Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
Bab 35 Cobaan besar


__ADS_3

Hari silih berganti,bulan demi bulan bahkan tahun pun kian bergulir,,tak terasa ini tahun ke Enam mereka tinggal di area Panglong milik Akiyong.


Bahagia tengah menyelimuti keluarga mereka terlebih As yang telah menjadi orang kepercayaan Akiyong.


Kehidupan mereka membaik,bahkan sangat baik,perekonomian mereka stabil bahkan bisa dibilang meningkat drastis,mulai dari aset rumah,tanah,emas dan sedikit tabungan mulai di kumpulkan Mar dan As untuk bekal Anak-anak mereka kelak ketika dewasa.


Baby Ana tumbuh menjadi Anak yang tangguh,mandiri dan penyayang,


Sebagai Anak pertama,yang kini telah memiliki 2 orang Adik perempuan yang tak kalah menggemaskan,,Sulung Ana menjadi pribadi yang sangat bertanggung jawab untuk ukuran anak- anak seusianya.


Mar harus nya memiliki 4 Orang Anak,namun takdir berkata lain,Tuhan mengambil kembali bayi laki- laki yang baru satu jam dilahirkan Mar,Dia adalah Anak ke dua Mar,tepat di usia Baby Ana ke 2 tahun.


Ketegaran Mar menghadapi kehilangan bayi laki-lakinya,benar- benar luar biasa,tak ada setitik air mata pun yang jatuh,walau pedih hatinya tak dapat disembunyikan.


Mar terbilang perempuan istimewa yang di anugerahi rahim yang sangat sehat,tak menunggu waktu yang lama,hingga akhirnya ia dipercaya kembali menimang bayi,dan kini di usia yang masih muda Mar telah menjadi Ibu dari 3 orang Putri cantik,dengan nama-nama yang indah.


Putri ke 3 nya Diberi nama Ervina Triwahyuni


dan putri ke 4 nya di beri nama Reni octaria.


As memang pandai merangkai nama yang indah untuk buah hatinya.


***


Sore Ini,


"Maaa....Papa mana Ma??"


Tanya Ana,pada Mar yang tengah melipat pakaian.


"Papa masih kerja Na..kenapa??"


"Ana mau gado-gado sama es alpukat"


"Oh..hehe...sabar ya sayang..bentar lagi Papa pulang"


Mar membelai pipi Ana.


Seketika Ana tersenyum,dan kembali bermain dengan kedua adik nya.


Mar menatap ke tiga putrinya,entah kenapa tiba- tiba ada sedih di hatinya,sedih yang ia sendiri tak tau kenapa.


"Huuuffft..kenapa ya,,kok firasat ku gak enak,,"


Mar menghentikan lipatan nya,kemudian mengambil segelas air minum,ia meneguk nya habis berharap hatinya menjadi tenang.


Perasaan nya benar- benar gelisah,beberapa kali Mar bolak balik keluar rumah menunggu As pulang.


Hampir magrib,ketika As pulang kerumah,


"Ma...kamu kenapa?"


Tanya As ketika melihat Mar duduk termangu sendirian di teras rumah nya.


"Entah lah Pa,,dari tadi perasaan ku gelisah,,seolah-olah akan terjadi sesuatu."


"Cuma perasaan mu saja Ma,,yuk masuk"


Ajak As merangkul pinggang ramping Istrinya.


Saat Tengah Makan malam,


"Papa..besok libur kita jalan- jalan ya..."

__ADS_1


Pinta Ana kepada As.


"Ehm...emang Ana mau kemana??"


"Terserah Papa deh..yang penting,pulang nya kita beli gado-gado ya pa...sama Es alpukat"


"Siap Bu Bos....Besok kita pergi ya..."


"Yeeeeee... makasih Papa..."


Sorak Ana,kemudian melanjut kan Makan.


Tiba-tiba..


Duuuaaaarrrrr....!!!!


Terdengar ledakan besar dari arah luar..


"Mamaaaaa...... Ana takuttt"


Ana reflek memeluk Mar,begitu pun dengan vina dan Eni.


"Sini sayang...sini....tenang ya,,jangan takut...Pa..itu Apa??"


tanya Mar pada As.


"Aku tak tahu Ma,,tenang jangan panik,,jaga Anak- anak..Aku periksa keluar."


Baru beberapa detik As beranjak,tiba-tiba listrik padam,seiring dengan ramai nya orang diluar berteriak-teriak.


"KEBAKARANN.....KEBAKARANNNN...KEBAKARAN......KEBAKARAN...."


Deg..!!!


Dengan menggendong dua balita nya Mar keluar,sementara Ana berpegang kuat di ujung baju Mar.


"Ya tuhan..Api Pa...!!!"


Seketika badan nya terasa lemas,lutut nya gemetar,keringat dingin membanjiri tubuh nya.


di langit nampak berwarna merah terang menyala,suara gemeretak dan dentuman terus saja memecah malam.


"Pa...bagaimana ini??"


Mar terus berusaha mengatur nafas nya yang terasa sesak,seperti ada yang menghimpit.


"Tenang ma...kamu Ambil barang berharga..lalu cepat naik ke atas,,"


As dengan cekatan menyelamatkan Anak- anak nya..sementara Mar hanya mampu mengambil beberapa lembar pakaian,uang,surat berharga dan simpanan emas milik nya,lalu berlari menyelamatkan diri.


Dirinya terus memompakan semangat,disaat ia merasakan raganya nyaris pingsan.


"Aku gak boleh nangis..Aku gak boleh pingsan,,anak- anak butuh Aku"


batin Mar,meski hancur hatinya melihat rumah nya mulai di jilati Api.


Dari kejauhan,,mereka memandang betapa rakus nya si jago merah melahap rumah mereka,,dalam hitungan menit,,semua rumah rata hangus terbakar.


Musibah kebakaran yang besar baru saja terjadi..


Hati mereka hancur,pedih namun tetap tak ada air mata yang keluar,demi anak- anak nya mereka harus kuat.


"Habis Pa..."

__ADS_1


Ujar Mar lirih.


As memeluk pundak Mar.


"Sabar ya Ma,Tuhan sedang memberi kita cobaan,,kita harus kuat"


"Maaaa ...Api itu makan baju baru Ana...boneka Ana..Mainan Adek-adek"


Ujar Ana disela-sela tangis nya.


"Biarin ya Nak..nanti kalo Papa gajian...kita beli yang jauuuuhhh lebih bagus"


As,mencium kepala Ana,,sekuat tenaga ia menahan Air matanya hingga dadanya terasa sangat sesak.


Setelah kondisi terkendali,diketahui bahwa terjadi konsleting listrik dari salah satu mesin di Panglong.


Mereka masih di tenda darurat ketika,Bulromi datang,menjemput.


"Mama...itu Yai Ma..."


Teriak Ana menunjuk laki- laki Paruh baya yang berjalan mendekati mereka.


"Bak...siapa yang ngabarin"


"Tetangga Mar..Ya Allah nak..yang sabar ya...kalian"


Tak kuasa melihat keadaan Anak cucu nya Bulromi menitik kan Air Mata,yang buru- buru di seka nya.


"Ayo kita pulang,,kasian Anak-anak disini dingin.."


Bulromi menggendong Vina,sementara Eni sudah lelap dalam pangkuan Mar,dan Ana bergelanyut di punggung As.


Mar dan As akhirnya menuruti perkataan Bulromi untuk pulang kerumah orang tua Mar.


Masning yang menantikan kehadiran mereka sedari tadi memeluk hangat Mar dan cucu nya dengan derai air mata.


"Kalian yang sabar Nak...ini ujian,,setelah ini akan ada rejeki kalian yang lain yang mungkin akan lebih baik lagi"


ujar Masning sambil terisak.


Mar hanya mengangguk,,lalu berjalan masuk ke kamar dimana ketika dia belum menikah.


Mar meletak kan Eni sangat hati-hati,disusul Vina dan Ana yang sepertinya juga mengantuk.


"Ma...kita bobok disini ya malam ini??"


Tanya Ana.


"Iya sayang....Ana istirahat ya,,ajak vin"


"Kita di sini sampai kapan Ma??"


Tanya Ana lagi.


"Belum tau sayang....yang pasti kalo rumah kita udah bagus lagi..baru kita balik ya...udah,,Ana bobok ya..pasti capek kan??"


Mar mencium kening Ana,dan vina,kemudian menyelimuti mereka.


Bayangan Api yang menyala dan membara terus terbayang di otak nya,sama sekali ia tak pernah menyangka,,musibah ini akan menimpa keluarga mereka,


Setelah Ke Tiga putrinya tidur,Mar bersandar pada dinding rumah nya..tangis yang ia tahan sedari tadi akhirnya tumpah,,berderai tak terbendung..isak yang ia tahan meronta terlepas..


Mar menarik nafas dalam-dalam,,kemudian mengusap pipinya yang basah,,mencoba mengeringkan air mata..lalu terduduk di lantai membungkuk membenamkan wajah nya pada lutut yang lemas.

__ADS_1


Barsambung**


__ADS_2