Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Ekstra chapter 2


__ADS_3

Nampak mereka tersenyum, seraya menghela nafas lega. Mereka sangat bersyukur menerima kabar baik ini di hari yang baik pula.


"Terimakasih dok. Wisnu, kamu akan menjadi seorang ayah. Selamat ya" Buk Rosa pun memeluk Wisnu dengan penuh kebahagiaan.


"Bukankah mami juga akan menjadi seorang nenek?" Sambung Yunma yang juga turut bahagia.


"Selamat ya Wisnu" Joni berucap seraya mendekati Wisnu. Mereka pun secara bergantian mengucapkan selamat dan memeluk Wisnu dengan penuh rasa bahagia.


"Terimakasih semuanya. Aku sangat bersyukur dan bahagia, ternyata sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" Ucap Wisnu senang.


*******


Hari pun berlalu, Genisa dan Wisnu juga sudah kembali di rumah kediamannya.


Sementara keluarga Genisa sudah kembali menempati kediaman Buana. Sesuai dengan apa yang sudah Wisnu sampaikan beberapa minggu yang lalu.


Tok


Tok


Tok


"Sayang! Kamu lagi ngapain?" Teriak Wisnu dari luar pintu kamar.


Krekkkkk.


Seketika pintu di buka dari dalam, "Kamu kenapa? Kok lemes gitu? Terus kenapa pintunya di kunci?" Tanya Wisnu beruntun. Ia masuk dengan merangkul kan tangannya di pinggang sang istri.


"Gak apa-apa mas. Aku merasa takut aja sama Pak Burhan si tukang kebun itu. Aku merasa gak suka aja melihat dia" Jawab Genisa.


"Benarkah? Bukankah kamu menyukai Pak Burhan karena selalu merawat kebun bunga mu?" Tanya Wisnu balik.


"Entahlah mas. Aku tiba-tiba benci aja liat wajahnya. Apalagi kumisnya itu, aku gak suka liatnya" Jawab Genisa lagi.


"Sudah, sudah. Nanti mas akan pindahin dia ke pekerjaan lain. Ini buah yang kamu mau" Wisnu menenangkan Genisa dengan memberikan sekantong buah-buahan.

__ADS_1


"Terimakasih mas!" Jawab Genisa, lalu mengambil salah satu buah itu dan memakannya.


"Hanya itu?"


Genisa menatap Wisnu dengan bingung, "Lalu, apa?" Tanya Genisa tidak mengerti.


"Aku mau ini" Wisnu mendekap Genisa, lalu sebuah tawa terdengar mengiringi.


"Geli mas, geli" Ucap Genisa yang merasa kegelian karena di kelitiki oleh Wisnu.


Seketika mereka terdiam dengan saling bertatapan.


Genisa nampak masih mengatur nafas yang tersengal, jantungnya seakan perpacu dua kali lebih cepat dari biasanya. Tatapan yang selalu membuatnya jatuh cinta kepada seorang pria yang ada di depannya.


Cup.


"Apa Mas mau ini?" Genisa mengecup tipis bibir Wisnu.


Wisnu terlihat melukiskan senyuman manisnya, seketika Genisa terlonjak ketika tubuhnya yang tiba-tiba di gendong oleh Wisnu.


Cup.....Cup.....Cup


Wisnu pun langsung melahap dengan begitu rakusnya.


Kasur yang bergoyang seakan menjadi saksi bisu, bagaimana nikmatnya bercinta di bawah sang rembulan malam.


***""""


Keesokan harinya.


Kehangatan cinta pun juga terjadi di sebuah rumah kediaman Buana.


Sepasang pengantin yang sedang di mabuk asmara. Dimana Joni yang selalu ingin menempel di dekat Sinta.


Di sebuah ruang keluarga.

__ADS_1


Nampak Joni dan Sinta duduk dengan berdampingan.


Wajah keduanya nampak begitu ragu, Buk Rosa yang sedari tadi menatap bingung akan menantu dan anaknya itu.


"Sebenarnya kalian mau bicara apa?" Tanya Buk Rosa kemudian.


"Mi, sebenarnya kami mau pindah dan kami juga sudah membeli rumah. Apa mami keberatan jika kami memilih untuk tinggal di rumah sendiri?" Sinta pun akhirnya berucap.


Buk Rosa nampak masih diam, Sinta dan Joni pun tersenyum kecut, takut akan kemarahan maminya itu.


Pernikahan mereka memang belum terhitung Minggu, namun keinginan Sinta yang ingin tinggl di rumah sendiri membuat keduanya pun membuat keputusan dan hal itu baru di ketahui oleh Buk Rosa sekarang.


"Mami!" Seru Joni ragu.


"Kenapa tidak. Mami tidak akan melarang kalian. Itu adalah hak kalian untuk menentukan kehidupan kedepannya. Mami setuju-setuju saja, lagi pula mami juga tidak ingin membuat kesalahan yang sama seperti dulu. Carilah kehidupan kalian yang bisa membuat kalian merasa nyaman" Ucap Buk Rosa kemudian.


Sinta dan Joni nampak mengulas senyum kebahagiaan.


Keduanya pun seketika meraih tubuh yang sudah rentan itu dengan sebuah dekapan hangat.


"Terimakasih mi" Ucap keduanya serempak.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2