
"Yeeeaaayyy...aku menanggg ,,!!"
Teriak Maryati begitu sampai di depan gerbang sekolah nya.
Lalu ia menoleh kebelakang,,Tini berada jauh ketinggalan.
Maryati yang berperawakan kecil,,memang terkenal gesit dalam berlari,oleh sebab itu dia selalu di pilih oleh sekolah untuk mewakili saat ada lomba lari.
Tini nampak begitu ngos ngosan begitu sampai di dekat maryati.
"Oke,,kamu menang."
Ujar nya dengan nafas yang tersengal- sengal.
Maryati tersenyum lalu masuk ke sekolah nya sementara Tini akan menunggu nya di tempat biasa dia menunggu.
"Kamu kenapa selalu nunggu disini??"
Sapa Ibu- ibu pemilik warung tempat biasa Tini menunggu.
Sapaan ibu tersebut tentu saja membuat Tini gugup untuk menjawab.
"Ehh...anu..itu..dia sepupu aku buk"
Jawab Tini gugup
"Trus,,kamu gak sekolah?"
"Eng..anu..enggak"
"Kenapa??"
"Entah lah buk,,otak saya gak mampu untuk belajar..hehehe"
Tini menjawab sembari nyengir kuda yang di ikuti garukan kepala yang tidak gatal.
Si Ibu hanya menggeleng- geleng kan kepala nya.
"Sayang sekali padahal kamu cantik,,"
Batin si ibu.
Tini yang salah tingkah karena terus di perhatikan si ibu,,akhir nya hanya menunduk malu.
Sesekali ia berdiri melongok kan kepala nya ke dalam pagar sekolah,,kemudian balik lagi untuk duduk dan menunggu,,begitulah seterus nya hingga lonceng sekolah di bunyikan.
Teng...teng...teng..teng...!!!
Anak- anak berhamburan keluar,,
Sambil berlari Maryati dengan cepat menemui Tini.
Wajah tini begitu sumringah melihat Maryati dihadapan nya,,
mereka kemudian pulang dengan bergandengan tangan,bernyanyi,bersiul,kadang-kadang terlihat mereka berlari,,berkejaran sambil bercanda...seolah tak ada beban.
Betapa bahagia nya mereka kala itu.
Setelah sampai dirumah Nenek nya,,mereka mengucap salam dan mencium tangan nenek nya,,
nampak nenek nya tengah duduk bersandar menunggu mereka pulang.Maryati bergegas mengganti pakaian,,kemudian menuju dapur,,
Maryati merasa perut nya begitu keroncongan,,sebenar nya ada uang saku pemberian paman nya,,namun Maryati tak pernah menggunakan nya untuk jajan disekolah,,ia selalu menabung nya,,dan akan memberikan nya kepada ibu nya saat akhir pekan ketika pulang kerumah.
Melihat Maryati dan Tini ke dapur,,
Nenek nya berjalan dengan cara ngesot dan terseok - seok sambil duduk dengan menyeret kaki kiri nya yang lumpuh,menggunakan tumpuan pada tangan kanan nya menghampiri Maryati.
"Mar...kalian makan lah,,itu di panci nenek masak gulai ikan."
Ucap nenek nya.
meski lumpuh sebelah badannya,,Nenek mereka pandai sekali memasak menggunakan sebelah tangan nya,untuk urusan belanja,,Paman nya setiap pagi akan kepasar menggunakan sepeda sebelum dia berangkat kerja.
"Baik nek,,"
Jawab Maryati dan Tini kompak.
"Nenek sudah makan??"
Tanya maryati.
__ADS_1
"Sudah,,selesai masak tadi nenek langsung makan."
Tak butuh waktu lama,,mereka telah menghabis kan nasi di piring mereka.
Setelah membereskan peralatan makan dan peralatan dapur yang kotor,,Maryati tertawa lebar,lalu berkata...
"Ha...ha...bahagia nyaaa..hari ini aku bebas tugas...."
Tini yg mendengar itu,,memanyun kan mulut nya,lalu bergegas ke sumur untuk mencuci 1 bak piring kotor.
Setelah semua beres,,mereka akhir nya berpamitan kepada nenek mereka untuk main.
"Mar,,jangan lupa bawa karung ya..."
Ujar Tini ketika mereka hendak berangkat.
"Siaaapp"
Mereka berjalan menuju kebun pak Haji Arif yang letak nya lumayan agak jauh dari tempat nenek mereka.
Setelah sampai..Maryati melihat ke kiri dan ke kanan memastikan bahwa pak haji Arif tidak sedang berada di tempat.
Setelah merasa aman..Tini masuk ke area tambak ikan milik pak haji Arif.dia menaruh 3 pancingan ikan pada sebuah kayu kecil lengkap dengan umpan,,sementara menunggu mereka ber keliling kebun,,nampak oleh mereka batang pepaya yang buah nya sudah menguning,lalu mereka memetik beberapa buah pepaya..dan memasuk kan nya ke dalam karung,,
"Mar,,sepertinya umpan kita sudah di makan,,coba kau angkat..!!"
perintah Tini kepada maryati.
Maryati berlari ke arah pancing mereka,,dan mengangkat nya..
"Benarrr Tinn....dapat yang besarrrr.."
Saking senang nya,,tanpa sadar mereka bersorak sorai gembira"
Dan tentu saja itu membuat pak haji Arif yang tengah ber istirahat di pondok nya,mendengar teriakan mereka..
"Siapa ituuuu??!!!"
Teriak nya.
"Gawattt Tin...pak haji Arif nya ada.."
Mereka bergegas memasuk kan ikan hasil curian mereka ke dalam karung,,dan berlari cepat..
Melihat 2 anak kecil keluar dari tambak ikan nya..
Pak haji Arif murka,,
"Ohhhh,,,kalian lagi yaaaa...
kurang ajar ya...kecil- kecil sudah belajar mencuriii.."
Maryati dan Tini yang ketakutan berlari secepat kilat menerobos apa saja di depan nya.
"Heyyy...tunggu kalian...sini..aku tangkap kalian ya,,biar aku masuk kan kalian ke kantor polisi"
Gertak pak haji Arif sembari mengacungkan golok besar nya.
Maryati menoleh,,
"Tiniiii...pak haji Arif mengejar bawa golok"
Maryati sangat ketakutan,,
beberapa kali dia terjatuh,,menyebab kan lutut nya berdarah.
"Yang penting kita lariii Marrr,,"
Ujar Tini sembari tetap memikul karung nya.
Sampai mereka di jalan besar,,terlihat Pak haji Arif sudah tidak mengejar,,mereka duduk di tepi jalan..nafas mereka tersengal- sengal,keringat dingin membasahi baju mereka.
Dengan muka pucat yang telah basah oleh keringat,,Maryati dan Tini tersenyum...
"Petualangan yang hebat.."
Ucap Tini
"Apanya yang hebat,,aku hampir mati ketakutan,,
Maryati merebah kan diri nya di rerumputan di tepi jalan,,nafas nya masih tersengal.
__ADS_1
Tini tertawa terbahak- bahak.
Sementara maryati memejam kan matanya sekedar melepas lelah nya.
"Pokok nya ini yang terakhir kali nya kau ajak aku kesini,,habis ini aku gak mau lagi"
Sambung maryati,
Lagi- lagi Tini terpingkal- pingkal.
"Kamu haus ya,,"
Tanya tini..
"Kalo ini kita bawa pulang,,nenek dan paman pasti marah,,,gimana kalo kita jual??"
Tini sejenak berfikir..
"Oke"
Sahut maryati.
Mereka kembali melanjut kan perjalanan,,sampai di depan warung sayur,,mereka berhenti,,
"Buk,,mau beli ikan dan pepaya gak buk??"
Tawar Maryati pada Ibu penjaga warung.
"Berapaan??"
Tanya ibu tersebut.
"Terserah ibu dech"
"Aku borong 20 rb ya semua nya,,dikasih ??"
Tanya ibu itu lagi.
"Boleh dech bu.."
Mereka memberikan nya kepada ibu tersebut..dan Ibu tersebut menukar nya dengan uang.
Di tengah jalan,,mereka membagi uang tersebut masing- masing 10 rb.
Mereka berhenti pada pedagang es dan gorengan,,lalu saling pandang,,kemudian tersenyum.
Dengan memesan es dan membeli 2 buah pisang goreng..mereka duduk untuk menikmatinya di pinggir jalan disisi gerobak gorengan.
"Tin,,kamu tau gak,,kalo uang yang kita dapat ini tidak halal??"
Tanya maryati..
Tini tertawa,,lalu menjawab..
"Biar lah mar,,"
"Kata guru agama ku,,kalo kita makan dari uang gak halal,,ini gak akan jadi darah daging"
Maryati mencoba menjelas kan.
Tini hanya nampak manggut- manggut sembari menyeruput es nya.
Maryati,,merasa sangat bersalah atas kenakalan nya,dia tau perbuatan nakal nya salah.
Ada sedih di hati nya mengenang kenakalan masa kecil nya,lalu berjanji..tidak akan mencuri lagi.**
"Mar,,,kami melamun ya,,"
sapaan Tini mengagetkan maryati yang sedang mengenang masa kecil nya.
"Ya ampuuunn,,gara- gara kamu..aku jadi ingat masa lalu kita dan kesalahan kita pada pak haji Arif"
"Sepertinya hasil ikan kita sudah banyak Mar,,yok kita cari siput liling"
Ajak Tini pada Maryati.
Siput liling adalah sejenis keong berukuran kecil yang biasa mereka makan sebagai lauk.
Maryati mengangguk,,lalu mulai menyusuri sawah mencari liling.
Bersambung**
__ADS_1