
Acara berakhir,,
Tamu-tamu mulai berpamitan pulang.
Hampir jam 10 malam.
wajah lelah nampak dari raut Mar,,namun senyum tak lepas dari bingkai wajah nya.
"Mak mau pamit Mar.."
Bisik Masning pada telinga Mar.
"Mak..jangan pulang,,menginap saja disini,,temani aku!"
Rengek Mar,,pada telinga Ibunya.
"Ah..kau ini...ada- ada saja,,"
Kali ini Masning berbisik setengah tertawa mendengar permintaan Mar.
"Kenapa Mak ketawa,,Aku takut..besok saja Mak pulang."
Mendengar percakapan Istrinya dan mertua nya,As menghampiri.
"Mak mau pulang ya??,jangan lah Mak..menginap saja disini,,sudah malam"
ujar As.
"Ah tidak apa- apa As,,dekat juga,lagian tak bawa baju ganti"
"Ehm..pakai baju kak Husna saja"
Tawar As membujuk.
"Eh..jangan lah,,biar kami berdua pulang"
Tolak Masning.
"Sebentar Mak,,aku panggil kak Husna dulu."
Tak lama berselang,Husna dan suaminya datang,
"Mak..Bak..menginap saja disini besok baru pulang,,gak enak kita langsung sepi,ini baju ganti pakai saja Mak"
Husna menyodorkan setumpuk pakaian ganti untuk Masning dan Bulromi.
Masning dan Bulromi saling pandang,hingga akhirnya mengangguk setuju untuk bermalam dirumah Husna.
Husna memapah Mertua Adik nya menuju kamar tempat Masning dan Bulromi tidur malam ini.
"Mak,,istirahat lah,,kalian terlihat capek lagian ini udah hampir tengah malam,,"
Ujar Husna dengan senyum.
Masning tersenyum mengangguk,,lalu segera berganti pakaian dan berbaring untuk beristirahat,begitupun dengan suaminya.
Sementara sepasang pengantin baru Masih terlihat duduk di ruang tengah mengobrol dengan segelintir tamu mereka masih saudara dekat dari As yang menginap karena letak tempat tinggal yang lumayan jauh.
"Hey....hey...heyy......kenapa belum pada istirahat!!!!"
Hardik Husna yang menghampiri mereka.
"Masih asyik ngobrol Kak,,lama gak ketemu.."
Jawab salah seorang dari keluarga Husna.
"Udah..udah,,kasian pengantin,,capek mau istirahat.."
"Cie....cie.....iya..iya...tau deh,,yang mau malam pengantin..hahhahha"
seru seorang lagi.
"Kamu juga,,jangan godain,,ayo bubar...."
__ADS_1
Seru Husna menepak bahu sepupu- sepupunya,,yang tertawa terkekeh meledek As.
Sementara As dan Mar tersipu- sipu sambil bergegas masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar..
Mar mulai mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur begitu pun dengan As.
Mereka duduk berdua di tepi tempat tidur,,rona bahagia terpancar dari sepasang anak manusia yang baru saja melaksanakan janji suci pernikahan.
"Dek,,kau bahagia?"
Tanya As mengawali percakapan mereka.
Mar yang kaget ditodong pertanyaan oleh As,,lalu mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap sorot tajam mata suami nya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu kak As??,jelas aku sangat bahagia"
"Aku tau Dek,,ada sedih di sudut hati mu,,"
"Sedih?,,kenapa aku harus bersedih,,bukan kah pernikahan harus nya menjadikan sepasang pengantin bahagia?"
"Mulut mu mungkin bisa berdusta,,tapi mata mu tidak bisa,maafkan aku dek...tak bisa memintamu dengan sangat istimewa,,dan tak bisa menghadiahkan mu sebuah pesta mewah,,di gedung megah dan gaun pengantin yang indah"
As tertunduk di hadapan pengantin nya.
Mar tercekat,,ia sangat tak menyangka As bisa menebak isi hatinya,Mar merasa sangat tak enak hati karna dirinya sempat berfikir dan berangan- angan tentang khayalan gadis remaja yang pernah dia impikan,dan kini,,perasaan bersalah tengah bergelanyut di hatinya.
Mar mendekat dan meraih tangan As,
"Maafkan aku kak As,,sempat merasakan hal tak penting itu,,sekali lagi maafkan Aku,,tak seharus nya aku seperti itu,,tapi percayalah,,aku bahagia tak ada hal yang lebih bahagia dari menjadi pendamping mu yang bergelar istri"
Ucapan Mar yang di iringi air mata haru membawanya dalam dekapan lembut As.
"Aku janji Dek,,aku janji akan bahagiakan hidup mu,,aku mencintai mu,,sangat..mencintaimu.."
Mar mendongak kan kepala,,masih dalam peluk mesra As,,ia menghapus air bening yang meleleh bebas di sudut mata suaminya.
Tangan As menangkap cepat tangan itu,,lalu mengecup nya berulang,,hingga kedua nya larut dalam isak tangis haru bahagia di malam pesta pengantin yang sederhana,namun penuh makna.
Sayup sayup terdengar suara ramai dari luar kamar,ternyata hari sudah pagi,,namun As dan Mar masih berada di tempat tidur.
Mar membuka mata nya perlahan,ia melihat ke arah dinding,,dan segera terbelalak lebar.
"Hah....yang benar saja,,sudah hampir jam 7 pagi,,"
Batin Mar,ia beranjak dan melepaskan diri dari pelukan hangat As.
"Kak As.....bangun....kita kesiangan"
Mar menggoyang kan bahu As yang masih terlelap nyaman.
As membuka matanya lantas menarik lengan Mar yang tengah mencoba membangun kan nya.
"Ahhhh,,"
Brukkk!!!
Mar kembali terjerembab ke dalam pelukan As lagi.
"Kak...apaan sih,,ayo bangunn,,sudah siang,,aku malu sama yang lain"
"Ngapain malu??,,kita sudah sah suami istri,,mereka pun faham"
Jawab As cuek.
"Ahhh,,sudah lah,,ayo kita bangun,,nanti malam kita sambung lagi ya sekarang segera mandi"
Mar menarik tangan besar As,,kemudian memaksanya berdiri untuk bangun.
As berdiri sambil tersungut- sungut keluar kamar disusul Mar yang mengekor nya.
"Cieeeee.....uhuyyy....kesiangan ni yeeeee..hahhahh"
__ADS_1
Ledekan dari keluarga As yang di ikuti tawa riuh mereka menyambut sang pengantin yang keluar kamar.
Muka Mar seketika berubah merah,begitupun dengan As yang segera berlari masuk kamar mandi,tak lama kemudian disusul Mar yang mandi setelah selesai suami nya.
Suasana dirumah Husna masih ramai keluarga yang belum pulang termasuk orang tua Mar.
"Mak,,nanti saja pulang..selepas makan siang,,ya"
Mar mendatangi masning yang tengah duduk di teras.
"He eh,"
Jawab Masning mengangguk.
Tiba lah saat makan siang,
keriuhan terjadi di ruang makan yang luas milik Husna,saling lempar canda yang berakhir dengan tawa renyah tak henti menghiasi ruang tersebut,belum lagi teriakan dari anak- anak Husna yang sedang berebut piring,suara tangisan manja si bungsu yang sedang minta di suap makan,dan masih banyak lagi keributan yang terjadi.
Hal tersebut cukup membuat Mar bingung dan menghela nafas panjang.
Hal baru yang mungkin akan di temuinya setiap hari nantinya.
"Kamu heran ya???,,"
As datang dari arah belakang menyenggolkan bahunya pada bahu Mar.
"Ya sih..tapi gak terlalu,,hanya mungkin belum terbiasa"
Jawab Mar mantap.
"Mamaaaa..........suapin akuuuuuuuu!!!!,,"
Prang...!!!
Tiba- tiba piring si bungsu Tia meluncur bebas dari atas meja makan.
"Ya ampuuuunnn Tiaaaaaa,,sabar dulu...Mama lagi pake in sepatu kak Rena,,"
Husna berteriak dari arah depan,,Dia tengah sibuk memakaikan sepatu pada Rena yang akan pergi Les.
"Mamaaaa.....kaos kaki aku mana satunya..."
Teriak Doni dari dalam kamar nya,yang pada siang ini akan latihan bola.
Belum sempat menyahut Doni,
Suara tangisan Emi dari balik pintu yang terdengar pilu membuat Husna segera menghampiri si pemalu Emi.
"Cari yang bener....Don..."
Lagi- lagi Husna berteriak,menyahuti Doni.
Husna memiliki 8 orang Anak,jumlah yang lumayan banyak,4 diantara nya sudah besar ,namun 4 orang lagi masih kecil dengan jarak kelahiran yang dekat,tentu ini yang sangat membuat nya kerepotan setiap hari.
Mar yang terpaku dengan keadaan sekitar nya segera mengambil tindakan.
"Hai..Tia sayang,,kenapa piring nya di buang??"
Tanya Mar ramah,sambil berjongkok memunguti piring yang telah pecah berantakan.
"Habis nya Mama lama,,Tia kesal"
Jawab Tia dengan muka cemberut.
"Tia gak boleh gitu,Mama lagi repot,sama bibi ya...kita ambil nasi yang baru,,nanti bibi yang suap,Tia mau??"
Bujuk Mar,menggendong Tia setelah membersihkan pecahan piring.
Si bungsu Tia yang baru ber umur 3,5 tahun itu mengangguk,,dan dalam hitungan menit telah duduk manis makan dengan lahap dari tangan Mar.
As yang memperhatikan pemandangan tersebut,tersenyum lebar,sambil melipat tangan di Dada.
Kini semua mata tertuju pada sikap keibuan dari seorang Mar yang tengah menyuapi balita di sudut meja makan,termasuk Husna yang tergopoh- gopoh berlari dari depan namun urung menghampiri Tia yang sudah terkendali di tangan sang Adik ipar.
__ADS_1
Bersambung**