
Awal pagi di hari pertama memulai kemandirian,Mar membuka jendela rumah nya,menikmati suasana baru di komplek perumahan nya.
Riuh terdengar suara candaan anak- anak di jalan depan rumah nya yang berlari kesana kemari menikmati masa usia mereka.
Tiba-tiba Mar teringat Tia,
"Anak manis..sedang apa dia,,apa dia sudah mandi?,apa dia rewel...Ahh,,aku merindukan nya,,baru saja sehari tak bersama"
Ujar Mar dalam hati.
"Dek...kau sedang apa??"
As mendekati Mar yang sedang mematung di depan jendela.
Mar kaget,ketika tiba-tiba As memeluk nya dari belakang dan mengecup punggung nya.
"Ehm...Kak,,sudah bangun ya??ehmm,,aku sedang memandang Anak-anak bermain,,malah jadi ingat Tia.."
"Ehm...kamu Rindu??"
Mar mengangguk.
"Sabar ya,,nanti kita ke sana waktu aku libur kerja ya sayang"
"Iya kak"
"Oh...iya kak,,di depan jalan itu sekolah ya??"
"iya...emang kenapa?
"Ehm...aku bosan,,gimana kalo aku jualan jajanan anak sekolah aja?"
"Kau serius Dek??Mau jualan dimana?"
"Aku serius,,disini aja,,di depan rumah,,boleh??"
"Terserah kamu sayang...yang penting kamu senang"
"Makasih ya Kak.."
Mar bergelanyut di pundak As,kemudian kecupan hangat mendarat di kening nya.
"Ya udah,,mau mandi dulu,,apa sarapan dulu??"
Tanya Mar.
"Mandi dulu aja kali ya??"
"Oh ya kak,,Nanti sore kerumah Mak ya,,kabari kalo kita udah pindah,,siapa tau Mak mau menginap disini."
"Oke sayang"
As melepas rangkulan nya kemudian berlalu masuk ke kamar mandi.
Selepas Mandi dan sarapan,As pamit untuk berangkat kerja,sementara Mar,segera bergegas merapikan rumah dan berangkat ke pasar,ia berniat berbelanja kebutuhan untuk dia berjualan.
Hampir 1 jam pergi kepasar,Mar kembali dengan 2 kantong besar.
Segera ia merapikan belanjaan nya,menyusun dan menata nya di depan rumah,kebetulan Ada meja besar tempat ia akan meletak kan toples-toples permen.
"Buka warung ya Dik??"
Sapa seorang Ibu tetangga depan rumah nya.
"Eh...kecil- kecilan Buk,,cari kesibukan."
Jawab Mar dengan Ramah.
__ADS_1
"Kita belum kenalan loh..nama Adik siapa?"
"Oh..iya buk,sampai lupa... Saya Mar dan Suami saya As.."
Jawab Mar mengulurkan Tangan.
"Saya Bu Tuti.."
"Ehm...Maaf Bu Tuti,,saya mau tanya..itu perabot di dalam,,punya pemilik lama atau bagaimana ya...Mau pake,,tapi saya Ragu hehehe"
"Oh...pake aja Mar,itu memang fasilitas dari Pt kita."
"Gitu ya Buk,,ehm...jadi tenang saya."
"Saya masuk dulu ya Mar,"
"Silahkan Bu."
Baru saja warung kecil Mar buka,saat jam istirahat anak-anak sekolah berhamburan keluar dan menyerbu warung nya. Mar,sampai-sampai kewalahan meladeni satu persatu siswa siswi yang berbelanja padanya.
Setengah jam berlalu,Akhirnya Mar bisa duduk ketika para anak sekolah kembali masuk kelas saat terdengar lonceng tanda istirahat selesai.
Namun baru saja ia ingin melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah,langkah nya terhenti ketika ada 2 becak berhenti tepat di depan rumah nya.
Dengan raut wajah bingung,Mar mendekati dan mata nya terbelalak lebar ketika melihat tamu yang datang adalah si kecil Tia.
"Bibiiiiikkkkk...."
Teriak Tia berlari kearah Mar,dan memeluk kaki Mar.
"Tia...anak cantikkk,,sama siapa...?"
Mar menggendong Tia dan menghampiri becak di depan nya.
"Tia sama Mama,sama kak Rena,sama Nyai sama Yai juga..ituuu"
Tia menjelaskan sembari menunjuk.
Teriak Mar kegirangan.
"Ayo Masuk...masukk..Kak Husna...Mak..Bak..Rena...ayo masuk,,yok Tia sama Rena mau apa??Bibik banyak jajanan...ini ambil..ambil"
Sambung Mar,menuntun keponakan suami nya untuk memilih jajanan di warung kecil nya.
"Duduk Mak..Bak..kak,sebentar aku buat Teh dulu ya."
Tak sampai 10 menit sudah kembali dengan membawa satu teko Teh dan gorengan.
"Gimana ceritanya bisa sampai sini,padahal baru nanti sore Kak As mau ke rumah,ngabarin Mak"
Ujar Mar sambil menuang Teh di gelas.
"Ini,tadi Husna kerumah,katanya mau kesini trus ngajak Mak dan Bak"
Jelas Masning.
"Iya,,Tia dari semalem merengek terus mau ketemu Bibik"
"Oh..iya ya sayang...sama Bibik juga inget Tia terus..hehheh,tapi..kok bisa tau disini gimana Kak?"
"Oh..itu tadi nanya-nanya trus ada Ibu-ibu nunjukin"
"Gimana Disini Mar,,enak?"
Tanya Bulromi.
"Alhamdulillah enak Bak,warga nya juga ramah."
__ADS_1
"Buka warung kamu Dek?"
"Iya Kak,kecil-kecilan Lumayan dari pada bengong,lagian dekat sekolahan,,sayang kalo gak jualan"
Obrolan-obrolan santai,mengalir begitu saja tanpa terasa petang pun datang.
Dari jauh,tampak Asmawi berjalan santai.
"Mamang......Mamang..itu Mamang pulang..."
Tia menunjuk jalan dengan melompat- lompat.
As yang menyadari hal itu melambaikan tangan ke arah Tia.
Kedatangan As disambut hangat oleh keluarga nya.
"Mak..Bak,Kak..kapan kalian datang??,menginap ya..."
As menyalami satu- satu keluarganya.
"Iya,,kita mau menginap disini,besok pagi saja kita pulang ya Mak..."
Bulromi menoleh ke Masning meminta persetujuan,yang kemudian dibalas Anggukan oleh Istrinya.
"Kak Husna gimana?"
"Aku pulang saja..anak-anak gimana,kl aku menginap disini"
As tersenyum sambil mengangguk.
**
Hari- hari mar terus berlalu,ia benar-benar menikmati indah nya rumah tangga bersama As,terlebih masa- masa kehamilan anak pertama nya,yang tak terasa kini menginjak di penghujung bulan ke 9.
Semakin mendekati hari persalinan,Mar masih saja aktif,ia masih sibuk dengan warung kecil nya,mengurus semua tugas rumahan lain nya.
Seperti pagi ini,
Terlihat Mar tengah sibuk mengepel lantai ubin rumah nya dengan kain pel,hingga berjongkok membersihkan sudut- sudut rumah nya.
As yang baru keluar dari kamar mandi menggeleng- gelengkan kepala melihat tingkah istrinya.
"Dek...kamu ngapain sampe nungging- nungging gitu?"
Sapa As membantu istrinya berdiri.
"Dek,,udah dong...jangan terlalu berkebihan ngepel nya,,nanti kamu capek,,tuh lihat kamu ngos- ngosan kan,,nih lagi....keringat banjir gini!!"
Sambung As,kali ini sembari mengusap keringat di dahi Mar dengan telapak tangan nya.
"Hehehe,Kamu jangan salah Kak,sengaja gini biar sehat,trus kalo masalah jongkok..nungging,,itu sengaja biar lahiran nya mudah kata Bidan Ani"
Jawab Mar dengan nafas sedikit tersengal.
"Itu kata Bidan Ani,,tapi aku ngeliat nya gak tega,,takut kamu kenapa- napa"
As meninggalkan Mar dengan ngedumel kemudian datang lagi dengan membawa segelas Air putih.
"Nih,,kamu minum!"
Dengan muka sedikit kecut,As berlalu masuk ke kamar.
Sementara Mar,tersenyum lebar kemudian meneguk habis air minum di tangan nya.
"Dek,,aku berangkat ya,,kamu hati- hati,,nanti sore aku jemput Mak biar temani kamu ya"
"He eh...Kak...kamu juga hati-hati ya.."
__ADS_1
As pun berlalu dari hadapan Mar yang masih menatap punggung suaminya hingga beberapa menit.
Bersambung***