Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian
Bab 53 Musa datang


__ADS_3

As memutuskan untuk pulang, ia menggantung harapan besar pada Musa teman lamanya. Bekerja sebagai kuli bangunan bukanlah hal baru bagi As, jauh sebelum ia bekerja sebagai buruh pabrik, pengawas panglong dan penjaga malam, As terlebih dulu mengenal dunia proyek pembangunan.


As melangkah cepat menuju rumah Mertuanya, dari kejauhan As melihat keempat Anaknya tengah bermain gembira didepan tangga rumah Bulromi, senyum khas melukis wajahnya yang disambut lambaian dari empat buah hatinya.


"Papa......Papa....Papa....!!"


Teriak mereka berlarian kearah As yang menyambut mereka dengan rangkulan.


Mar yang mendengar teriakan Anak-Anaknya memanggil Papa, membuat Mar bergegas keluar untuk melihat.


Mar berdiri ditangga rumah, ketika melihat Anak-Anaknya bergelayutan di tubuh As.


"Mau langsung Makan Pa?"


Tanya Mar ketika As sudah berada di dalam rumah.


"Nanti saja, Aku mau sholat dulu Ma"


Jawab As berlalu meninggalkan Mar masuk kekamar mandi.


Mar mengangguk.


Setelah hari itu, setiap hari As selalu pergi keluar mencari pekerjaan tak hanya menunggu kabar dari Musa,


Mar sendiri tak pernah menanyakan tentang hasil yang di dapat oleh As, Mar takut As tersinggung karena menurut Mar perubahan besar tengah terjadi pada As semenjak ia kembali dari kampung beberapa hari yang lalu.


As menjadi lebih tempramental, emosian, dan gampang sekali tersinggung, selain itu As juga menjadi cemburuan terhadap Mar.


Entah apa yang ada dipikiran As saat ini, Mar hanya ingin lebih memahami bahwa As sedang dalam fase nyaris putus asa, hingga ia dituntut untuk lebih memberi kenyamanan pada suaminya.


"Assalamualaikum..."


Salam dari depan rumah, membuat masning beranjak melihat ke luar siapa yang sedang bertamu kerumahnya.


"Walaikumsalam"


Jawabnya, ketika melihat seorang lelaki yang belum pernah sama sekali dilihatnya.


"Maaf siapa ya... Ehm... Mau ketemu siapa?"


Tanya Masning ragu.


"Maaf Buk... Saya Musa, temannya As menantu Ibu, Apa As ada dirumah?"


Jawab Musa setelah sebelumnya menyalami Masning.


"Oh...As nya kebetulan sedang berada diluar, Masuk dulu Nak..siapa tau sebentar lagi As pulang"


Ajak Masning.


Mar keluar dari kamar mendengar Nama suaminya di sebut-sebut.


"Siapa Mak?"


Tanya Mar ketika Masning berjalan kedapur hendak membuatkan minum untuk Musa.


"Itu Musa, teman As.."


Mar mengangguk sembari terus memperhatikan Musa yang tengah duduk sendiri didepan.


Masning kembali kedepan dengan membawa segelas kopi hitam di atas nampan.


"Silahkan Nak Musa minum dulu"


Masning mempersilahkan Musa untuk minum.

__ADS_1


"Kalau Bapak kemana Buk?"


Tanya Musa.


"Bapak?? maksudnya suami Ibuk? Nak musa kenal juga?"


Jawab Masning Antusias.


"Iya, saya pernah satu kerjaan sama Bapak Bu..beberapa tahun yang lalu."


Musa menjelaskan.


"Oh...Bapak sedang bekerja diluar daerah 2 minggu sekali baru pulang."


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam, nah ini As baru pulang"


Jawab Masning begitu As sampai diambang pintu.


As yang kaget, melihat Musa berada di dalam rumah, buru-buru masuk dan duduk di sebelah Musa.


"Sa... Kau sudah lama disini?? Gimana..gimana, ada kabar baik untukku??"


Musa tersenyum memandang wajah As yang penuh keceriaan.


"Ini minum dulu Pa..."


Mar datang membawa segelas air putih dan segelas lagi kopi hitam.


"Makasih Ma.."


As menerimanya.


"As... Aku ingin menyampaikan berita, Aku dapat tender lagi untuk pembangunan proyek besar lagi tapi diluar daerah, apa kamu mau?"


"Itu artinya harus tinggal disana selama masa kerja?"


Tanya As.


"Iya As...tapi kamu tenang saja, akan diberikan waktu 3 kali pulang selama sekitar 3 atau 4 bulan kerjaan disana. Ya paling sebulan sekali pulang."


As menoleh Mar yang sejak awal menyimak obrolan mereka.


As kembali menatap Musa, sejenak berpikir akhirnya mengangguk mantap.


"Ya sudah kalau begitu As, besok kamu datang saja ke kantor pengurus tenaga kerja, di jalan merdeka No 50, bawa berkas.


As mengangguk.


Musa berpamitan,dan meninggalkan kediaman As.


Menjelang Malam,


As yang tengah sibuk menyiapkan berkas lamaran.


"Pa... Bukannya ini cuma kerja sebagai kuli bangunan, kenapa harus pakai berkas lamaran?"


Tanya Mar mendekati As.


"Kamu kenapa bilang seperti itu Ma?! CUMA KULI BANGUNAN?! MAKSUDNYA APA??!"


Bentak As pada Mar yang membuat jantung Mar berdetak lebih cepat.


Ia tak menyangka, pertanyaannya barusan menyulut emosi pada As.

__ADS_1


"Maaf Pa... Aku tak bermaksud membuat kamu marah atau tersinggung, Aku beneran cuma nanya dan pengen tau, kalau itu salah Aku minta Maaf"


Mar menunduk, matanya hampir basah, hatinya seketika terasa remuk, untuk pertama kali di dalam pernikahannya, As bicara sekeras itu.


Mar beranjak, berjalan menuju tempat tidur mendekati kelima buah hatinya meninggalkan As yang masih tersulut amarah.


Selama Dua jam mematung di luar, As masuk kedalam kamar,


Ia melihat Mar berbaring menghadap Baby Hen.


Sesungguhnya Mar tak bisa lelap malam ini, namun mendengar pintu kamar dibuka, Mar memilih untuk memejamkan matanya berpura-pura untuk tidur.


As mendekati Tempat tidur, duduk di sisi Mar,


As menatap lekat-lekat wajah perempuan yang sedang berjuang bersamanya.


Rasa sesal karena telah membentak Mar, menghinggapi hatinya.


Ada pedih yang menyelusup


"Maafkan Aku Ma..tak seharusnya Aku membentakmu seperti tadi."


As mendekatkan wajahnya, dan mengecup kening Mar.


Mar tetap bergeming, hingga As akhirnya merebahkan diri disamping Mar dan memeluknya dari belakang.


Pagi-pagi sekali Mar sudah menyiapkan kemeja dan celana panjang yang akan di pakai As untuk pergi hari ini, Mar juga sudah menyiapkan handuk dan air hangat untuk As mandi.


Di ruang makan, Mar juga sudah menyiapkan segelas kopi hitam dan sepiring nasi goreng.


"Mar, As jadi menemui Musa pagi ini?"


Tanya masning menyeruput kopi di tangannya.


"Jadi Mak, itu kak As lagi Mandi"


Jawab Mar yang sedang menyapukan lap basah pada sandal As yang penuh debu.


As keluar kamar mandi, melirik meja makan yang sudah tersedia sarapan untuknya, dan begitu masuk Kamar As juga menemukan keperluannya sudah tertata rapi diatas tempat tidur mulai dari baju, celana hingga pakaian dalam.


As menghela nafas, dan benar-benar menyesal telah melukai hati Mar semalam dengan bentakan darinya.


Setelah rapi, As keluar dari kamar disambut wajah manis milik Mar.


"Sudah rapi Pa...yuk sarapan itu sudah Aku siapkan "


Mar menuntun suaminya untuk duduk dan mulai menyantap sarapan di depannya.


Selesai sarapan,


"Ma..Aku pergi ya.."


Pamit As, yang kemudian terlihat bingung mencari sandalnya di rak sepatu.


"Iya Pa...semoga sukses ya Pa.. oh iya, sandalmu sudah Aku bersihkan dan Aku taruh di depan."


Jawab Mar.


As tercengang, bahkan termasuk sandalpun Mar juga memperhatikannya


"Makasih Ma...maafkan sifatku semalam ya, Aku menyesal"


Ujar As memeluk pinggang ramping milik Mar dan mengecup pucuk kepalanya.


"Sudah Pa..Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum Kamu meminta maaf..Aku paham kondisimu sekarang hingga membuatmu cepat tersinggung dan marah."

__ADS_1


Mendengar penuturan Mar, As semakin mengeratkan dekapannya pada mar.


Bersambung***


__ADS_2