Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
Bab 32 Welcome baby Diana


__ADS_3

Sudah hampir lewat tengah hari,ketika Mar berniat istirahat siang di Ruang tamu sembari menjaga warung kecil nya,,namun baru saja hendak merebahkan diri,Mar merasa ada sesuatu yang terjadi pada perut nya.


Mar terdiam beberapa saat,sambil mengelus perut buncit nya,


"Iya benar...terasa keram dan berdenyut"


Bathin nya.


Ia mencoba untuk duduk tenang,,merasakan perkembangan selanjut nya,,


kali ini,,Mar merasakan mulas yang lain dari biasa nya jika dia sakit perut.


"Ehm...apa ini kontraksi ya??apa ini tanda aku mau melahirkan??"


Mar bertanya sendiri dalam hati.


Menyadari itu semua,akhirnya Mar berinisiatif memasukkan jualan nya,lalu menutup warung nya,dengan menahan sakit pada perut nya,,Mar bergegas membereskan segala keperluan persalinan pada satu tas besar.


Kini Mar tengah duduk di kursi,ada ragu dalam hatinya apa ia harus ke Bidan atau menunggu suaminya pulang terlebih dahulu.


Saat tengah berfikir,Mar merasakan ada yang keluar hingga membasahi daster yang ia kenakan,Secepat kilat Mar berdiri dan memeriksa,,


"Darah??"


Ujar nya lirih,


kali ini disertai sedikit kepanikan yang menimbulkan keringat mengalir dari dahinya.


"Bukankah,saat periksa terakhir,Bidan Ani bilang,harus cepat ke klinik jika keluar Air maupun darah"


Mar mengenang pesan yang di berikan Bidan Ani saat Dia cek kehamilan Awal bulan tadi.


Dengan penuh keyakinan,Mar beranjak dari duduk nya mengunci semua jendela dan pintu rumah nya.


"*** Ibuk...Maaf mengganggu"


"Eh,Dek Mar...ada apa Dek,,loh...kau mau kemana bawa tas besar??"


Tetangga nya bingung.


"Anu Buk,,aku mau nitip kunci,aku mau ke klinik,,sepertinya aku mau melahirkan.."


"Owalah.....Jadi gimana Dek,,mau di temani atau mau di panggilkan suami mu?"


"Makasih Buk,,gak papa,,biar saya naik becak saja,,nanti kalo suamiku bentar lagi pulang,,bilang saja suruh ke klinik susul aku"


"Yakin kau bisa sendiri Dek??"


"Iya buk,,gak papa"


"Ya udah tunggu sebentar ya,,aku panggilkan becak"


Terlihat,tetangga Mar berlari terburu- buru mencarikan becak untuk nya.


Mar berjalan pelan ketika baru beberapa langkah,,becak yang dimaksud berhenti di depan nya.


Segera Mar naik,


"Makasih ya Buk,udah ngerepotin"


"Ahh,gak papa Dek Mar,,kamu hati- hati semoga lancar persalinan nya ya"


"Aamiin,makasih Buk,"


Mar melambaikan tangan meninggalkan tetangga depan rumah nya menuju klinik Bidan Ani.


Sepanjang perjalanan,Mar terus berdoa dalam hati..Agar dia diberikan kekuatan dan keselamatan dalam proses melahirkan anak pertamanya.


Di sepanjang perjalanan pula tak henti Mar terus mengusap-usap perut nya,ia tak sabar menyaksikan tangisan bayi memeluk dan mencium bayi nya.


"Ehmm...Bang,nanti di depan situ berhenti sebentar ya bang,,"


Ujar Mar menunjuk sebuah rumah yang tak lain adalah rumah Orang tua nya.


"Baik Bu.."


Jawab abang becak memperlambat kayuh nya.


Tepat di depan tangga sebuah rumah kayu sederhana becak berhenti.


Belum sempat Mar turun,si abang becak lebih dulu mencegah nya.

__ADS_1


"Tunggu Bu,maaf ibu ada perlu apa berhenti disini,biar aku bantu"


Tawar nya.


"Ehm...aku mau menjemput Ibu ku,mengajak nya menemaniku ke klinik Bang"


Jelas Maryati.


"Oh...Biar Aku saja yang naik,Ibu tunggu saja di dalam becak,,"


Dari raut wajah si Abang becak,jelas sekali tergambar kekhawatiran nya melihat Mar.


Bergegas ia naik tangga rumah Mar dan mengetuk.


"Assalamualaikum...."


"Walaikum salam...."


Masning keluar dengan heran menatap tamu yang mengetuk rumah nya siang ini.


"Maaf siapa ya??"


"Ini Buk,,aku tukang Becak,Ibu itu meminta Aku memanggilkan Ibu,Dia mau melahirkan katanya.


Jawab Si Abang Becak sembari menunjuk ke arah becak nya.


Masning melongok kan kepala nya ke bawah,ia melihat Mar sedang duduk seperti menahan sakit di dalam becak.


"Ya Allah,,Mar...Iya...iya Pak,tunggu sebentar ya,,aku mau ambil kerudung"


Masning dengan panik masuk ke dalam rumah nya,mengambil dompet,dan memakai kerudung nya kemudian berjalan cepat kembali ke depan,tak lupa mengunci pintu rumah nya dan turun menemui Mar.


"Mar...kau baik-baik saja Nak??"


Sapanya.


"Iya mak sepertinya Aku mau lahiran"


Jawab Mar santai.


Becak kembali melaju menuju klinik.


Sesampainya di depan klinik,dengan dibantu Ibunya Mar berjalan tertatih.


"Wah...ini dah siap lahiran ibu nya..."


Dengan raut wajah sumringah Bidan Ani menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan.


"Oke,,kita langsung pindah ke ruang bersalin ya Bu,,jangan tegang..tetap tenang dan kita sama- sama berdoa agar segala proses nya berjalan lancar"


Sambung Bidan Ani.


Mar tampak berusaha setenang mungkin,dengan mulut terus berkomat kamit berdoa agar diberi keselamatan dan kelancaran.


Sementara di luar kamar bersalin,Masning tampak tegang menantikan kelahiran cucu pertama nya.


Hati nya terus berdebar-debar,tangan keriput nya terus bergetar,dengan perasaan yang belum tenang Masning memutuskan untuk duduk,mencoba tenang.


"Assalamualaikum Mak..."


Masning dikejut kan dengan tangan yang menyentuh pundak nya.


"As..kau sudah pulang?"


"Iya Mak,gimana Mak,,apa anak ku sudah lahir?"


As datang dengan sedikit tersengal,wajahnya tak kalah tegang,


"Belum,,Masuk lah temani Mar.."


Ujar Masning sembari menunjuk pintu ruang bersalin.


"Iya Mak..Aku masuk dulu"


As bergegas Menemui Asisten Bidan Ani yang tengah menuliskan berkas.


"Slamat sore mbak,Aku suami Ibu Maryati yang di dalam,apa boleh Aku masuk??"


"Oh...Iya Pak,silahkan masuk."


Jawab Asisten Bidan Ani,kemudian mengantar kan As ke ruang bersalin.

__ADS_1


"Buk Bidan,ini ada suaminya Ibu Maryati datang"


"Oh iya..silahkan"


"Dek...Kamu harus kuat ya...kamu bisa...Aku doain kamu sayang.."


Bisik As di telinga Mar ketika sampai di sisi Mar,dengan menggenggam erat tangan kanan Mar,sementara sebelah lagi tangan nya mengusap kepala Mar.


Mar hanya mengangguk pelan,,dengan mata terpejam,dan mimik muka meringis menahan sakit yang sangat luar biasa.


As terus menguatkan Mar,sesekali tangan nya menyeka keringat yang membanjiri dahi Istrinya.


15 menit berlalu,,


Saat suara tangisan kencang dari seorang bayi seolah memecah ketegangan,


perjuangan berakhir,,seorang putri cantik telah lahir.


"Selamat Bu,,anak nya perempuan"


Bidan Ani ,menempelkan Bayi mungil itu ke dada Mar.


Mar yang lemas,menarik nafas panjang,,lega,haru dan bahagia kini menyelimuti hatinya,bersama dengan jatuhnya air bening yang meleleh di sudut mata As,ia menyaksikan sendiri betapa tangguh perjuangan istrinya.


Berkali-kali ia mengecup kening dan kepala Mar.


"Terimakasih sayang..atas perjuangan mu,,kau berhasil..kau menang...anak kita lahir...cantik seperti kamu..selamat ya..."


As mencium punggung tangan Mar.


Sementara Mar yang masih lemas,hanya bisa tersenyum dengan mata basah.


Setelah bayi mungil itu selesai di bedong,Bidan Ani mempersilahkan As,untuk meng adzanin putri cantik nya.


"Silahkan Pak.."


"Iya terimakasih Bu Bidan"


Di depan Istri dan mertua nya,As mendekatkan wajah nya di telinga Bayinya kemudian mengumandangkan Adzan,suasana kembali haru.


"Ya ampun cantik nya cucu ku..Putih seperti Bapak nya,tapi muka nya cantik seperti Ibunya"


Puji Masning sembari menggendong cucu pertama nya.


"Mau dikasih nama siapa gadis manis ini Mar??"


Sambung Masning.


"Kak As yang akan memberinya nama Mak..Dia sudah menyiapkan nya"


Mar membelai wajah As,yang dibalas As dengan kecupan di telapak tangan nya.


"Aku sudah menyiapkan Nama untuk Anak kita Dek"


"Siapa Kak??"


Balas Mar tak sabar.


"Dia akan ku beri nama Diana kartika sari"


As menyebut lantang seuntai nama indah untuk putri nya yang cantik.


Aku berharap kelak Dia akan menjadi seperti Nama yang ku berikan.


"Apa artinya Kak?"


Mar menatap lekat wajah suami nya.


"Diana berarti yang istimewa,kartika berarti gugus bintang yang terang,sari berarti Inti,Aku ingin kelak anak ini menjadi Bintang terang yang istimewa dan selalu menjadi hal terpenting di setiap perjalanan kehidupan nya"


Jelas As,seraya mencium kepala bayinya yang tengah di gendong Mertua nya.


"Aamiin....."


Jawab Mar dan Masning kompak.


"Oh iya Kak,kasih tau Kak Husna jangan lupa"


"Iya nanti aku kasih tau"


As tak henti- hentinya berucap syukur atas rezeki yang tuhan beri untuk nya.

__ADS_1


Bersambung**


__ADS_2