
Langkah cepat dan sedikit tergesa,sesekali menyeka keringat di wajah dan dahinya.Jarak klinik Bidan dan rumah Ibunya tidak lah begitu jauh,tepat nya berada di tengah antara jalan menuju rumah Husna dan rumah Ibunya,namun tetap saja dengan kondisi berbadan dua seperti sekarang,nafas Mar tersengal.
Mar tersenyum memandang dari jauh rumah masa kecil yang penuh dengan kenangan baginya.
Tepat di ujung anak tangga,Mar tersenyum sangat lebar,ia tak tahan ingin segera memeluk Ibunya kemudian mengabarkan berita bahagia ini.
"Assalamualaikum... Mak,,"
Mar melongok kan kepalanya kedalam rumah.
"Walaikum salam...loh Mar,,masuk nak,ayo kita sarapan,,mak buat lontong sayur"
Masning beranjak dari duduk nya menyambut putri kesayangan nya.
"Kau sendirian Nak,Mana As?,tidak ada apa- apa kan??,kalian baik- baik saja kan??"
Wajah cemas Masning nampak begitu jelas,yang kemudian disambut senyum hangat Mar.
"Iya,,aku sendirian Mak,,kak As kerja,tadi aku dari klinik Bu Ani Mak,trus Mampir kesini..Aku kangen"
"Kau sakit Nak???,sakit apa??"
Masning meraba dahi putrinya memastikan suhu tubuh Anak kesayangan nya.
"Hahah...enggak Mak,,aku gak kenapa-kenapa,Eh..Bak ada dirumah??"
Mar kaget,begitu melihat Bulromi yang tiba-tiba muncul dari balik gorden dapur rumah nya,
Masih dengan rambut yang basah serta handuk yang masih tergantung di leher.
Mar menghampiri Ayah nya,mencium tangan dan memeluk hangat tubuh laki- laki paruh baya tersebut.
"Ayo..ayo kita sarapan dulu,nanti keburu dingin"
"Tumben,siang sekali Mak sarapan"
"Iya,,sengaja nunggu Bak sampai"
"Oh..bak baru pulang hari ini?"
"Iya Mar..."
Hal yang begitu sangat dirindukan Mar,yaitu sarapan ditengah Ayah dan Ibunya,dan pagi ini,semua terkabul,
Mar beserta kedua orang tua nya lahap menikmati lontong sayur buatan Masning.
Selesai Sarapan,
"Ada apa kamu kesini Mar,sepertinya ada hal penting."
"Iya Mak,Bak..aku kesini ingin menyampaikan 2 kabar gembira sekaligus."
Mar menggenggam tangan kedua Orang tua nya yang tengah serius mendengarkan.
"Yang pertama,,Kak As pindah kerja,Ke Pt
Karet,dan kami mendapatkan Rumah Dinas."
"Alhamdulillah...."
Potong Bulromi cepat,
"Trus...trus....kabar ke dua???"
Masning tak kalah cepat memotong dengan tak sabar ingin tau kabar ke dua.
"Hehehhe...Ehmm...,kalo yang kedua,,Mak...Bak bentar lagi akan punya cucu"
"Kau seriussss Mar...."
Masning dengan cepat memegang kedua bahu putrinya,memastikan kebenaran ucapan Mar barusan.
"Aku serius Mak....udah 12 minggu"
"Terima kasih ya allah,,terima kasih...kamu jaga baik-baik cucu Mak ya Mar..Jangan capek-capek..jangan stres"
Bulir- bulir bening mengalir di pipi keriput Masning,bahagia,haru bercampur jadi satu.
Seolah tak mau ada air mata yang berkepanjangan,Bulromi memeluk putri dan istrinya,
"Udah,,jangan ada air mata,,ini kan berita bahagia,,kita harus tersenyum"
Bulromi memasang wajah kocak di depan dua perempuan nya,yang membuat suasana kembali riuh dengan tawa renyah mereka.
"Ehm...jadi,,kapan kalian pindah Mar,,"
Tanya Bulromi.
"Belum tau pastinya Bak,,entah besok atau lusa,nanti kami kasih tau lagi ya"
Jawab Mar.
Hari ini,Mar benar- benar menikmati kerinduan nya,bisa sarapan,masak,makan siang dan ngobrol santai dengan kedua orang tua nya,yang kini jarang sekali ia rasakan tepat nya semenjak ia menikah dan diboyong kerumah Husna.
Tak terasa senja menyapa,Mar kini tengah tak sabar menanti suaminya pulang,berkali-kali ia melempar pandangan nya ke ujung jalan untuk memastikan kepulangan As.
Tak lama dari Mar masuk kamar,
"Assalamualaikum.."
As datang,dengan kantung plastik ditangan nya.
Mar yang mendengar suara As,buru-buru keluar.
"Walaikum salam kak..ehmm...ditungguin dari tadi"
Mar menarik mesra tangan suaminya masuk.
"Hah..? masak sih Dek..emang kenapa??Rindu ya??"
__ADS_1
As mencolek dagu mungil Mar.
"Ini aku beli jeruk untuk Mak"
As menyodorkan sekantung jeruk.
"Sini...sini duduk,,aku ada kabar gembira,,mau tau gak??"
"Apa dek...buruan ah,,jangan buat penasaran"
''Ehm...tutup mata dulu"
Mar bertingkah manja pada suaminya sambil menempelkan muka nya pada dada bidang As.
"Apa sih.....oke,,aku merem ya"
As menuruti permintaan manja istrinya.
"Kamu buka mata pas hitungan ke 3 ya..satu...dua..tiga"
Mar menyodorkan kertas hitam putih hasil pemeriksaan Bidan pagi tadi tepat di depan muka As.
"Hahhh...ini beneran Dek??,,kamu hamil...seriusan kamu hamil??...Alhamdulillah...."
Pekik As dengan menciumi kertas Usg ditangan nya,kemudian beralih mengusap perut Mar dan mencium kening Mar.
Mar yang melihat tingkah suaminya pun ikut tersenyum lebar,meski air mata haru terselip diantara rona suka cita pasangan ini.
Masning dan bulromi saling merangkul tak jauh dari tempat Mar dan As duduk,memperhatikan Anak dan menantunya yang tengah di selimuti kebahagiaan.
"Bak....bentar lagi kita bakal gendong cucu"
Masning menyeka genangan bening yang menggantung di sudut mata nya.
"Iya Mak ...itu Artinya kita bertambah Tua"
"semoga kita selalu sehat untuk menyaksikan cucu-cucu kita tumbuh, berlari,bermain"
sambung Bulromi lagi.
"Sudah sore dek,kita pulang,mumpung belum magrib"
As berdiri dan membantu Mar berdiri dengan sangat hati- hati,mar pun mengangguk dan mereka segera menghampiri orang tua Mar tak jauh dari tempat mereka.
Setelah berpamitan,mereka dengan bergandeng tangan mesra meninggalkan kediaman orang tua Mar dan menyusuri jalan kembali ke rumah Husna.
****
Malam hari selepas makan malam,
Husna menghampiri Mar dan As yang tengah membereskan pakaian.
"Kalian yakin besok mau pindahan??"
"Iya kak,kalo malam ini beres,,besok langsung pindah"
Ada gurat kesedihan yang terpancar dari raut muka Husna,ia berbalik lalu masuk ke kamar nya.
"Udah semua nih Dek,,yuk kita istirahat"
Ajak As merangkul Mar menuju tempat tidur.
Setelah keduanya hendak memejamkan Mata,
"Biiiikkk....."
Teriakan Tia dari luar kamar terdengar nyaring membuat Mar mengurungkan niat nya untuk tidur,ia beranjak kemudian membuka pintu.
"Tia sayang,,kok belum bobok??kenapa?"
Mar berjongkok menjajari bocah mungil di hadapan nya.
"Tia mau bobok sama Bibik ya...kata mama besok bibik pindah,,nanti Tia rindu"
Tia menunduk murung dengan mata berkaca- kaca.
Mar segera melabuhkan pelukan sayang ke Tia,dengan membelai rambut halus nya.
"Boleh sayang...boleh...Tia jangan sedih ya,,Bibik kan pindah nya gak jauh,,kapan pun Tia rindu,,Tia bisa datang kerumah Bibik,minta antar sama Mama,atau....nanti tiap akhir pekan bibik yang akan jemput Tia,,ya..."
Tia mengangguk,,dan Mar menggandeng nya masuk ke kamar,untuk tidur.
As,tersenyum menyaksikan pemandangan haru dihadapan nya.
Sementara Mar mulai menggosok-gosok punggung bocah mungil yang kini tidur ditengah- tengah mereka.
****
Pagi-pagi sekali Mar membuka mata nya,beranjak pelan- pelan sekali agar tak membangunkan Tia dan suaminya.
Mar bergegas Mandi,mencuci dan menyiapkan sarapan,yang kini telah tertata rapi di atas meja makan.
memandang ruang makan,mata Mar berkeliling lalu menghela nafas panjang.
"Aku pasti akan sangat merindukan ruangan ini,,"
Ujarnya dalam hati,dimana disinilah semua anggota keluarga suaminya akan berkumpul,bercerita dan bersenda gurau ketika makan.
"Wah..dah beres semuanya dek,,pagi sekali kau bangun"
Sapa Husna ketika melintas hendak ke kamar mandi.
"Iya kak"
Jawab mar tersenyum sambil membenarkan poni nya.
"Bibiiiikkk..."
Rengek Tia keluar kamar menghampiri Mar.
__ADS_1
"Eh..anak cantik sudah bangun,,mandi yuk,,abis itu kita sarapan"
Mar berjongkok dihadapan bocah mungil itu.
Tia mengangguk sembari mengucek matanya.
Setengah jam berlalu kini tiba lah saat sarapan,,semua berkumpul,kecuali As yang masih sibuk mengangkat barang nya keluar,kini 3buah Tas telah siap di depan pintu.
Mar menghampiri suaminya mengajak untuk sarapan,bersamaan dengan datang nya Husna diantara mereka.
Dengan membawa sebuah dus ditangan nya.
"Dek,,Ini kalian bawa,,ada beberapa piring gelas dan sendok,"
"Terima kasih banyak kak merepotkan kakak saja,"
Sambut Maryati sumringah.
"Tak apa,aku tak bisa memberi kalian apa- apa"
Setelah sarapan,Mar dan As berpamitan,Air matanya tak bisa di tahan meleleh begitu saja,saat Tia memeluknya seolah berpisah jauh.
"Bibik...Tia pasti kangen bibik,,malam ini Tia pasti kangen..kangen sekali..huhuhu..."
Tangis nya pecah membasahi pundak Mar.
"Tia anak pintar,jangan nakal ya,,nurut sama mama,minggu depan nanti bibik jemput,,main kerah bibik ya.."
Mar mengusap pipi gembil Tia.
"Huhuhu...iya,,Tia tunggu ya bik"
"He..eh...,Asal tia jangan nangis"
Tia mengangguk mantap dan mengusap air mata nya dengan lengan nya.
"Kak,kami pamit ya Kak..."
As bersalaman dengan Kakak dan Abang ipar nya.
"Kalian Hati-hati disana"
Kalimat pendek dari Husna mengantar menuju kemandirian sepasang anak manusia yang baru akan memulai hidup dari nol.
Dengan becak mereka menuju rumah Dinas yang telah disiap kan PT tempat As bekerja.
Sepanjang perjalanan,mereka berdua tak saling bercakap hanya genggaman tangan yang erat menggambarkan mereka kuat memulai semua dari nol.
Tak sampai1 jam,becak yang ditumpangi berhenti pada sederet rumah yang berbaris rapi,rumah-rumah semi permanen tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama bahkan warna yang sama pula.
Mar dan As turun,Hal itu mengundang perhatian warga di sekitar,
Seorang Ibu menghampiri mereka,
"Baru ya dik?"
Sapanya ramah.
"Eh...iya buk,,"
"Pengantin baru kayak nya..hehehe"
"Ehm...hehehe"
Mar tertawa salah tingkah,sembari menggaruk leher belakang nya.
"Yang mana rumah nya Kak,,??"
Tanya Mar.
"Sebentar ya dek...Aku lihat dulu,,aku lupa sama semua soalnya hehehe"
Setelah membuka secarik kertas dari sakunya,dan mencocok kan No rumah,As kembali menghampiri Istrinya.
"Yang ini dek,,blok c3 no 15."
Jawab As menunjuk Rumah yang tak jauh dari mereka berdiri.
"Mari buk,kita masuk dulu"
Pamit Mar dan As kompak.
Setelah berada di dalam,,Mar dan As kaget,ternyata di dalam sudah sangat bersih,dan terlebih perabotan rumah inti sudah ada tersedia.
"Kak..apa benar ini rumah nya,,jangan- jangan kamu salah,"
Tanya Mar ragu.
"Iya ya...kok sudah ada isi perabot"
jawab As tak kalah ragu.
"Tapi berdasarkan alamat yang di kasih Orang kantor kemarin benar,,blok c3 no 15."
Sambung nya.
"Ya udah kak,,berarti ini rejeki kita,,padahal semalam aku sudah bingung menghitung uang buat beli lemari,kasur dan kompor,eh ternyata udah ada,,bonus kursi lagi..hehehe"
Senyum lebar Mar di depan muka suaminya.
"Ehm...tapi,,jangan senang dulu,siapa tau ini barang pemilik rumah yang lama,,tapi belum di angkut"
As lagi-lagi mengernyitkan dahinya bingung.
"Eh..iya juga ya..tapi gak papa Kak,,nanti kalau pemilik nya mau ambil ya,,kita kasih aja...iya kan?"
Balas Mar.
As mengangguk,sembari memeluk Istrinya hangat menikmati awal kemandirian mereka.
__ADS_1
Bersambung**