Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 65 Acara Pemakaman


__ADS_3

Bab 65 Acara Pemakaman


"Selama mengenal mas Wisnu, aku tidak pernah melihat mas Wisnu sesedih dan sangat terpuruk ini" Batin Genisa dengan menatap suaminya dengan dalam seraya memegang tangan suaminya dan membawanya menuju mobil.


Dengan langkah terpaksa, Wisnu berjalan menuju mobilnya dan disana juga sudah ada jenazah kakeknya yang berada di ambulance.


Namun sebelum itu, Genisa juga sudah menghubungi kakaknya Yunma bahwa kakek Liu meninggal dan akan segera pergi untuk acara pemakaman.


Sementara itu Yunma hanya bisa berada di rumah sakit mengurus kedua orang tuanya tanpa bisa ikut didalam acara pemakaman. Belum lagi Joni yang juga berada dirumah sakit.


Sesampainya dirumah kediaman Kakek Liu.Β 


Tidak lama setelah kedatangan Jenazah kakek Liu. Seorang wanita paruh baya dan juga seorang wanita muda pun datang kerumah dengan mata yang sudah sembab.


"Kakek!" Teriak dua orang wanita itu histeris disaat melihat seorang jenazah yang terbaring di ruang tengah.


Nampak beberapa pelayat juga membacakan surah Yasin Di samping jenazah kakek.


"Kakek kenapa kakek meninggalkan kami secepat ini?" Clara menangis sensegukan disana seraya memeluk tubuh kakek dengan erat.


"Sudah sayang. Kakek akan sedih jika melihat kita seperti ini" Ujar mamanya Clara.


"Tante maaf! Selama ini kakek lah yang meminta untuk menyembunyikan keberadaan nya selama ini. Keadaan ini juga di luar dugaan kami Tante" Jelas Wisnu disana.


"Tidak apa Wisnu. Tante tau itu. Jika kakek mu sudah membuat keputusan maka akan sulit untuk di ubah lagi" Jawabnya pasrah.


Acara pemakaman pun dilakukan keesokan harinya.

__ADS_1


Wisnu secara pribadi akan membuat sebuah makam keluarga. Jadi makam kedua orang tuanya pun juga akan di pindahkan setelah acara pemakaman Kakeknya selesai.


Seorang ustadz yang sengaja Wisnu undang pun mulai membacakan doa untuk almarhum kakek untuk yang terakhir kali nya setelah jenazah selesai di tanamkan ke dalam liang lahat.


"Amin".


Pembacaan doa pun selesai. Orang-orang pun mulai berbondong-bondong pergi meninggalkan pemakaman. Kini tinggallah tersisa keluarga Almarhum kakek yang masih berada disana.


Wisnu berdiri dengan menatap sendu batu nisan yang bertuliskan nama lengkap kakeknya itu disana.


Seketika kakinya bersimpuh di samping makam kakeknya itu dengan tangan yang bertumpu di lutut.


Kesedihan kembali menyelimuti hatinya, duka yang begitu mendalam bagi Wisnu.


Air mata pun kembali meluruh dengan sendirinya. Serta suara isakkan tangisnya pun kian terdengar.


Semua mata pun juga menatap Wisnu dengan tatapan pilu. Melihat Wisnu serapuh ini sungguh membuat mereka merasa begitu kasihan kepada Wisnu.


"Tuan!"Β 


Seketika tangis Wisnu pun terhenti. Semua orang menatap kearah suara dengan penuh tanya.


Rian yang ditatap pun lebih memilih bersikap dingin tanpa memperdulikan tatapan yang mereka berikan itu.


"Aku mendapatkan telepon. Seseorang mencoba membunuh Joni di rumah sakit. Beruntung penjaga disana cepat menyadari, namun seseorang itu sudah lebih dulu kabur dari sana" Jelas Rian.


"Kak Joni? Lalu bagaimana dengan keadaan nya?" Tanya Genisa cepat.

__ADS_1


Mata Rian beralih kepada Genisa, "Tuan Joni baik-baik saja sekarang. Hanya saja, jika tidak cepat di tindak lanjuti maka hal ini bisa saja terulang kembali kepadanya" Tegas Rian.


Wisnu mulai berdiri dengan wajah yang sulit di artikan.


"Seseorang sedang ingin bermain dengan ku" Ucapnya kemudian.


Semua mata tertuju kepada Wisnu.Β 


"Rian ayo kita pulang dan bereskan semua orang yang sedang ingin berurusan dengan ku" Lanjut Wisnu lagi.Β 


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author

__ADS_1


__ADS_2