Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
bab 13 Suka cita


__ADS_3

Bulromi berpamitan kepada istri dan anak nya,dengan berjalan kaki Dia menuju kantor Pak Rudi yang berjarak lumayan jauh dari rumah nya.


Dengan membawa titipan harapan yang indah dari keluarga nya,Ia melangkah cepat dan penuh dengan semangat.


Sebetul nya ada angkot jurusan ke kantor Sang mandor,hanya saja Bulromi ingin menghemat pengeluaran nya,Dia berfikir,lebih baik menyimpan ongkos nya untuk hal lain,anggap saja sedang olahraga pagi.


Hampir satu jam perjalanan,akhir nya Bulromi sampai di depan halaman kantor yang berupa bangunan ruko 3 lantai, disana telah ramai orang lalu lalang,keluar masuk di sekitaran kantor.


Bulromi menghentikan langkah nya tepat di depan gerbang masuk,,Dia mengeluarkan sapu tangan yang terselip di saku belakang celana nya,menyapukan pada dahi dan sekitar leher nya yang basah oleh bulir- bulir keringat.


Dia menunduk memastikan pakaian nya rapi dan sopan.


Bulromi melangkah tegak penuh percaya diri,begitu sampai di depan pintu masuk,seorang Security menghampirinya.


"Selamat pagi Pak,,bisa dibantu?"


"Selamat pagi pak,,saya mau ketemu Pak Rudi,beliau menyuruh saya datang hari ini"


"Oh,,sebentar ya Pak, saya tanya ke dalam dulu,,maaf sebelum nya ini dengan Bapak siapa?"


"Ehm..saya Bulromi pak"


"Silahkan bapak duduk dulu pak"


S?ecurity tersebut mempersilahkan Bulromi duduk di ruang tunggu.


Bulromi melangkah kan kaki menuju tempat kursi tunggu yang tak jauh dari pintu masuk.


Tak lama berselang,,Security tadi datang menghampirinya kembali,


"Maaf pak,,silahkan naik ke lantai 2,,ruangan B,Pak Rudi sudah menunggu bapak."


"Baik terima kasih pak"


Bulromi bergegas naik menuju lantai 2 ruangan yang dimaksud security tadi.


Begitu tiba di lantai 2,disana banyak sekali ruangan berjejer,semua pintu tertutup rapat dengan kaca di tutup riben gelap.


Bulromi mencari ruangan B.Tak sulit menemukan nya, sesuai urutan abjad ruangan B terletak di barisan ke 2.


Tiba di depan pintu,,Bulromi menghela nafas sebelum akhir nya..


Tok..tok...


Dia memberanikan diri mengetuk pintu,


"Silahkan masuk.!"


terdengar sahutan dari dalam.


Klek...


Bulromi membuka pintu,


"Selamat pagi pak.."


Ujar nya membungkuk kan badan kemudian berdiri di depan meja Pak Rudi.


"Pagi pak....ehm..."

__ADS_1


Terlihat pak Rudi mengingat namanya.


"Bulromi pak"


Sahut Bulromi.


"Oh..iya pagi pak Romi,silahkan duduk."


Bulromi tersenyum, kemudian melangkah dan duduk di kursi yang berada di depan meja pak Rudy.


"Begini pak...tujuan saya menyuruh Bapak datang kesini pagi ini adalah,,untuk menyampai kan,,


Atasan kita suka dengan kriteria lamaran yang bapak ajukan,,mereka juga sudah melihat pengalaman kerja yang bapak lampirkan.


Maka hari ini,kita akan tanda tangan kontrak atas proyek baru yang akan kita bangun.apa bapak siap?"


Bulromi yang sejak awal mendengarkan dengan seksama setiap patah kata yang di ucapkan pak Rudi seperti mendapat angin segar.Untuk pertama kali nya setelah sekian tahun tak mendapat borongan kerja,sekian bulan hanya pekerja serabutan dan sekian minggu menjadi pengangguran.. Akhir nya, hari ini ada yang mempercayainya lagi untuk menyerah kan pembangunan ruko panjang di luar kota.


Sungguh sebuah anugrah yang luar biasa yang di berikan tuhan untuk nya dan keluarga.


"Bagaimana pak??..."


pak Rudi kembali mengulang pertanyaan nya yang seketika menyadarkan Bulromi dari rasa tak percaya nya akan sebuah kenyataan di depan matanya sekarang.


"Oh..ehm...maaf pak..maaf saya melamun,saya siap pak..sangat siap"


Jawab Bulromi dengan mata berbinar yang hampir berkaca- kaca.


"Baik,,kalau begitu silahkan Bapak baca ini,,"


Pak Rudi menyodorkan map kertas berwarna hijau,


Pak Rudi yang menyadari bahwa Bulromi telah selesai membaca berkas nya kembali bersuara.


"Apa bapak setuju dengan isi perjanjian kontrak ini pak?"


Bulromi mengangguk.


Baik pak, kalau begitu silahkan bapak menanda tangani perjanjian ini.


Bulromi mengikuti perintah dari Sang mandor,menanda tangani semua kertas kontrak kerja borongan pembangunan ruko panjang tersebut.


Setelah selesai,,


Bulromi meletak kan pulpen yang masih Ia pegang.


"Maaf pak..kalau boleh tau kapan saya akan berangkat kesana,,dan bagaimana prosedur nya?"


"Kalau bapak sudah siap,,besok pagi kita berangkat,masalah akomodasi nya kami yang akan menanggung,jadi besok pagi kami tunggu Bapak disini sebelum pukul 9 pagi."


Bulromi manggut- manggut dengan muka Bingung.


"Kenapa pak,,sepertinya ada yang mengganjal di fikiran pak Romi?"


Pak Rudi mencoba menerka-nerka isi pikiran Bulromi.


"Maaf pak,,saat ini saya benar- benar tidak punya uang sepeserpun,sementara saya akan pergi dalam waktu yang cukup lama meninggal kan keluarga saya.."


Bulromi hening sesaat sambil menunduk.

__ADS_1


"Lalu??"


"Lalu...apa boleh saya meminjam uang,,dan jika saya gajian bisa potong gaji saya pak"


Bulromi berusaha bicara jujur meski terasa sangat tercekat di tenggorokan nya.


"Oh...hahhahhaha.."


Pak Rudi tertawa lebar,menanggapi ucapan Bulromi,sementara Bulromi sendiri menatap heran dan penuh tanya dengan sikap Mandor di depan nya.


"Bapak jangan khawatir,,kami sudah menyiapkan kasbon untuk karyawan yang akan bekerja ke luar daerah."


"Ahhh..."


Bulromi bernafas lega mendengar penuturan Pak Rudi barusan.


"Terima kasih banyak Pak....."


Bulromi menyalami tangan Mandornya dengan suka cita.


Bayangan senyum lebar dari anak dan istrinya memenuhi kepalanya.


"Ini pak,Pak Rudi menyodorkan amplop coklat di atas meja ke arah Bulromi,dengan tangan sedikit gemetar,Bulromi menerima nya.lalu membuka perlahan.


"Itu satu juta pak,,bisa dibayar Cicil selama 4 kali gajian."


Terang Pak Rudi.


Glek....


Bulromi menelan air liur nya sendiri mendengar nominal yang disebutkan Pak Rudi.


Untuk pertama kali nya Dia memegang uang satu juta ditangan nya.


Selama dia bekerja,,dan menerima borongan,,walau sering mendapat kasbon paling besar 200rb,itu pun biasanya kenyang dengan omelan terlebih dahulu.


Benar- benar ini proyek besar yang pertama kali ia terima.


"Sekali lagi terima kasih pak Rudi.."


"Sama- sama pak Romi."


Jawab pak Rudi dengan mengangguk- angguk kan kepala dan tersenyum ramah pada Bulromi yang benar- benar sedang di liputi rasa bahagia yang luar biasa.


"Oke pak,sudah jelas semua nya ya,,kalau begitu bapak boleh pulang..besok saya tunggu jam 9 pagi disini."


"Baik...baik...pak saya akan datang tepat waktu."


Bulromi meninggalkan ruangan,begitu keluar dari ruangan Pak Rudi,,Dia menyelipkan amplop coklat di dalam baju nya,yang sebelum nya mencabut selembar uang seratus ribu,dan menyelipkan di saku bajunya.


Dia bergegas menuruni tangga,,dan keluar meninggalkan kantor tersebut.


Diperjalanan pulang,Bulromi mampir ke sebuah toko serba ada,Dia membeli sekaleng susu,roti tawar,sirup, snack,mi instan,biskuit,rokok,kopi,teh dan beberapa cemilan yang hampir tak pernah mampir di tenggorokan anak dan istri nya.


Setelah selesai,bulromi segera membayar menggunakan uang yang telah ia pisah kan di dalam saku baju nya.


Bulromi melanjut kan perjalanan pulang kerumah nya dengan membawa sekantong besar belanjaan di tangan nya..


Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2