Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
Bab 22 Getaran cinta


__ADS_3

Senja berlalu..


meninggalkan cerita dan canda bersama merah nya langit yang mulai meremang.


Malam pun tiba,menawarkan indah pekat nya berhias bintang yang bertabur.. seolah mewakili hati seorang anak manusia yang tengah di selimuti penuh rasa cinta.


As,tengah bercermin merapikan rambut untuk kesekian kali nya,,memastikan kumis tipis nya tertata rapi,begitupun dengan pakaian yang ia kenakan,,kali ini kemeja ke tiga yang ia coba,sebelum akhir nya memutuskan untuk kembali menggantinya.


Husna,sang kakak yang memperhatikan gelagat nya berkacak pinggang di depan pintu kamar.


"Harus berapa lama lagi kau berdandan!dan harus berapa banyak lagi baju yang kau hamburkan di tempat tidur mu itu??!"


Hardik Husna sedikit kesal,melihat tingkah Adik nya.


"Eh...Anu,,ehmmm..itu..entahlah,aku merasa kurang nyaman kak"


Jawab As.


"Kau bukan kurang nyaman,tapi kau sengaja ingin membuat ku repot!"


Balas Husna melangkah mendekati tempat tidur yang berserak penuh dengan pakaian.


"Hehehe...Maafkan aku,kakak ku yang baik..."


As memeluk Husna yang cemberut karna harus merapikan kembali kemeja-kemeja yang bertebaran di tempat tidur As.


Husna memang sangat bawel dan pemarah,namun dibalik semua itu Husna seorang kakak yang sangat menyayangi As,terlebih ketika ia tahu,bahwa As sedang kepincut dengan seorang gadis,hal itu membuat Husna bersemangat mendorong As untuk segera menghalalkan gadis pilihan nya,mengingat usia As yang sudah cukup matang.


Dia berharap akan segera ada yang bisa memperhatikan dan mengurus segala keperluan Adiknya tentunya dengan cinta yang tulus.


"Sudah...minggir kau,biar kubantu pilih baju!!"


Husna menarik lengan As menjauhi lemari pakaian nya,kemudian ia memilih kemeja biru muda.


"Ini...pakai ini,,jangan ganti-ganti lagi!"


Husna menyodorkan nya pada As.


"Kalau hati mu tulus,mau pakai apa juga akan terlihat bagus,udah...jangan kelamaan nanti keburu malam,,gak enak sama orang tuanya,bertamu kerumah orang malam- malam!!"


Sambung Husna panjang lebar.


"Baiklah..Paduka ratu...saya siap menjalan kan perintah paduka ratu!"


As membungkuk di depan Husna dengan guyonan nya,yang membuat Husna terkekeh dan menyentil dahi Adik nya.


"Udah,,pergilah..salam dari ku untuk Dia dan keluarganya."


"Siaaaappp...!"


Jawab As sambil berlalu pergi dari hadapan kakak nya.


Dengan berjalan kaki,As melangkah penuh percaya diri menuju rumah Mar,yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah kakak nya.


Setiba di depan rumah sederhana itu,As menarik nafas panjang kemudian membuang nya perlahan sebelum akhir nya satu persatu langkah nya menaiki anak tangga rumah Mar.


Tok..tok..tok..


"Assalamualaikum.."


"walaikum salam.."


Terdengar jawaban dari dalam.


Jantung As berdetak kencang,keringat di dahinya tiba-tiba mengalir,hatinya bergetar hebat.


As buru- buru menyeka keringat yang mengalir dengan sapu tangan milik nya sebelum pintu sempat di buka.


"Fiuuhhh..."


Lagi-lagi ia membuang nafas berat nya,mencoba lebih tenang.


Klek !


Pintu di buka.


"Maaf,cari siapa?"


Ujar Masning yang merasa asing pada sosok As.

__ADS_1


"Ehm...Malam Buk,,Mar nya Ada?"


Tanya As,sedikit membungkuk kan badan.


"Ehm..Anak ini siapa ya,,ibuk kok baru lihat"


Masning menatap bingung pada As.


"Ehm...saya As buk,,teman baru Mar,"


As meraih dan mencium tangan ibunya Mar.


"Oh..iya,,saya Ibunya Mar,silahkan masuk..Mar nya ada di dalam."


Ujar Masning,mempersilahkan As masuk dengan sangat ramah.


"Makasih buk"


"Silahkan duduk dulu,sebentar Ibu panggil Mar."


As duduk dengan tenang,meski hati nya bertolak belakang dengan sikap nya.


Rasa deg- degan masih merajai isi hatinya.


"Mar..ada teman kau datang,"


Masning menggoyangkan bahu anaknya yang ternyata sedang memejamkan mata.


"Siapa Mak??"


Mar beranjak cepat,mengerjapkan matanya.


"Kau sudah tidur Mar?"


"Belum mak,,cuma mejamin mata..hehehe"


"Dia bilang teman baru mu,,"


"Teman baru???siapa?"


Tanya Mar mencoba berfikir.


"As nama nya"


Seketika Mar menelan ludah,


ia tak menyangka As lagi- lagi membuktikan ucapan nya.


Mar beranjak dari Ranjang nya,merapikan diri,menyisir rambut hitam nya,dan mencoba beberapa kali mengusap muka nya,agar tak terlihat baru bangun tidur.


Masning yang melihat tingkah Mar tersenyum seraya mendekati Mar.


"Dia siapa Mar??"


"Dia As,adik nya kak Husna yang rumah nya di dekat sungai Mak"


Mar menjelaskan singkat siapa As.


"Oh..Husna istrinya Mansyur itu ya?pantas Mak seperti pernah kenal mukanya,,ternyata mirip Husna"


Masning tampak manggut- manggut.


Mar melangkah keluar kamar,setelah memastikan dirinya telah rapi.


As yang menyadari kedatangan Mar,segera menoleh menyambut kehadiran pujaan hati dihadapan nya.


"Hai..aku gak ganggu kamu kan?"


Sapanya penuh basa- basi.


"Ehm..gak..lagian kalaupun aku bilang ganggu,,kamu juga gak mungkin pulang kan?"


"Tergantung juga sih..."


"Kok bisa tergantung.."


"Iya..kalo kamu gak semanis ini,,mungkin aku pulang"


"Huhh..gombal!"

__ADS_1


"Aku serius...kamu manis,,aku suka"


Mar yang mendengar gombalan As,menunduk tersipu.


Beberapa menit saling diam dan saling lirik- lirikan,akhirnya Mar membuka percakapan kembali.


"Selama ini kamu dimana?,kok gak pernah terlihat?"


Tanya Mar.


"Loh..jadi kamu nyariin aku ya??,hehehe..maaf becanda.."


Ledek As.


"Aku selama ini merantau,baru pulang beberapa bulan ini."


Sambung nya.


"Lalu...??"


Pancing Mar seolah menginginkan As melanjut kan ceritanya.


"Lalu...selama beberapa bulan itulah aku selalu memperhatikan seorang gadis,dan menantikan nya di setiap pagi dan petang"


Dengan lugas As bercerita dengan menatap mesra gadis di depan nya.


Menerima tatapan itu,Mar tak kuasa mengendalikan hatinya yang bergetar hebat,


"Benarkah aku jatuh hati pada pria ini??"


Batin Mar.


"Hey...kenapa bengong??"


As melambaikan tangan nya tepat di depan muka Mar,membuat Mar tersentak kaget.


Senyuman tipis pun tergurat di wajah ayu nya.


Hal itu tentu saja semakin membuat hati As semakin terpikat.


"Aku boleh bertanya Mar??"


Tanya As ragu-ragu.


"Apa?,tanya saja...gak bayar kok"


Jawab Mar penuh canda.


"Kamu kerja apa?"


Seketika senyum Mar terhenti,Muka nya memerah,mulut nya mengatup.


Seperti tak ingin As tau apa pekerjaan nya.


Namun itu hanya sesaat,sebelum akhirnya Mar menjawab.


"Aku bekerja sebagai Babu"


Ujar Mar dengan lantang sambil menatap mata laki-laki d hadapan nya.


"Kamu malu berteman dengan ku??"


Sambung nya lagi.


"Gak,kenapa??"


Jawab As mantap.


"Yaa...mungkin saja kamu tak mau berteman dengan seorang Babu"


"Ehm...fikiran mu terlalu sempit Mar,bagiku semua orang pantas untuk dijadikan teman,,kecuali satu"


"Hah...kecuali siapa??"


Tanya Mar penasaran.


"Orang gila..hahahaha,,sebab aku takut dia ngamuk"


Jawaban As,sontak membuat Mar tertawa sangat lepas.

__ADS_1


Hal itu membuat As menatap gadis di depan nya sangat lekat,,ia tak membiarkan 1detik pun waktu yang terlewat,menyaksikan secara dekat wajah polos sang pencuri hati nya.


Bersambung**


__ADS_2