
Bab 82
Nampak kehangatan terpancar dari wajah sang empunya.
"Joni? Aku senang kau sudah sadar" Ucap Wisnu cepat. Dengan sedikit mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam ruangan.
Wisnu sedikit tersenyum manis, lalu berjalan mendekati Joni yang masih terbaring di kasur Brankar rumah sakit.
"Bagaimana keadaan mu sekarang Jon?" Tanya Wisnu.
"Terimakasih Wisnu. Aku sudah agak baikan sekarang" Balas Joni tersenyum ramah.
"Wisnu!" Seru Joni lembut.
Wisnu hanya menatap Joni dengan penuh tanya.
"Ada apa Jon?" Tanya Wisnu lagi.
"Terimakasih karena sudah menjaga keluarga ku saat aku masih koma" Ungkap Joni.
Wisnu hanya tersenyum, "Itu sudah menjadi tanggung jawab ku Jon. Kamu jangan khawatir, keluarga mu adalah keluarga ku juga. Apa lagi Genisa adalah adik mu maka aku harus menjaga keluarga istriku juga bukan" Jelas Wisnu dengan sedikit merangkul kan tangannya di bahu istrinya.
"Terimakasih Wisnu" Ujar Joni senang.
"Oh ya Wisnu. Aku mau bicara sesuatu untuk kamu" Lanjut Joni.
"Apa itu?"
"Aku minta maaf karena selama ini aku sudah jahat kepada mu. Sebagai anak laki-laki satu-satunya. Aku mewakili semua keluarga ku, terutama kedua orang tuaku untuk meminta maaf atas semua yang kami lakukan selama ini kepada mu. Kami benar-benar menyesal karena sudah menyia-nyiakan kamu dan mengucilkan kamu dari keluarga kami" Ungkap Joni dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
Wisnu dan Genisa hanya saling menatap dengan saling tersenyum manis.
"Aku sudah lama memaafkan kalian semua. Aku juga minta maaf karena sudah membuat kalian menderita selama ini. Satu hal yang harus kalian tahu. Harta dan kekayaan Keluarga Buana tidak pernah aku ambil alihkan. Semua itu masih utuh atas nama kalian. Aku hanya mengambil sementara, hanya untuk membuat kalian sadar bahwa harta bukanlah segala-galanya di dalam dunia ini. Kasih sayang dan cinta orang terdekatlah yang paling beharga dari apapun" Jelas Wisnu.
Buk Rosa beserta anaknya menganga tidak menyangka. Mereka pikir, seluruh aset keluarga Buana memang sudah bangkrut selama ini.
"Wisnu!" Ujar buk Rosa dengan sedikit linangan air mata, ia berjalan mendekati Wisnu, lalu memeluk Wisnu dengan erat.
"Maafkan Mami Wisnu. Mami benar-benar minta maaf karena selalu berburuk sangka kepadamu. Terimakasih, jika bukan karena kamu, kami semua tidak akan pernah menyadari kesalahan kami selama ini" Ucap Buk Rosa sensegukan disana.
Wisnu hanya bisa membalas pelukan sang ibu mertua dengan lembut.
Sambil tersenyum Wisnu berkata, "Maafkan anakmu ini Mi yang telah kurang ajar kepadamu dengan membuat mu menderita selama ini" Ungkap Wisnu menyesal.
"Tidak apa sayang. Mami sudah memaafkannya"
Mereka semua pun menatap Wisnu dan buk Rosa penuh haru.
Tidak ada lagi dendam.
Tidak ada lagi luka.
Dan tidak ada lagi benci.
Mereka semua pun saling berpelukan bak Teletubbies dengan penuh kasih sayang.
Saling menyayangi.
Saling memiliki.
__ADS_1
Saling menghargai.
Serta saling memaafkan.
Sementara itu di tempat lain.
Clara dengan penuh amarah melempar seluruh barang-barang nya yang ada di atas nakas itu dengan kasar.
"Hahhh. Kenapa Wisnu? Kenapa kamu malah mencintai Dia?" Teriak Clara dengan geram serta di temani dengan suara isakkan tangisnya yang sudah tidak bisa ia tahan.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏🙏🙏 Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu
Note: Kisah ini sebentar lagi akan segera tamat.
🌼Melalui kisah ini, kita belajar. Bahwa harta bukanlah segala-galanya yang bisa kita banggakan. Jangan pernah bersikap sombong dan kikir di saat kita masih berada di atas dan banyak harta. Roda kehidupan pasti berputar. Jadi jangan pernah bersikap sombong terhadap sesama. Doa orang yang teraniaya akan mudah terkabul.
Eisttt, jangan pergi dulu ya! Karena masih ada kelanjutannya beberapa episode lagi.
__ADS_1
Tungguin ya.
Missyou🥰