As..sepertinya kau buru- buru?"


Sapa salah seorang rekan kerja nya.


"Eh..iya nich..lagi mau ada acara keluarga dirumah,,aku duluan ya..."


Seru As pada teman nya yang sedang duduk bergerombol.


"Mau lamaran ya..haha.."


Ledek teman yang lain.


"Hehehehe...Doain aja ya..."


As melanjutkan langkah nya untuk pulang.


Setiba dirumah,


Husna telah menyambutnya di depan pintu.


"Buruan mandi yang bersih ya,,nanti pakai pakaian terbaik mu"


"Siap komandan!!"


Ledek As pada kakak nya sembari tangan memberi hormat.


"Makan duluuu"


lagi- lagi teriakan Husna menggelegar saat melihat As ngeloyor keluar kamar mandi menuju kamar nya.


"Siappp"


Teriak As dari dalam kamar.


"Huhh,,heran hobby sekali Dia berteriak,,ehmm.."


gerutu As dalam hati,namun tak lama kemudian Dia tersenyum,karena ia sadar hal itu adalah bentuk cinta tulus dari seorang saudara perempuan pengganti ibu nya.


Hampir setengah jam berada di dalam kamar,,As tak kunjung keluar untuk makan,hal itu membuat Husna memutuskan untuk menyusul Adik nya ke kamar.


Sambil berkacak pinggang tepat di pintu kamar.


"Kau kenapa lagi??,,bukan nya cepat berpakaian,,malah mematung di depan kaca??"


"Aku gugup!!"


Jawab As singkat,dengan masih mengenakan handuk.


"Kau ini bukan remaja lagi...kau sudah dewasa...tak perlu bersikap gugup seperti anak yang sedang mengalami cinta monyet As!"


Husna mendekati As,,yang kini duduk di tepi tempat tidur.


"Sudahlah,,jangan banyak drama..cepat kenakan pakaian mu,,itu sudah aku setrika kan!!"


Sambung Husna sembari menunjuk pakaian yang tergantung rapi di dinding kamar.


"Setelah itu,segera makan..Abang dan keponakan mu sudah menunggu di dapur"


Sambung nya lagi.


Selepas isya,mereka bersiap berangkat ke rumah Mar,


"Ma,,kita bawa apa kerumah Pak Romi??"


Tanya Mansyur kepada Husna istrinya.


"Itu Pa,,sudah ku siapkan di depan"


Husna menunjuk 3 bungkus kantong sembako dan beberapa macam kue yang teronggok di depan pintu.


Mansyur yang melihat itu mengangguk tersenyum,,


"Sudah siap??,ayo kita jalan "


Ajak Husna kepada suami dan Adik nya yang kini berada di samping nya


Mereka bersiap untuk berkunjung dan mengutarakan niat baik mereka.


Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2