
Bab 84
Genisa menoleh ke arah suara, "Sayang! kenapa kembali?" Tanya Genisa.
Genisa langsung menghampiri Wisnu, "Ada berkas yang ketinggalan" Tutur Wisnu.
"Oh begitu"
"Syukurlah Wisnu sepertinya tidak mendengar percakapan aku dan Genisa tadi" Batin Buk Sonia. Matanya tidak berhenti menatap Wisnu dengan ekspresi tegang.
"Oh ya, kalian tadi bicara apa? Sepertinya serius sekali?" Tanya Wisnu kembali sebelum melanjutkan perjalanan menuju ruang kerjanya.
"Oh tadi. Tadi itu,,,,,,,," Ucapan Genisa langsung di potong oleh buk Sonia.
"Tadi kita hanya bicara masalah kehamilan Genisa" Potong Buk Sonia cepat.
Genisa nampak syok mendengar perkataan Buk Sonia. Terlebih lagi dengan mengatakan sebuah kehamilan yang dirinya saja tidak tau kapan akan di berikan keturunan.
Mata Wisnu langsung mengarah kepada Genisa, "Sayang! Kau hamil?" Tanya Wisnu cepat. Lalu ia meraih perut Genisa dengan lembut. Wajahnya menampakan senyum sumringah kebahagiaan.
Melihat ekspresi Wisnu yang nampak begitu bahagia, Genisa menjadi gugup dan bingung harus menjawab apa.
"Ah tidak tidak Wisnu. Maksud tante, tante tadi bertanya kapan Genisa akan berencana akan melahirkan seorang anak keturunan keluarga Liu. Begitu maksud tante" Sanggah Buk Sonia cepat. Keringat dingin sudah membasahi wajahnya.
"Oh begitu. Aku pikir Genisa sudah hamil sekarang" Ucap Wisnu sedikit dengan perasaan kecewa.
Sebenarnya, Wisnu sudah lama sekali menginginkan seorang anak dari Genisa. Namun sampai saat ini, tuhan belum mengabulkan doanya. Wisnu hanya bisa pasrah dan bersabar, apalagi memikirkan sang istri, tentunya Genisa adalah orang yang paling ingin memiliki seorang anak.
"Mas, maaf!" Ucap Genisa cepat, yang merasa bersalah karena belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya.
"Tidak apa sayang. Kamu jangan pikirkan itu. Aku baik-baik saja" Balas Wisnu dengan memeluk mesra istrinya.
__ADS_1
Melihat itu, Buk Sonia nampak menatap jijik akan Genisa.
"Tante pergi dulu. Kalian lanjutkan saja bermesraan di situ" Ucap Buk Sonia. Lalu melengos pergi dari sana.
Wisnu hanya menatap tantenya itu dengan heran.
"Kenapa Tante seperti tidak menyukai Genisa" Batin Wisnu.
"Sayang! Bukankah kau akan mengambil berkas" Tanya Genisa.
Wisnu seketika terhenyak, "Eh, iya sayang. Sebentar ya, aku ke ruang kerja ku dulu" Ucap Wisnu cepat. Lalu pergi dengan sedikit berlari menuju ruang kerja yang ada di lantai atas.
******
"Sudah dapat?" Tanya Genisa kala Wisnu sudah kembali.
"Sudah. Sekarang aku pamit ya! Aku buru-buru, hati-hati dirumah ya!" Ucap Wisnu cepat. Wisnu sedikit menarik Genisa ke dalam dekapannya dan mengecup kening Genisa dengan lembut sebelum ia pergi meninggalkan istrinya itu.
*********
Di kantor.
Di sebuah ruangan dengan desain termewah khas Perusahaan Anatarna Grup.
Nampak beberapa orang sudah duduk di tempatnya masing-masing seraya menunggu kedatangan Wisnu.
Krekkkkk.
Suara pintu terbuka.
Semua mata menatap kearah suara. Lalu berdiri dengan sedikit menunduk memberi hormat.
__ADS_1
Wisnu yang baru sampai hanya mengangguk pelan, lalu duduk di bangku yang di khususkan untuk pemimpin Anatarna.
Beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu adalah orang kepercayaan Wisnu yang Wisnu tugaskan untuk mengontrol aset perusahaan Anatarna Grup. Selain daripada orang kepercayaan, beberapa orang itu juga bisa Wisnu tugaskan dalam melaksanakan misi rahasia yang sengaja di perintahkan untuk mereka.
"Silahkan di mulai meeting kita hari ini" Ucap Wisnu membuka suara.
Tanpa menunggu lama, seorang pemuda bernama Alfa maju dengan membawa beberapa berkas kedepan.
Alfa adalah seorang pemuda yang Wisnu tugaskan mengamati perkembangan perusahaan cabang Anatarna Grup di daerah Xx.
Alfa dengan mahir, langsung membuka sebuah laptop dan memasang sebuah benda pipih di samping kanan laptop yang mereka beri nama adalah flashdisk.
"Langsung saja. Di perusahaan xx, dalam bulan-bulan terakhir mengalami penurunan pendapatan mencapai 79% sejak bulan Oktober yang lalu. Setelah saya telusuri di sana banyak sekali kejanggalan yang terjadi. Salah satunya adalah Stok gudang yang selalu mengalami perubahan laporan dalam setiap bulannya. Saya berasumsi bahwa di perusahaan xx telah terjadi manipulasi data laporan gudang yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan. Untuk itu, saya juga sudah menemukan pelakunya dan itu juga di bawah pemerintahan Bram yang juga ada di dalam kekacauan itu" Jelas Alfa panjang lebar.
Wisnu diam dengan sedikit berpikir,
"Aku sudah menduga bahwa ini memang ada hubungannya dengan Bram" Batin Wisnu.
"Lalu apa motifnya menghancurkan cabang perusahaan Anatarna Grup?" Tanya Wisnu kemudian.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
__ADS_1
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu