Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
Bab 36 Bangkit


__ADS_3

Dalam kondis duduk bertelungkup,Mar terlelap dengan sisa air mata.


Menjelang subuh,As masuk kamar dan melihat Istrinya tengah terdiam menatap tanpa arah.


Ada pedih di dalam hatinya.


"Ma...kamu sabar ya..jangan terus memikirkan,,aku khawatir kamu sakit,,kasian Anak- anak."


"Bagaimana Aku tak memikirkan Pa,,ini seperti mimpi.."


"Kamu jangan khawatir...Kita harus optimis...kita mulai dari awal lagi..kita pasti bisa"


"Aku kasian mereka"


Ujar Mar menunjuk Ke 3 putrinya yang masih pulas,dengan mata berkaca- kaca.


Tak kuasa menahan perih hatinya,As segera mendekap Mar,menciumi kepala nya..


Dan kini mereka saling melepas kesedihan,berharap kekuatan hati untuk bangkit bersama.


***


Seminggu berlalu dari musibah itu,


As masih sibuk mondar mandir Ke Panglong,turut membantu Ko Akiyong dalam membereskan bekas sisa kebakaran.


Dan tak butuh waktu lama,Panglong Akiyong berdiri kembali bahkan kali ini lebih besar dari sebelum nya.


Hal yang mengembirakan bagi As dan keluarga nya.


Dengan suka cita,As pulang membawa kabar gembira untuk Mar dan Anak-Anak nya,bahwa dalam waktu dekat,,mereka Akan kembali ke Panglong lagi.


"Anaaaaaa....Ayo tebak...Papa bawa apa??"


Tak cuma Ana yang mendekati As,tapi ketiga putrinya menyerbu nya.


"Ini apa pa??"


Vina menunjuk kantong belanjaan yang di tenteng As,,


"Buka aja..."


As menyerahkan kantong bawaan nya pada putri-putri kecil nya.


"Bajuuuuuuuuu baruuuuuu....yeeeeeee"


Sorak sorai Ana,begitu terdengar girang.


"Ini ada lagi Yuk....."


Vina menunjuk sebuah kantong satu nya.


"Ayo buka...Ayo buka....."


Eni tak kalah girang.


"Yee.....mainan....."


mereka bertiga saling merangkul dan berlompatan gembira.


"Makasih Papa...."


Seru mereka kompak.


"Sama-sama Nak...Oh ya,,Mama mana??"


"Mama lagi Mandi Pa.."


Jawab Ana yang Mata nya sibuk dengan Boneka pertama yang dia mainkan setelah musibah Kebakaran itu.


Tak lama,Mar muncul dengan muka kebingungan Melihat baju yang berserak di lantai serta aneka mainan yang tengah dimainkan Putri-putrinya.

__ADS_1


"Ini semua dari mana Ana??"


"Ehm...dari Papa Ma..."


Mendengar Ana menyebut dirinya,As keluar kamar.


"Ma...sini..buruan Aku mau cerita.."


As menarik Mar yang masih mengenakan balutan Handuk.


"Cerita Apa??"


Masih dengan keheranan,Mar ngikut saja masuk ke Kamar.


"Tak lama lagi kita akan kembali ke Panglong!!"


"Yang bener Pa,,trus itu barang-barang diluar kamu dapat dari mana?''


"Ya..itu aku beli,,tadi dapat uang dari Akiyong sebagai santunan,"


"Trus??''


"Panglong udah buka kembali,,bahkan lebih besar,,dan..sekarang,,aku lagi bikin rumah lagi buat kita tempati,"


Mar terdiam.


"Ma...kok kamu diam,,kamu gak suka kita kembali?"


"Bukan....Bukan itu,,tapi kamu bikin rumah duit dari mana?"


"Akiyong menyuruh ku untuk ambil kayu di panglong,untuk pembayaran nya bisa di ambil dari gaji ku.,yang penting kita bisa cepat tinggal disana lagi katanya"


Mar hanya mengangguk,dan tersenyum hal itu membuat As gemas,sudah seminggu ini ia tak mendapati senyum itu di muka istrinya.


As memeluk mesra Mar,menciumi Mar.


"Wangi sekali kamu Ma....."


"Aku kan baru selesai Mandi Pa,,ya wajar kalau wangi.."


As mendekap Erat tubuh mar dari belakang.


"Loh...loh ..Aku masih pake handuk ini..aku mau pake baju Pa....lepasin!"


"Loh...kenapa??,,bagusan juga gini...hehehe"


Goda As genit.


Klek!!


As mengunci pintu kamar.


Mar terbelalak mendapati kelakuan suaminya.


"Loh...kok...??"


"Sssstttttt,,udah jangan bicara lagi"


As meletak kan jari telunjuk nya di bibir Mar.


Dan mereka pun bermesra dalam bahagia.


***


3minggu berlalu,


"Mak..Bak...Aku pamit,ingin mengajak Anak dan cucu Mak Bak untuk kembali ke rumah kami,


Terimakasih,sudah di izinkan menginap disini,merepotkan Mak dan Bak selama disini"


Ujar As,ketika hendak pamit meninggalkan rumah Mertua nya.

__ADS_1


"Iya As...silahkan,,Bak..Mak tak pernah merasa direpotkan,,kapan pun kalian mau kembali,,pintu rumah terbuka lebar"


Bulromi menjawab dengan suara bergetar.


Ada sedih di pelupuk matanya,kini rumah nya akan kembali sepi tanpa suara canda tawa dari ke 3 cucunya.


"Iya Bak.Bak dan Mak pun jangan sungkan untuk menginap di rumah kami"


Tawar As.


Mar bersujud pada kedua orang tua nya disusul ke 3 putrinya.


Bulromi dan Masning mengantar kan ke pergian Anak,menantu dan cucu nya hingga ujung anak tangga.


"Dada....nyai...Dada...yai...!!!"


Seru ke 3 cucunya sembari melambaikan tangan.


"Bak...Aku jadi tak enak hati,,rumah kita jadi sepi..."


Masning menunduk.


"Ya..mau gimana lagi Mak,,Anak perempuan harus patuh pada suami nya,,kita tak bisa memaksa mereka untuk tetap disini"


Bulromi memeluk pundak Istrinya dan mengusapnya lembut.


"Pa....kita balik kerumah lama kita ya,??,kan rumah kita hangus??"


Ana bertanya di tengah perjalanan.


"Iya sayang,,tapi kan...sudah di betulin"


Ana mengangguk.


Setiba nya dirumah,


"Horeeeeee...Rumah kita udah gak hangus lagiii..."


Ana dan ke dua Adik nya berlarian menuju ke rumah nya.


Kedatangan mereka kembali,disambut Ko Akiyong dan Istrinya.


"Halooo Anak-anak cantik..selamat datang kembali ya..."


"Halo Tante Mei..."


Seru ke 3 Anak itu kompak.


"Makasih ya ci...sudah banyak membantu.."


Mar menyalami Ci Meina.


"Sama-sama Mar...semoga musibah yang menimpa kita cukup sampai disini,,dan kita kembali bisa bangkit bersama- sama ya"


"Aamiin ci..."


Waktu terus berjalan...


Mar dan As mulai menata kembali hidup yang baru,mulai kembali memikirkan masa depan putri- putrinya yang kemarin sempat nyaris berantakan.


As semakin giat dalam bekerja,membuat Ko Akiyong semakin menyayangi nya dan menyerahkan tanggung jawab penuh pada As tetang pengolahan Panglong milik nya.


Sementara Mar,fokus mendidik dan membesarkan ke 3 putri cantik nya.


Kehidupan mereka kembali berjalan normal,benar- benar sejahtera dan bahagia.


Perekonomian mereka benar- benar berada di angka stabil.


Setiap akhir pekan,As selalu menyempatkan untuk libur kerja demi menyenangkan hati Anak dan Istrinya,biasanya mereka akan berlibur ke rumah Masning,menginap disana,dengan membawa aneka macam buah tangan,Mar juga sudah bisa memberi uang saku pada orang tua nya,menginap semalam atau 2 malam sudah cukup mengobati rasa rindu Anak- anak nya pada nenek dan kakek mereka,atau jika memang As tak bisa libur,mereka akan menghabiskan Malam akhir pekan dengan menonton bioskop,atau hanya sekedar pergi untuk makan bakso pinggir jalan,dengan pulang membawa kacang rebus yang akan habis dimakan di sepanjang perjalanan pulang kerumah,atau juga hanya menikmati Es Alpukat ke suka an ke 3 putrinya lalu pulang dengan 5 bungkus gado- gado di tangan.


Hal yang benar- benar menjadi impian setiap pasangan rumah tangga.

__ADS_1


Bahagia lahir dan batin.


Bersambung**


__ADS_2