
Bab 71
"Waktu itu,,,,,,,,," Ucap Sinta yang sedikit menggantung kata-kata nya.
Flashback 🌺
Beberapa hari yang lalu.
Ketika Sinta dan Joni tertangkap di sebuah gedung tua markas besar milik Bram.
Di sebuah ruangan kosong.
Sinta dan Joni nampak tersungkur dengan keras ke lantai, akibat dorongan dari beberapa pengawal itu kepada mereka.
Pintu ruangan pun di kunci oleh salah satu pengawal Bram tadi.
Setelah beberapa saat kemudian.
"Bella!" Seru Herlangga kepada Bella yang hendak menuju ruangan dengan tergesa-gesa, tempat di mana Sinta dan Joni di kurung.
Bella menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan menghadap Herlangga yang ada di belakangnya.
Bella nampak mendengus kesal.
"Aku tidak menyangka bahwa kau memiliki seorang adik Bella" Terdengar suara seorang pria berbicara dari balik pintu itu. Sinta dan Joni terkesiap kala mendengar seseorang berbicara dibalik pintu itu. Mencoba mengenali suara yang begitu terdengar familiar bagi mereka.
Sinta dan Joni bangun dari duduknya, lalu sedikit menempelkan kupingnya di dekat pintu.
"Apa kau mengenali suara nya?" Tanya Joni pada Sinta dengan sedikit mengecilkan volume suaranya.
__ADS_1
"Iya. Itu seperti suara kakak ku Bella" Jawab Sinta dengan tetap fokus menajamkan pendengarannya akan pembicaraan dua orang yang ada di balik pintu itu.
"Jangan mencoba untuk melibatkan adikku dalam semua ini" Tegas Bella.
"Hahah. Itu tergantung darinya saja" Ucap Herlangga dengan tawa menyeringainya.
Herlangga langsung menuju pintu tempat Sinta dan Joni di sekap.
"Herlangga tunggu!" Teriak Bella. Mencoba menghentikan Herlangga, namun semua itu sudah terlambat. Herlangga sudah lebih dulu membuka pintu itu yang membuat mereka terekspos oleh Sinta dan Joni.
Sinta dan Joni nampak terdiam. Mata mereka tertuju kepada dua orang itu dengan wajah yang sulit di artikan.
"Jadi kakak berkomplot dengan mereka?" Ucap Sinta tidak menyangka
"Herlangga? Kau dalang semua ini?" Kata Joni yang juga menatap Herlangga dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Hahahah tentu saja!" Jawab Herlangga dengan tawa menyeringainya.
"Apa maksud mu?" Jawab Bella tidak mengerti.
"Berikan saja pilihan mu! Jika tidak aku akan membunuh mereka berdua!" Kata Herlangga dengan sorot mata tajam.
"Kalau begitu aku akan memberikan pilihan untuk mu Sinta. Pilih menyelamatkan Joni atau kakak mu Bella?" Lanjut Herlangga lagi.
Sinta nampak diam. Bella dan Sinta saling menatap dengan perasaan yang serba salah.
Sementara itu, mata Sinta beralih sejenak ke tangan Herlangga yang sudah memegang pistol. Hatinya semakin bimbang akan pilihan yang di berikan Herlangga kepadanya. Di sisi lain, Sinta tidak ingin kehilangan Joni. Namun di sisi lain juga, Sinta tidak bisa membunuh saudaranya sendiri. Walau bagaimanapun Bella juga merupakan kakak yang sangat ia sayangi.
"Aku hitung sampai tiga. Jika tidak aku akan menembak kalian secara acak sesuai keinginan ku sendiri" Ancam Herlangga.
__ADS_1
"Satu…………." Mata Herlangga menatap Bella dan Sinta secara bergantian. Menikmati setiap ekspresi wajah ketakutan dan kebingungan yang mereka rasakan.
"Dua……………" Lanjut Herlangga lagi dengan senyum menyeringainya.
"Ti…….."
Duoorrrrrrrrr…………
Seketika Mereka semua terperanjat kaget, suara tembakan peringatan dari arah gedung bawah.
Herlangga berlalu pergi begitu saja meninggalkan mereka.
Sementara itu, Bella secepat kilat menghampiri Sinta dan melepaskan ikatan tali yang ada di tangan Sinta dan Joni.
"Kalian cepatlah pergi!" Kata Bella setelah melepas semua tali yang terikat di tangan Joni dan Sinta.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏🙏🙏 Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author