
Makan malam tiba ketika semua telah kembali dari aktifitas masing-masing.
Semua anggota keluarga berkumpul dimeja makan.
Selepas makan,,
"Kak,Bang..aku dipindahin kerja mulai besok"
As mengawali obrolan nya.
"Oh ya....Dimana?"
Mansyur begitu antusias dengan mata berbinar menatap As.
Sedang Husna hanya diam,seolah tahu As dan Mar akan meninggalkan Istana nya.
"Ehm...Pt Karet Bang,"
Jawab singkat namun penuh semangat dari As.
"Wah...bagus itu,kalo gak salah,,di sana punya jenjang karir yg bagus,ehmm..tunggu..tunggu..mereka menyiapkan rumah Dinas kan ya??"
Mansyur mencoba menebak dengan mengernyitkan dahi pilasnya.
"Iya bang,maka dari itu..aku sama Mar mau pamit,dan meminta restu untuk tinggal di sana."
As menoleh Mar yang tengah duduk di samping nya,begitu juga Mar yang membalas tatapan As.
"Ehm...ya..ya...ya,,kalo itu keputusan kalian Abang akan mendukung dan memberi restu,kapan pun kalian akan kembali ke sini,rumah ini akan terbuka lebar,ya kan Ma"
Mansyur meraih pundak Istrinya,mengusap nya lembut.
"Hemmpp..."
Husna menarik nafas berat,kemudian menghembus nya kasar,
"Sebenar nya Aku berat melepas kalian Aku terlalu nyaman dengan suasana seperti ini"
Sambung nya.
"Kak...kami janji,,bakal sering- sering berkunjung kesini,aku juga nyaman dan sangat kerasan tinggal disini,,menemani kakak,menemani Tia..tapi...."
Kalimat Mar terhenti,seiring dengan tertunduk nya wajah sayu itu.
"Iya,,aku faham...sudahlah,,tak usah kalian berat meninggalkan rumah ini,,aku restui kepindahan kalian"
Husna tersenyum,yang disambut dengan genggam mesra Mansyur pada jemarinya.
Hal itu membuat Mar sumringah,dan segera menghampiri kursi Husna,dan memeluk kakak ipar nya.
"Terima Kasih Kak."
"Oh iya,berarti besok Aku izin kerumah Mak ya Kak,aku mau memberi tahu soal kepindahan kami."
Husna mengangguk dengan tersenyum.
"Sshhh...Aduh...."
Tiba- tiba saja Mar memegang perut nya dan menutup mulut nya,,kemudian berlari cepat ke kamar mandi.
Sontak saja tingkah Mar mengagetkan se isi rumah.
"Mar ...kenapa?
Husna dan As saling pandang,kemudian berhamburan mengejar Mar.
"Dek....kamu kenapa??"
As mencoba bertanya dari balik pintu kamar mandi dan beberapa kali mencoba mengetuk.
Namun mar tak menjawab,malah terdengar tengah muntah.
Kecemasan As,malah disambut senyum lebar Husna.
Melihat Husna tersenyum,As mendatangi nya dengan Heran.
"Kok kakak tenang-tenang aja?senyum malah liat adeknya panik."
"Hahaha,,santai lah As,selamat ya...kau akan jadi bapak"
"Loh..maksud kakak,,Mar muntah,karna dia tengah hamil??"
__ADS_1
"Ya iya...mudah-mudahan tebakan ku tak meleset"
"Ah,,kakak,,dah macam dukun aja,,pandai meramal!!"
"Kau ini,,meremehkan Aku yang sudah punya 8 anak,,itu artinya sudah 8 kali pula aku hamil,,dan 8 kali pula aku mengalami hal yang sama!!"
As terdiam,dengan hati yang berbunga.
Klek!!
Pintu kamar mandi terbuka,
Mar keluar dengan nafas tak beraturan dan sedikit air mata yang nampak di sudut matanya.
As memapah istrinya masuk kamar,lalu memberinya segelas air minum.
Bersamaan dengan masuk nya Husna ke kamar,
"Dek,apa kau sudah terlambat datang bulan?"
"Ehm...sudah hampir 3 bulan ini aku tidak haid kak,"
Mar menjawab dengan sedikit meringis menahan rasa mual yang tengah ia rasakan.
"Kau belum cek??"
Mar menggeleng.
"Haduhhh...kau ini,,jangan terlalu cuek dengan diri sendiri,besok sebelum ke rumah Mak,kita periksa ke bidan dulu ya."
Mar mengangguk.
"Ya sudah,,kau istirahat saja,dan kau As,,bikin kan Mar teh manis hangat"
As pun mengangguk kemudian bergegas ke dapur untuk membuat kan Teh hangat.
Tak lama berselang As datang membawa segelas teh hangat.
"Masih pusing dek?,,masih mual??ni minum dek,,biar gak mual lagi,,"
As menyodorkan gelas teh pada Mar.
Mar meneguk habis segelas penuh teh hangat buatan suaminya,
kini dahinya terlihat berkeringat,
As yang menyadari itu,segera menyeka dengan tangan nya,lalu membaringkan Mar pada bantal yang lebih tinggi.
Mendapat perlakuan manis seperti itu hati Mar bagai kan remaja 17 an yang tengah jatuh cinta,bergejolak bahagia.
As berbaring di samping nya,dengan berbantal lengan sementara tangan satunya tengah mengusap-usap perut Mar.
Mata nya memandang mesra ke arah Mar,dengan bibir mengukir senyum tulus.
"Semoga benar kamu lagi hamil ya dek,,aku gak sabar jadi Ayah"
"Semoga ya...Hehehe,,tapi kalo ternyata aku cuma masuk angin,,kakak gak bakal kecewa kan?"
"Ya enggak lah,,itu artinya belum rejeki kita,ya udah...kamu istirahat ya..besok pagi-pagi periksa ke bidan"
Mar mengangguk dan memejamkan mata menuruti perintah suami nya.
"Kak...bangun...udah pagi loh..."
Mar menepuk mesra pipi As.
Sebetul nya As sudah terbangun dari sejak pertama Mar menyentuh wajah nya,,namun pagi ini,As sengaja ingin bermanja dengan istrinya.
"Kak,,ayo bangun,,"
Ulang Mar,kali ini dengan menggoyangkan bahu suaminya.
As masih saja berpura-pura pulas,
Melihat As yang masih tak terusik,Mar berniat mengecup dahi suaminya.
Namun belum sempat Mar mendaratkan bibirnya di kening As,As telah lebih dulu merangkul tubuh istrinya.
Mar yang kaget,sontak berteriak yang kemudian dilanjutkan tawa dari kedua nya,,
"Iseng banget sih Kak!"
__ADS_1
"Biarin,iseng sama istri sendiri,,yang penting iseng nya mesra iya kan??"
As lagi-lagi menggoda istrinya dengan mencolek hidung bangir milik Mar.
"Kamu udah cantik gini,,mau kemana,,bikin gemes pengen peluk- peluk"
"Loh kamu lupa,,kan mau periksa"
"Ya ampuuuunnn,iya aku lupa!!!"
As segera bangkit dan menepuk jidat nya sendiri.
"Ya udah,,makanya kamu mandi,sarapan trus kita bareng- bareng perginya,,tapi ke bidan nya biar aku sama kak Husna aja ya"
As terlihat manggut-manggut dan segera keluar kamar setelah melabuhkan kecupan di perut istrinya.
Mar tersenyum simpul mendapati perilaku suaminya yang semakin romantis.
30 menit berselang,
Selepas sarapan,mereka bertiga pun meninggalkan rumah.
"Rena,,jaga Adek ya,,mama nemenin bibi berobat dulu"
Pesan husna pada Rena putrinya.
"Iya ma,,tapi jangan lama- lama ya.."
"As,,kau tak usah ikut,,kau kerja saja,,ini kan hari pertama mu kerja di tempat baru"
"Iya kak,,semoga hasilnya beneran hamil ya"
Husna dan Mar tersenyum.
Sesampainya di klinik,
"Selamat pagi Ibu,,siapa yang mau periksa?"
Tanya bidan Ani ramah.
"Pagi Bu bidan,ini Adik saya,,dari semalam mual-mual,udah 3 bulan tidak haid"
"Oh,,baik...coba kita periksa ya ibu,,silahkan baring disini"
Menunjuk bed tempat periksa.
Deg-deg an yang dirasakan Mar,sama seperti yang ia rasakan saat hendak ijab qobul kala itu.
"Tenang ya Bu,,kita tensi dulu"
Bidan Ani mulai memeriksa,tekanan darah
kemudian hal yang ditunggu- tunggu tiba,,saat nyala komputer di depan nya menunjuk kan gambar yang sama sekali tidak di mengerti oleh Mar.
"Wahhh,,selamat ya ibu....nih...nih lihat,,ada calon bayi nya,berarti bentar lagi jadi Mama."
Tak terasa,air mata Mar meleleh mendengar penuturan Bidan Ani barusan,
Benarkah,sebentar lagi ia akan menjadi ibu?,,sungguh kabar yang sangat indah yang tak sabar ingin ia bagi dengan suami dan orang tua nya.
"Ini kandungan nya masuk 12 minggu ya bu,masih rawan,,harus hati-hati minum vitamin nya ya.."
Terang Bidan ani sambil menyerahkan beberapa bungkus vitamin.
"Makasih ya Bu bidan,"
Mar meraih bungkusan vitamin tersebut dan memeluk Husna erat,,
"Selamat ya Dek,,sebentar lagi kalian punya bayi"
Begitu keluar dari klinik,
"Aku gak antar kerumah Mak ya dek,,takut Tia nangis,kau bisa sendiri kan?"
"Iya Kak,,gak apa...Aku bisa,,ehm...Aku pulang nya sore ya kak,,bareng sama Kak As"
"He eh...hati-hati ya"
Husna berlalu,begitu pun Mar berjalan penuh semangat menuju Rumah Orang tua nya.
Bersambung**
__ADS_1