
Bab 28 Kebenaran
"Aku percayakan ini kepada kalian" Jawab nya kemudian.
*****
Wisnu datang seperti biasanya.
Namun ia terheran kala melihat sang istri menangis sensegukan di ruang tamu.
Wisnu cepat-cepat menghampiri Istrinya dan bertanya disana.
"Kamu kenapa?" Tanya Wisnu cepat dengan penuh kekhawatiran. Ia langsung menduduki bokongnya tepat disamping Genisa.
"Mami dan kakak pergi mas" Balas Genisa dengan deraian air mata.
"Usss usss. Sudahlah. Biarkan saja mereka, nanti juga kembali lagi" Balas Wisnu enteng.
Genisa mengangkat wajahnya, menautkan kedua alisnya seraya menatap suaminya dengan penuh tanya.
"Maksud mas apa?" Tanya Genisa dengan wajah bingungnya.
"Mungkin inilah waktunya untuk mas bercerita kepada kamu yang sebenarnya" Ucap Wisnu sedikit menggantung kata-kata.
"Bercerita tentang apa? Aku gak mengerti mas" Jawab Genisa bingung.
"Ayo ikut mas dulu. Mas akan menunjukan sesuatu kepadamu!" Ucap Wisnu seraya menarik tangan istrinya dan membawanya keluar.
"Kita mau kemana mas?" Tanya Genisa lagi. Namun langkah kakinya tetap menuruti kemanapun Wisnu membawanya.
__ADS_1
"Sebentar!" Ucap Wisnu. Lalu mengeluarkan sebuah benda pipih kesayangannya.
Genisa melebarkan matanya dengan mulut menganga, kala melihat sebuah handphone termahal di dunia berada digenggaman suaminya.
Setahunya, selama ini Wisnu tidak memiliki handphone. Oleh karena itulah Genisa tidak pernah menelpon suaminya itu kala berada diluar rumah.
"Rian. Bawa mobil kesini. Sekarang!" Perintah Wisnu, lalu mematikan telepon nya.
Tidak berapa lama, sebuah mobil mewah pengeluaran terbaru menghampiri mereka.
Genisa masih menatap suaminya dengan pikiran yang berkecamuk. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan dari mana Wisnu mendapatkan semua ini? Itulah yang ada didalam pikiran Genisa.
Seorang pria tampan dengan setelan jaz hitam nya keluar dari dalam mobil, dengan berjalan memutar menuju pintu mobil belakang sebelah kiri.
"Silahkan masuk tuan" Seru Rian dengan sedikit menunduk hormat.
Genisa menatap bingung kedua pria itu, "Apa mereka sedang berakting? Lalu dari mana ini semua" Batin Genisa. Bibirnya seakan kelu, wajahnya bingungnya terlihat jelas diwajah Genisa.
"Mas, mobil siapa ini? Dan handphone mu tadi dari mana mendapatkannya?" Tanya Genisa setelah berada didalam mobil.
"Nanti akan mas jelaskan. Namun sebelum itu mas ingin membawa mu ke suatu tempat terlebih dahulu" Jawab Wisnu. Genisa hanya bisa bersabar dan menurut akan perkataan suaminya ini, walaupun sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada suaminya itu.
Sesampainya disebuah rumah mewah dengan desain terbaru penuh dengan hamparan tumbuhan bunga-bunga yang dirawat dengan rapi, sehingga menambah keindahan rumah semakin terlihat menawan dan Alami.
Genisa turun dari mobil dengan mengedarkan pandangannya keseluruhan tempat.
"Rumah siapa mas?" Tanyanya. Lalu menatap suaminya dengan penuh selidik.
"Ini adalah rumah kita!" Jawabnya spontan.
__ADS_1
Genisa membelalakkan matanya sempurna.
"Kamu bercanda mas. Rumah sebagus ini adalah rumah kita? Apa aku sedang bermimpi" Ucap Genisa tidak percaya.
"Coba saja cubit tanganmu sayang. Sakit atau tidak?" Ucap Wisnu.
Genisa langsung menuruti perkataan suaminya itu, dengan sekuat tenaga ia mencubit tangannya.
"Eiizztt. Jangan terlalu kuat, nanti tanganmu sakit" Cegah Wisnu cepat dengan menarik tangan istrinya.
"Awww, Ternyata sakit mas!" Ucap Genisa seraya meringis kesakitan.
"Mas, tolong jelaskan sama aku. Sebenarnya apa yang terjadi? Kamu mendapatkan ini dari siapa?" Sambung Genisa lagi. Rasa penasaran nya sungguh bergejolak, meminta penjelasan dari Wisnu, suaminya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Jangan lupa ya! like dan komennya
__ADS_1
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author.