
Malam yang sunyi untuk sebuah perkampungan padat.
Mereka melangkah beriringan menuju rumah seorang gadis yang nama nya kini terpatri kokoh di hati As.
Suasana terang bulan,cukup menambah pencahayaan jalan setapak yang hanya ada beberapa saja temaram lampu jalan di sekitar nya.
Tak hanya itu,suara derik jangkrik begitu nyaring seolah menjadi melodi mengiringi langkah-langkah penuh kemantapan hati.
Di kediaman Mar,
"Mar,,potong kue itu lalu tata di piring ini"
Masning menyodorkan piring lonjong kepada Mar.
"Iya Mak,"
Mar tengah sibuk mengatur letak makanan di meja,sesekali ia melirik jam dinding yang tergantung manis di sudut rumah nya.
Tok..tok..tok..!!
Assalamualaikum...
Mar saling pandang dengan ayah nya yang kemudian memberi kode untuk membuka pintu.
Mar mengangguk,,kemudian berjalan membukakan pintu.
"Kak Husna...Bang mansyur..As,,silahkan masuk"
Ajak Mar mempersilahkan masuk yang sebelum nya telah lebih dulu mencium tangan kedua suami istri kakak dari As.
"Iya,,terimakasih ya Mar.."
Jawab Husna sembari melangkah masuk,di dalam kedua orang tua Mar telah duduk menanti tamu yang sedari tadi di tunggu.
"Silahkan duduk...silahkan...maaf tempat nya kecil"
Sambut Masning pada keluarga As.
"Ah sama aja buk,,maaf kami mengganggu datang malam-malam,,ini mohon diterima ya ibu.."
Husna menyodorkan barang bawaan nya kepada Ibu nya Mar.
"Wah..repot- repot sekali Nak..,terimakasih ya.."
Masning menerima seserahan sederhana dari keluarga As.
"Silahkan minum Kak..Bang..As.."
Mar membawa nampan berisi kue dan minuman.
"Makasih ya Mar,,sini..kamu duduk sini dulu"
Husna menepuk lantai tepat disamping nya menyuruh Mar untuk turut duduk bergabung bersama mereka.
Mar mengangguk,,tersenyum kemudian duduk diantara Husna dan Ibunya.
"Maaf kan kedatangan kami yang mungkin begitu mendadak,,niat kami kesini untuk meminang Mar menjadi istri Adik kami As,,jujur kami tak ada persiapan apa- apa,tapi kami berharap agar itu semua tak jadi penghalang untuk meminang Mar"
Husna menutur kan niat nya di depan Mar dan kedua orang tua nya.
Mar hanya menunduk Malu begitupun dengan As,,yang sejak awal kedatangan nya sudah gemetar dengan tangan basah dan dingin.
__ADS_1
"Jujur saja,,kami pun sebetulnya kaget dengan kedatangan kalian yang tiba- tiba,,kami pun tak ada persiapan,cuma kalo niat baik itu harus di segerakan,,jangan ditunda dan kami pun tak kan memberat kan dengan bermacam syarat dan permintaan."
Jawab Bulromi menanggapi Husna.
Senyum cerah tergambar jelas di masing- masing pihak.
"Kalau Mar mau,,kami berniat melamar Mar malam ini,,dan minggu depan pernikahan mereka kita gelar sederhana saja..Maaf,,kami tidak bisa menghadiahkan sebuah pesta pernikahan,karena keadaan Adik kami yang mungkin jauh dari kata mapan."
Sambung Husna lagi.
"Bagaimana Mar,,apa kau bersedia?"
Bulromi menanyakan kepada putrinya.
Mar mengangguk tersenyum.
"Alhamdulillah...!!!"kompak seisi ruangan tersebut berucap syukur.
"Maaf Nak Husna,,jika memang kita sudah sepakat minggu depan,,bagai mana dengan waktunya..apa sebaik nya malam hari saja kita gelar akad nikah sekaligus syukuran nya,dan maaf..bagai mana kalau pelaksanaan nya di rumah Nak Husna saja,,melihat kondisi keadaan rumah kami yang kecil."
"Ehm..seperti itu ya bu,,baik lah kalau itu kemauan Ibu,,bagaimana Mar??"
"Terserah Mak dan Kak Husna saja"
Husna menyenggolkan siku tangan nya pada lengan As,memberi kode.
As yang sedari tadi menunduk,,tersentak kemudian buru-buru merogoh saku celananya mencari sesuatu.
"Ehm...Bapak..Ibu..Mar..ini Mohon diterima.."
As menyodorkan sebuah wadah kotak hitam kecil berisi cincin emas polos beserta surat,tertera disana keterangan emas tersebut seberat 2 gram.
"Dan ini Ada sedikit uang untuk keperluan Mar,Bapak dan Ibu minggu depan"
"Terima kasih As"
Mar menerima Amplop dan cincin tersebut lalu menyerahkan kepada Ibunya.
"Baik,,berarti rasan kita sudah diterima dan tak ada kendala,,semoga lancar sampai acara Akad minggu depan"
Ujar Husna dengan senyum lega.
"Aamiin.."
Semua menjawab serentak.
Setelah masa tegang terlewati,obrolan- obrolan santai kini mulai terdengar,di selingi tawa renyah dari semua.
Tak terasa 2 jam berlalu,kini As dan kakak nya berpamitan pulang.
"Kami pamit pulang ya buk,,"
"Iya,,maksih ya untuk kunjungan nya"
"Ehm..kak,,aku disini sebentar,kakak sama abang duluan aja,,"
Ucapan barusan dari As membuat Mar bingung,sementara Husna,,mengernyitkan kening nya mendengar permintaan As,
"Loh..ini sudah malam As,jangan mengganggu waktu istirahat Mar."
Hardik Husna.
__ADS_1
"Ehm,,sebentar aja..ada yang mau aku omongin"
Bujuk As pada Husna.
"Baik,,tapi ingat ya,,segera pulang selesai ngomong.
"Siappppp komandan!!"
Balas As sumringah.
Tak lama setelah Husna dan suaminya meninggalkan rumah Mar,kedua orang tua Mar pun masuk.
Kini hanya tinggal dua sejoli itu yang masih berdiri terpaku dibawah langit malam yang berhias purnama indah se indah hati mereka malam ini.
"Ehm...Duduk kak..,,maaf tak ada kursi disini"
Mar mengajak As untuk duduk di tangga rumah nya,,
"Ah..apa??telinga ku masih waras kan??coba ulangi??"
Pinta As pada Mar,,setengah kaget mendengar panggilan Mar barusan.
"Silahkan duduk!"
Jawab Mar.
"Bukan...bukan seperti itu tadi!"
"Ehm...iya,,mulai malam ini aku panggil kamu kak,,lagian usia kita beda hampir 8 tahun kan?"
"Iya juga sih,,tapi jujur aku senang sekali mendengar nya Dek"
Mar mendelik ke arah As,,kemudian tersenyum malu.
"Dek,,makasih ya,,kamu mau menerima lamaran ku,,meski sangat jauh dari kemewahan seperti yang di idamkan seluruh wanita di muka bumi."
"Tak perlu bilang seperti itu,,aku pun tahu diri,,aku bukan orang hebat,,tak ada yang bisa ku banggakan dan kutinggikan,,bahkan Sekolah dasar pun aku tidak tamat"
"Jangan bilang seperti itu,bagiku kau adalah yang terhebat,,saat para gadis berlomba-lomba mencari pria mapan,,kau dengan hati yang ikhlas mencintai dan menerima ku apa adanya..itu lebih dari hebat,,bahkan sangat luar biasa"
"Jangan terlalu memuji ku Kak,,"
"Sungguh..aku sedang tidak memuji mu..Aku hanya berkata dari apa yang aku rasa.
Aku semakin yakin,,kelak..kau mampu menjadi istri yang hebat,,dan aku janji..akan membahagiakan mu..
Aku mencintai mu lahir batin,dunia dan akhirat..
dan kau harus tau,,tak ada yang mampu memisahkan kita kecuali kematian!"
"insya allah"
"Ya sudah,,aku pamit pulang..ini sudah larut,kau segera istirahat ya"
pamit As,sembari mengusap bahu Mar.
"He eh..."
As pun segera menuruni anak tangga dan berlalu menjauh dari rumah Mar,
Sementara Mar masih menatap punggung bidang milik laki- laki yang sebentar lagi akan menjadi imam nya.
__ADS_1
Bersambung**