Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 66 Bereskan semua


__ADS_3

Bab 66 Bereskan semua


"Rian ayo kita pulang dan bereskan semua orang yang sedang ingin berurusan dengan ku" Lanjut Wisnu lagi.


"Baik tuan!"


"Semuanya ayo pulang!" Ajak Wisnu kepada semua orang, termasuk istri dan juga Keluarganya yang lain.


Setelah sampai di rumah.


Semua keluarga termasuk pelayan dan dan juga para pengawal di kumpulkan disana.


"Masalah yang kita hadapi sekarang bukanlah sesuatu yang bisa kita remehkan. Musuh akan selalu mencari celah dimana kita akan lengah dalam sesuatu hal. Jadi aku harap kalian disini bisa bekerja sama khususnya pengawal yang bekerja di rumah ini. Aku pertegaskan lagi bahwa kalian bertugas untuk menjaga penghuni rumah ini dan jangan lengah" Tegas Wisnu disana kepada para pengawalnya.


"Dan yang paling utama adalah menjaga Genisa istriku. Disaat aku sedang pergi, aku percayakan sepenuhnya kepada kalian untuk menjaga istriku di rumah ini dan juga penghuninya. Setelah kejadian beberapa hari ini, jangan mempercayai siapa pun yang ingin masuk kerumah ini. Mengerti! Jika kalian melakukan kesalahan lagi, maka bersiaplah untuk menerima hukuman dari ku" Lanjut Wisnu lagi dengan penuh penekanan.


"Baik tuan" Jawab mereka serempak.


"Baik. Kerjakan tugas kalian sesuai yang sudah Rian berikan. Saya pertegaskan lagi jangan lengah dan jangan mempercayai siapa pun!" Kata Wisnu mengingatkan lagi.


Setelah memberikan instruksi kepada seluruh bawahannya, Wisnu kembali duduk di samping Istrinya Genisa.


"Sayang! Kamu gak apa-apa kan aku tinggalkan dirumah dulu? Aku harus menyelesaikan masalah ini sebelum semakin banyak korban yang tertimpa masalah" Ucap Wisnu dengan lembut.


"Berjanjilah kepadaku bahwa kamu akan baik-baik saja!" Balas Genisa.

__ADS_1


"Baik sayang"


"Berjanjilah bahwa kamu akan pulang dengan selamat" Kata Genisa lagi dengan penuh harapan. Matanya mulai memerah, pandangannya tidak lepas dari wajah sang kekasih dengan penuh kekhawatiran.


"Aku berjanji sayang. Aku akan pulang untuk mu" Jawab Wisnu dengan penuh kasih sayang.


Sementara itu, Clara menatap Wisnu dan Genisa dengan tatapan yang tidak biasa.


Wajahnya nampak merah padam, "Ma, aku kedepan dulu!" Kata Clara cepat. Seketika Wisnu sedikit menoleh kepada Clara yang nampak sangat kesal.


"Clara. Kamu jangan pergi sendiri, bahaya di luar sana" Tegur Wisnu.


"Biarin. Aku bisa jaga diri" Balas Clara ketus. Lalu melengos pergi meninggalkan mereka disana.


"Rian, kamu ikuti Clara! Jangan sampai ia terluka karena musuh kita" Titah Wisnu kepada Rian.


"Baik tuan"


Di taman.


Clara nampak mendengus kesal dengan menghentakkan sebelah kakinya dengan kasar seperti anak kecil.


"Kenapa aku harus melihat semua ini. Kenapa kamu menikahi dia dan bukan aku" Ujarnya dengan kesal disana.


"Ehemmmm"

__ADS_1


Seketika Clara menoleh kebelakang dengan cepat.


"Kamu? Ngapain kamu disana" Ketus Clara semakin kesal.


Tanpa menjawab, Rian berjalan mendekati Clara.


"Aku rasa kamu terlalu bermimpi untuk menginginkan tuan Wisnu. Tidak ada yang bisa menggantikan Nona Genisa dari hatinya" Kata Rian dengan sedikit tersenyum miring.


"Jangan kurang ajar ya" Kata Clara memperingati.


Rian hanya terkekeh, "Walaupun kamu adalah bagian keluarga Tuan Liu. Aku tidak akan membiarkan kamu menghancurkan kebahagiaan tuan Wisnu. Kamu tidak berhak atas tuan Wisnu disini" Ucap Rian tegas.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2