
Bab 86
"Dasar wanita j*l*ng. Kamu benar-benar tidak pantas untuk Wisnu"
Seketika langkah kaki Wisnu terhenti.
"Siapa itu?"
Wisnu berjalan masuk dengan sangat hati-hati, tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Bahkan ia juga sudah lebih dulu memberi kode kepada kedua pengawalnya yang berjaga di depan pintu utama untuk tidak menyapanya kali ini.
"Kenapa kalian berdua begitu membenci ku? Aku salah apa?"
Terdengar suara seseorang yang begitu familiar bagi Wisnu sedang beradu mulut, entah dengan siapa itu?.
"Karena kehadiran kamu Wisnu berpaling dari ku" Ungkapnya dengan sangat kesal.
"Apa maksudmu? Berpaling bagaimana?" Tanya Genisa tidak mengerti.
"Wisnu adalah cinta pertama ku. Cinta mati ku. Hanya karena dia sepupu ku, bukan bearti itu bisa menghentikan rasa sayang ku kepadanya" Ucap Clara. Yang membuat Genisa hampir syok mendengarnya. Bagaimana mungkin, Clara yang sudah Genisa anggap sebagai saudara, bisa-bisanya mencintai suami yang sangat ia sayangi. Terlebih lagi, Clara adalah sepupu dari suaminya sendiri.
"Ayo ma! Kita bawa wanita ini pergi dari sini!" Lanjut Clara.
Belum sempat Genisa mencerna semua ini, kedua wanita yang menyandang sebagai sepupu dan Tante dari suaminya itu segera memegang kedua tangan Genisa dengan erat dan siap membawanya keluar dari rumah ini.
"Lepaskan! Lepaskan aku" Teriak Genisa kesakitan. Namun kedua wanita itu tidak menggubrisnya dan malah menyeret Genisa dengan paksa.
__ADS_1
"Beraninya kalian!" Teriak Wisnu lantang.
Clara dan ibunya Sonia seketika tersentak, kedua bola mata mereka segera mengarah ke arah suara. Secepat kilat keduanya langsung melepaskan pegangannya kepada Genisa setelah menyadari siapa yang berada di depan mereka saat ini.
Dan benar saja, Wisnu berdiri di ambang pintu ruang keluarga sedang menatap mereka dengan tatapan tajam. Nampak bola mata Wisnu memerah dengan tangan yang mengepal geram.
Melihat itu, Clara terdiam dengan wajah ketakutan. Begitupun dengan ibunya Sonia.
"Wi-Wisnu? Sejak kapan ka-kau di situ?" Tanya Buk Sonia tergagap.
Wisnu tidak menjawab, langkah kakinya maju dengan perlahan dengan tatapan yang tidak lepas dari Clara dan Buk Sonia.
Wisnu menghampiri Genisa dan membantunya bangun.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Wisnu lembut. Genisa hanya membalas dengan anggukan pelan dengan sedikit meneteskan air mata.
"Pengawal!" Teriak Wisnu lagi dengan lantang.
Beberapa pengawal berlarian masuk setelah di panggil oleh Wisnu.
"Tangkap dan kurung mereka berdua! Aku akan membereskan mereka yang telah membuat istriku menangis" Perintah Wisnu lagi. Itu terdengar begitu menyeramkan bagi Sonia dan Clara.
Tanpa menunggu lama, kedua wanita itu pun di bekukan dan sesuai perintah Wisnu, kedua wanita itu akan di kurung di suatu tempat.
"Wisnu aku bisa jelaskan ini semua" Teriak Clara yang meronta-ronta mencoba untuk melepaskan diri.
__ADS_1
Wisnu hanya menatap nyalang wanita itu, tanpa ingin menjawab dan mendengarkan penjelasan Clara.
"Ayo kita duduk!" Ajak Wisnu setelah kedua wanita itu sudah tidak terlihat lagi dari pandangan matanya.
Genisa pun hanya menurut dan duduk di bangku yang ada di sana.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka ingin mengusir mu?" Tanya Wisnu dengan menatap wajah istrinya dengan sangat dalam.
"Clara dan Tante tidak menyukai aku dan Clara mencintaimu mas" Jawab Genisa.
"Jadi karena masalah itu mereka sampai seperti itu kepadamu?" Tanya Wisnu lagi.
"Sebenarnya. Tante Sonia membenci semua keluarga ku Mas. Aku juga tidak tau apa penyebabnya" Ungkap Genisa lagi.
"Sudahlah. Aku akan membereskan mereka. Kamu jangan khawatir lagi" Balas Wisnu dengan sudah memeluk erat tubuh Genisa.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu