Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
Bab 72 kursi baru


__ADS_3

Walau kecemasan itu selalu ada disetiap waktu, Mar tetap berusaha kuat dan meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja.


Malam menjelang tidur, sambil mengusap-usap perutnya, Mar berbaring disamping As yang masih sibuk mengisi buku teka teki silang yang menjadi hobinya.


"Kenapa Ma? keram ya?"


Tanya As memperhatikan perut Mar.


As meletakkan buku teka-teki silangnya dan turut mengusap perut Mar yang kini terlihat lebih muncung.


"Gak Pa, cuma sedang berharap Anak ini lahir sempurna"


"Aamiin, kita yakin aja Ma, semua pasti baik-baik saja."


As mengecup perut Mar yang kini janinnya masuk di usia 7 bulan.


"Oh ya Ma, besok kita ke toko Mebel ya"


Ajak As.


"Jadi mau beli kursi Pa?"


"Iya, Kasian kalau ada teman-teman Anak-anak, mesti duduk lesehan dilantai."


"Ya udah, besok pagi kita pergi"


...****************...


"Mama sama Papa mau kemana?"


Tanya Ana yang heran melihat orang tuanya pagi-pagi sudah rapi.


"Oh, itu Mama mau ke pasar beli kursi"


"Wah....Enak ya Ma nanti kalau kita duduk bisa santai-santai..hihihi"


Ana membayangkan duduk di kursi empuk yang baru akan dibeli orang tuanya.


Setelah sarapan, dengan berjalan kaki Mar dan As menuju toko mebel tak jauh dari pasar dekat rumah mereka.


Setelah memilih beberapa model kursi yang harganya terjangkau untuk ukuran keuangan mereka, pilihan Mereka jatuh pada sebuah kursi set 4 warna coklat dengan model klasik sederhana, proses pembayaran diselesaikan As, dan kursi siap diantar kekontrakan mereka.

__ADS_1


"Yeaayyy......Kursinya datang Maaa......"


Sorak Eni girang ketika melihat petugas toko mengantar kursi yang baru saja dibeli.


Setelah ditata di ruang tamu rumah mereka, dengan perasaan bahagia seisi rumah duduk bersantai menjajal kursi baru, terlihat berkali-kali Hen dan Win menghentak-hentakan bokong nya di jok kursi, lain halnya dengan Eni yang memilih baring-baring dikursi panjang, sementara Ana dan Vina lebih kalem menikmati empuknya kursi baru.


"Ma, kandunganmu sudah 7 bulan, itu artinya lebih kurang 2 bulan lagi Anak ini akan lahir, semoga Kerjaanku panjang agar bisa untuk biaya lahiran"


As bicara dengan menatap perut buncit Mar.


"Harusnya kita tidak beli kursi itu Pa"


Ada sesal yang keluar dari kalimat Mar barusan membuat Wajah As berubah sedikit muram.


"Huuffthh.....sudahlah Ma, jangan disesali.. siapa tau nanti ada rejekinya."


As menghela nafas kasar menanggapi sesalan Mar.


"Aku bukan menyesal Pa, tapi kita tidak tau..bulan-bulan kedepan, Aku takut aja"


As mendekati Mar, merangkul pundak mungil itu dan melabuhkan kecupan di pucuk kepala Mar.


"Sabar....kita berdoa saja mudah-mudahan rejeki ini tak terputus hingga saat lahiran tiba"


Mar menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan.


...****************...


Hari-hari terus berjalan, Mar masih tetap sibuk dengan kerjaan menjadi buruh cuci meski perut yang semakin membusung namun itu tak membuatnya sedikitpun mengeluh, Mar tetap semangat walau sesekali ia terlihat lelah, dengan menghentikan sejenak aktifitasnya hanya sekedar untuk berdiri menyeka keringat dileher dan didahi, atau sekedar melentikkan pinggang dan punggung yang terasa ngilu dan pegal, Namun Mar tetaplah Mar, seorang pribadi yang kuat, pantang menyerah dan ibu sekaligus Istri yang sangat tangguh.


Kelak, Anak-anaknya akan bangga memiliki seorang Ibu yang sangat luar biasa seperti Mar.


Di kediaman Ibu Marni,


Mar yang tengah mengangkut keranjang pakaian yang berisi padat pakaian kering sedikit terhuyung ketika hendak memasukkan diruang tempat biasa ia menyetrika.


"Mar... sebaiknya kau beristirahat dulu, kondisi hamil besar sepertimu sekarang jangan terlalu memforsir tenaga, kasian bayimu"


Nek Sumi yang tiba-tiba muncul dari luar dengan kursi roda mencoba menasehati Mar.


"Eh..Ehm...Iya Nek..tidak apa-apa Aku cuma terlalu bersemangat"

__ADS_1


Ujar Mar mengulas senyum.


"Sudah berapa bulan kandunganmu?"


Tanya Nek Sumi lagi.


"Tujuh bulan habis Nek ujung bulan ini"


Sahut Mar sembari membentang alas untuk menyetrika.


"Mar, kau jangan duduk dilantai seperti itu, pakai matras punyaku, ambil dikamarku di bawah tempat tidur"


Nek Sumi memang perhatian terhadap Mar, mungkin karena iba atau apalah Mar sendiri tak tau pasti, yang jelas Nek Sumi selalu baik padanya.


"Oh..Iya Nek, makasih...Nenek baik sekali sama Aku"


Mar beranjak mendekati Nek Sumi yang memperhatikannya dari atas kursi roda dan Mar menuruti perintahnya untuk mengambil Matras kecil untuk jadi alas duduknya dikamar Nek Sumi.


Tak berapa lama, Mar kembali dengan menunjukkan benda yang tergulung ditangannya pada Nek Sumi.


"Yang ini ya Nek?"


Nek sumi mengangguk.


Sepanjang Mar menyetrika, Nek Sumi menemaninya sambil bercerita tentang banyak hal. Tentu saja hal itu membuat Mar senang tak terasa segunung pakaian kini telah tersusun rapi diatas sebuah meja panjang di dalam ruangan tersebut, hanya tinggal dimasukkan kedalam lemari saja, dan itu bukan tanggung jawabnya lagi karena tugasnya hanya menyetrika masalah memasukkan kedalam lemari itu biasanya dilakukan sendiri oleh Bu Marni.


Setelah selesai, ia berpamitan pulang pada Nek Sumi,


Sepanjang perjalanan Mar berpikir, dengan kondisinya seperti sekarang, terlintas niat dihatinya nanti jika kandungannya memasuki usia 9 bulan habis, ia berniat berhenti kerja dari rumah Bu Yeyen, selain tempat yang lumayan jauh, ia juga memikirkan jika sewaktu- waktu ia akan melahirkan, maka Bu Yeyen tidak kelabakan untuk mencari tukang cuci baru.


Bersambung***


Hai semua, aduh...Aku minta maaf ya baru bisa up lagi, setelah hampir 2 minggu menghilang,


semua dikarenakan kesehatan keluargaku yang sedang terganggu, dan sedikit tidak baik, demam flu yang menyerang bergantian satu persatu pada Aku dan Anak-anak.


Mau tidak mau harus merelakan untuk tidak update dulu, dan alhamdulillah sekarang sudah membaik.


Makasih untuk suport kalian para author kece, makasih juga untuk para pembaca tersayang yang masih setia membaca karya yang sangat tidak seberapa ini.


Sukses buat kita semua ya.....

__ADS_1


Salam sayang buat kalian semua😍😘


__ADS_2