
Mar berjalan dengan jantung yang terus berdegup,ia sadar ada seseorang yang kembali akan menghadang langkah nya pagi ini,dalam hati nya berdoa semoga As tak menyadari kepanikan yang mendera nya pagi ini.
“Hai..tumben agak siang?”
Sapa As penuh percaya diri,saat Mar hampir mendekatinya.
“kesiangan!”
Mar menjawab ketus,sambil terus melangkah berharap As tak mengejar nya,namun itu tak terjadi,As terus berusaha menjajari langkah Mar.
Meski demikian,Mar sempat melirik sekilas penampilan laki- laki di hadapan nya yang terlihat berbeda dari kemarin.
Sejujurnya ada getaran yang berbeda di hatinya,namun buru- buru ia menepisnya.
“Hei..tunggu..!,apa kau tak punya waktu sebentar saja untuk ku?”
Tangan As mencoba menghentikan langkah Mar,
“Kau mau apa?,aku sudah kesiangan!!”
Mar sedikit bicara keras,namun tetap penuh keanggunan menurut As.
“Aku Cuma mau kau perhatikan aku sesaat,lalu beri aku penilaian”
Mata Mar membelalak lebar mendengar penuturan As barusan.
“Hah....apa??hanya itu,,??”
“Ya..hehe,bukan kah aku telah menepati janjiku kemarin,bahwa aku akan berpenampilan rapi hari ini,”
“Yang benar saja.....apa yang di ingin kan laki- laki ini”
Gumam Mar dalam hati.
“Bagaimana??”
“Iya..kamu rapi,udah..permisi aku mau lewat”
“Eiitttss,,,tunggu..tunggu...kamu suka??”
As kembali menghadang langkah Mar,
Mar hanya menatap jengkel lalu berlalu meninggalkan As.
“Marrr...nanti malam aku akan dataaanggg....”
Teriak as saat Mar berlalu dari hadapan nya.
Sementara Mar,hanya menoleh dengan tatapan heran bercampur bingung.
Sepanjang perjalanan ketempat kerja nya,Mar seolah di hipnotis oleh As,bagaimana tidak,tampilan klimis dari seorang As terus terbayang di benak nya,sungguh penampilan yang sangat berbeda dari hari biasa nya sebelum nya As terlihat sangat berantakan,namun pagi ini sempat membuat mata Mar terpukau.
“Ahh...kenapa aku terus membayangkan wajah nya...”
Batin Mar menggerutu,namun beberapa saat kemudian..Mar tersenyum..
“Tapi...Dia tampan juga..hihihi,,”
Mar tertawa geli,sambil terus melanjutkan perjalanan nya.
Pagi menjelang siang,
Mar masih sibuk dengan tugas- tugas dari sang majikan,
Disela-sela kesibukan tangan nya yang sedang mencuci gelas- gelas kotor dari para tamu majikan nya,tiba- tiba ia rindu pada Ibu Ita,majikan nya terdahulu yang sangat luar biasa baik,
“Ehm..kalau aku masih bekerja di tempat Ibu Ita,jam segini aku udah siap mau pulang,apa kabar Ibu Ita,semoga selalu sehat,,ehmmm...rindu nya”
Mata Mar berkaca,mengenang masa lalu nya.
Mar mengangkat lengan nya,mengusap matanya dengan bagian bahu baju nya,kemudian bergegas menyudahi pekerjaan nya.
Di tempat baru ini,ia bekerja hingga sore hari,pekerjaan nya juga sangat banyak,semua pekerjaan rumah hingga kebutuhan orang rumah,Mar yang kerjakan.
“Ehm...beres,,”
gumamnya.
Dia berjalan masuk ke dalam rumah untuk berpamitan pulang,tepat pukul 4 sore.
"Permisi Ibu,,aku mau pamit pulang.."
__ADS_1
Ujar Mar dengan santai.
"Oh iya,,makasih ya..."
Jawab Sang majikan.
Mar melangkah keluar pekarangan,tak lupa kembali menutup pagar rumah Majikan nya.
Baru beberapa langkah...
tiba-tiba Mar berhenti sejenak,ia mengingat ucapan laki-laki itu,siapa lagi kalau buka As.
Mar memegang dada nya yang secara tiba- tiba bergetar,jantung nya memacu hebat.
"Yang benar saja.....apa Dia akan membuktikan ucapan nya?mungkin kah dia cuma sekedar iseng,tapi sepertinya dia laki-laki yang bisa membuktikan ucapan nya..seperti penampilan nya hari ini"
Mar terus menggerutu dalam perjalanan nya.
Mar sengaja memperlambat langkah nya,berharap As sudah pulang terlebih dahulu,bukankah pekerja disana pulang pukul 4 juga,namun perkiraan nya lagi- lagi meleset,orang-orang proyek memang sudah sepi,sepertinya sudah pada pulang,namun tidak untuk seorang As.
Dari kejauhan jarak sekitar 10 meter,Mar dapat memastikan seseorang disana adalah As,tengah bersandar pada gerbang masuk proyek,dengan gaya nya yang khas,menyelipkan kedua telapak tangan nya di saku celananya.
Sekuat tenaga Mar mencoba menyembunyikan wajah panik nya.
"Hai...baru pulang ya?"
Sapa As begitu Mar melintas di depan nya.
Mar hanya mengangguk,
sambil terus berjalan.
As mengikutinya lalu menjajari langkah nya.
"Kamu gak nanya aku?"
As memancing percakapan.
Mar menoleh sekilas,
"Nanya apa?"
"Ehm...Kamu kenapa belum pulang yang lain sudah sepi"
"Ehm...sengaja,nungguin kamu"
"Buat apa?"
"Ya...buat pulang bareng lah..."
"Bareng??maksud nya??"
"Kamu belum tau ya...ternyata rumah kita se arah,dan rumah kakak ku ngelewatin rumah kamu."
"Iya kah??"
"He..eh,,ehm...mungkin juga kamu kenal dengan kakak ku?"
"Siapa?"
"Husna"
"Apaaa??? yang benar saja??,sejak kapan kak Husna punya adik laki- laki,,!"
"Kenal??"
"Iya,,tapi aku tak pernah tahu,kak Husna punya Adik"
"Ahhh..ceritanya panjang,nantilah aku ceritakan,,"
Mar melirik As,
"Udah..jangan lirik- lirik gitu,,liat aja gak papa..gak bayar kok"
Ledekan As membuat wajah Mar seketika bersemu merah jambu.
"Ehmm...kalau dilihat- lihat memang agak mirip sih"
Ujar Mar menyambung percakapan.
"Lah..iya,,namanya juga kakak adek,,masih ragu??apa perlu nanti malam aku ajak kakak ku kerumah mu?"
__ADS_1
Mar tersenyum,untuk pertama kalinya di depan As.
"Nahhh...akhirnya"
Seru As.
"Kenapa??"
Jawab Mar dengan nada kaget.
"Iya...akhirnya senyum itu keluar,,ehmm...sering- sering ya"
Untuk kedua kalinya Mar tersipu.
Tak pernah terbayang oleh Mar,sore ini ia akan berjalan ber dampingan dengan laki- laki ini dengan percakapan santai,yang diselingi dengan canda yang membuat mereka berdua tak henti tersenyum.
Tak terasa,mereka sudah sampai di tikungan menuju rumah Mar.
Sore ini,Asiyah Farida dan beberapa teman nya yang lain sedang duduk di tangga rumah Asiyah.
Hal itu membuat Mar dan As,menjadi pusat perhatian teman-temannya.
"Cieee......duaan nich yeeee"
Ledek Asiyah,
"Wah..dah ada pengawal ya sekarang Mar??"
Timpal Farida yang disambut sorak sorai teman-teman yang lain.
Hal itu tentu saja membuat Mar sedikit canggung,lain hal nya dengan As,yang semakin tampil penuh percaya diri.
"Ya udah,,aku pulang ya..nanti malam aku datang"
Pamit As segera melanjutkan perjalanan pulang nya.
Nampak punggung bidang itu berlalu dari depan Mar,segera Asiyah,Farida dan yang lain menyerbu Mar.
"Eit...eitt....tunggu dulu,"
Tangan Mar segera di tahan teman- teman nya ketika hendak menaiki anak tangga rumah nya.
"Aduh...duh...apaan?"
Dengan pasrah Mar mengikuti kemauan teman-teman nya untuk duduk.
"Jawab dulu,,itu tadi pacar kamu ya?"
Todong Farida.
"Bukan!!"
"Trus???kok mesra?"
"Ahhh..mesra apaan,,cuma pulang bareng aja kok,itu Adik nya Kak Husna,yang rumah nya di dekat sungai"
Mar menjelas kan.
"Iya,itu sih kami sudah tau,,dia kan lagi jadi perbincangan gadis- gadis kampung kita!"
Jelas asiyah,
"Masak sich,kok aku gak tau"
"Ehm..kamu sih..kerja terus,jadi gak tau kabar terbaru,,ini nich..si Farida ngefans banget sama Dia"
Cetus Asiyah.
"Hihihihi,,abisnya dia gagah banget sich.."
Jawab farida cekikikan.
Mar hanya tersenyum.
"Tapi Mar...kalau untuk kamu,Aku ngalah deh...gak pa pa hehhehe"
"Hahhaa...ya jelas lah kamu ngalah,orang kamu kalah pamor sama Mar,,hahhah"
Asiyah mendorong bahu Farida yang di iringi tawa dari mereka.
Bersambung.
__ADS_1