
Waktu terus berputar,tak terasa hampir 3 bln sudah berlalu dari hari yang paling bersejarah di hidup Mar,itu artinya sudah hampir 3bulan pula Mar menyandang status baru sebagai seorang istri.
Mar mulai terbiasa dengan hal- hal yang baru ia temui setelah menikah.
Kedekatan Mar dengan Husna pun bagai seorang adik dan kakak kandung,,sikap Mar yang lemah lembut,enteng tangan dan pandai memasak membuat Husna senang dan merasa sangat terbantu,,terlebih anak- anak nya yang sudah sangat lengket dengan Mar,bahkan semenjak Mar tinggal di rumah Husna,si bungsu Tia selalu nempel pada nya,hingga tidur malam pun tak ingin berpisah.
Tentu saja hal itu tak menjadi beban buat Mar,,malah dengan senang hati melayani segala kebutuhan Tia bagai ibu yang melayani balita nya.
"Bibi....Tia mau bobok..."
Rengek Tia malam ini sembari mengucek matanya menghampiri Mar yang sedang melipat pakaian.
"Tia sudah ngantuk ya sayang??"
Mar menghentikan lipatan pakaian nya,segera mengangkat tubuh balita lucu itu dan menggendong nya"
"Iya...hooooaaammmmmm"
Mulut nya menganga lebar,Mata redup Tia menandakan bahwa bocah ini telah ngantuk berat.
"Tia,,jangan ganggu Bibi,,bobok sama Mama ya..sini"
Husna menghampiri Mar dan berniat menggendong balik Tia.
"Gak mau...Tia mau sama Bibi aja,,huhuuuuu..."
Tia menangis histeris ketika Husna berusaha menggendong nya.
"Gak apa- apa Kak..biar Tia sama aku,,cup..cup...Tia sayang...jgn nangis ya...bobok sama bibi ya..."
Mar menenangkan Tia.
"Aduh...maaf ya Dek,,ehmmm..ngerepotin kamu jadi nya"
Mar tersenyum lalu mengajak Tia masuk kamar.
"Tia,,gak boleh gitu ya sama Mama,,itu kan Mama nya Tia"
"Mama suka galak Bi...gak kayak Bibi.."
Dengan senyum tulus Mar memeluk Tia.
"Mama gak galak,cuma kadang mama terlalu capek,,kan kerjaan mama banyak,,bibi juga galak kalo bibi lagi capek,ya udah sekarang Tia bobok ya..."
Mar mengusap- usap kening bocah tersebut sambil mengeluar kan suara berdesis dari mulut nya,dalam hitungan menit,,Tia sudah lelap.
Dengan sangat perlahan Mar turun dari tempat tidur nya,berniat melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda.
Begitu Mar membuka pintu kamar,disaat bersamaan pula As masuk dan mereka hampir saja bertabrakan.
"Tia sudah tidur Dek?"
"ehm..eh,,sudah"
"Dek..kamu kerasan tinggal disini?"
As bertanya sembari meraih tangan Mar dan mendarat kan kecupan mesra di punggung tangan Mar.
"Kenapa Kak,kok nanya seperti itu?,,aku nyaman kok"
"Aku berniat mengajak mu pindah,,kamu mau?"
"Pindah?,pindah kemana??"
"Terserah kemana,,kita ngontrak dulu..biar kita belajar mandiri"
"Ehm...aku nurut aja kak,,mau nya kakak gimana"
"Ya udah,,nanti aku cari- cari kontrakan kosong,yuk kita tidur"
As menarik tangan Mar,dengan senyum manja layak nya bocah kecil yang ingin ditemani.
"Ehm...kak,,duluan aja,,aku mau lanjutin lipat pakaian"
__ADS_1
Senyum kecut As seketika menghiasi muka nya.
Mar tersenyum geli melihat mimik muka suaminya yang tiba-tiba berubah masam.
Pagi ini di meja makan,
Semua sudah siap di kursi masing-masing,untuk menikmati sarapan pagi seperti hari-hari biasanya.
As,berniat mengutarakan maksud hati nya.
"Ehm...Kak..Bang..Aku mau ngomong sesuatu."
As tampak sangat hati- hati sekali berbicara,ia takut kakak nya tersinggung dengan keinginan nya untuk pindah dari rumah Husna.
"Ngomong apa Dek,kok kayak nya serius sekali?"
Jawab Mansyur sambil memanjangkan tangan mengisi piring nya dengan Nasi goreng hangat buatan Mar,yang baru saja di letakan di atas meja.
"Anu...ehm..itu Bang,,kami berniat mengontrak rumah sendiri,,mau belajar mandiri"
Ujar As gugup.
"Loh..kenapa?,Kalian tidak kerasan tinggal disini??,atau kalian terganggu dengan ramai nya anak- anak?"
"Oh...enggak kok kak,,sama sekali bukan itu alasan nya,,hanya benar- benar ingin hidup mandiri tidak lebih"
Balas Mar dengan cepat.
"Ehm...jujur ya,,aku berat untuk melepas kalian"
Husna menunduk lesu.
"Kalau boleh meminta,,menetap lah disini,"
Sambung Husna lagi.
"Biarkan lah Ma,,jangan memberatkan niat mereka untuk hidup mandiri,,kalo abang,,yang mana menurut kalian terbaik"
Mansyur menengahi.
Pertanyaan beruntun dari Tia membuat Mar menghentikan suapan nya lalu menghampiri Tia.
"Tia sayang....Tia gak nakal kok,,Tia kan anak pintar..."
"Lalu...napa Bibi mau ninggalin Tia?"
kali ini Mata Tia mulai berkaca- kaca.
"Bibi gak ninggalin Tia,,cuma mau pisah Rumah,,tapi belum tau kapan"
"Hemmmm ....."
Tia menunduk.
Sampai acara sarapan selesai,Tia hanya diam,bocah itu seperti kehilangan semangat untuk bermain.
As telah berangkat kerja,begitupun dengan Mansyur dan anak- anak Husna yang lain.
Tia tampak duduk di Ayunan rumah mereka dengan muka murung nya,
Mar menyadari hal itu lalu mendekati Tia.
"Anak cantik,,kenapa murung?"
"Tia sedih Bi,,bentar lagi Tia gak bisa bobok bareng Bibi lagi"
"Ehmm....gak boleh gitu,,nanti kalau beneran Bibi pindah,,malah lebih enak,,Tia bisa main kerumah Bibi,,menginap,,kita bisa main..cerita"
"Beneran Bi,,Tia boleh datang?"
"Boleh dong...."
"Boleh menginap juga???"
__ADS_1
"Boleeeehhhhh"
"Yeaaayyyyy"
Tak menunggu waktu lama,Tia kembali ceria dan heboh memainkan mainan nya.
Ketika sore telah datang,satu persatu anggota keluarga dirumah besar itu mandi bergantian,begitu pun dengan Tia yang sudah siap dengan handuk kecil di lehernya.
"Sini sekarang giliran Tia mandi,"
Ajak Husna kepada putri bungsunya.
"Tia mau mandi sama Bibi ya Ma..."
pinta nya manja.
"Huh...dasar Anak Bibi"
Cibir Rena begitu keluar kamar mandi.
Mar yang mendengar suara Tia ,dengan senyum segera menghampiri Tia dan dengan sigap memandikan nya.
Dalam hatinya bertanya apa yang terjadi jika Dia tak lagi tinggal dirumah ini,dirinya pasti akan sangat merindukan Tia.
"Anak cantik sudah Mandi..sekarang saat nya pake bajuuuuu"
Mar menggendong bocah manja itu ke luar kamar mandi.
"Eh...sudah pulang kak??,"
Mar menyapa As begitu mereka bertemu di pintu dapur.
"Iya,,Dek..Aku mau bicara aku tunggu di kamar ya"
As segera Masuk kamar setelah meletak kan sepatu nya di rak sepatu.
Mar mengernyitkan dahi,dalam hatinya bertanya- tanya apa yang akan di bicarakan suami nya.
Mar segera mendandani gadis kecil itu,
"Nahhh...Tia udah cantik,,sekarang Tia main dulu ya,,Bibi ada kerjaan"
"Siap Biiii"
Tia berlari ke depan rumah menghampiri kakak-kakak nya yang sedang bermain boneka.
Mar melangkah cepat menuju kamar nya menemui Suami nya.
"Kak,,belum mau mandi?"
Tanya Mar mengawali pembicaraan nya.
"Iya,,nanti dulu,aku mau bicara,sini duduk"
Mar duduk di sebelah Suaminya.
"Ada Apa kak?"
"Dek,,mungkin ini rejeki kita,,tadi Kakak di panggil bos,kakak di pindahin kerja ke Pt pengolahan karet yang besar itu,,dan kabar baik nya kita tinggal dirumah yang disiapkan PT"
Dengan antusias As menceritakan berita gembira itu pada Mar.
"Syukur lah kak,,tak susah kita ngontrak,kapan kita pindah nya kak"
Mar tak kalah antusias mendengar kabar gembira itu.
"Nanti kita bicarakan pada Kak Husna kabar ini"
"Ya udah,,kakak mandi dulu,,ini aku udah siapkan semua nya."
As menoleh pada sisi tempat tidur,ia mendapati perlengkapan nya telah tertata,mulai dari handuk,pakaian dalam,pakaian ganti.
Hal inilah yang membuat As merasa sangat di cintai dan di hargai sekali oleh istri nya,dari hal besar hingga hal yang paling sepele pun Mar sangat lah perhatian.
__ADS_1
Senyum penuh cinta terpancar dari raut muka laki- laki gagah itu,kecupan hangat mendarat di kening Mar,yang lalu disambut dengan usapan mesra di pundak As oleh Mar.
Bersambung***