Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 78


__ADS_3

Bab 78


Setelah melihat Keadaan Rian yang tidak sadarkan diri. Para Dokter itu segera membawa Rian ke ruangan UGD untuk menindak lanjuti.


Tidak lama setelah Dokter itu membawa Rian ke dalam ruangan. Terdengar deru langkah kaki yang mendekat dengan sedikit berlari.


"Mas kamu gak apa-apa kan?" Tanya Genisa khawatir.


Genisa langsung meraih wajah suaminya dengan mata yang berkaca-kaca. Mata mereka saling bertemu. Tidak lama setelah itu, Genisa langsung memeluk tubuh Wisnu dengan erat dan di balas oleh Wisnu.


"Mas! Jangan seperti ini lagi. Aku takut kalau mas kenapa-kenapa. Aku takut kalau mas nanti terluka. Jika terjadi sesuatu, bagaimana dengan nasib ku" Ucap Genisa lagi dengan di iringi suara isakkan tangisnya.


Wisnu pun melepaskan pelukannya setelah mendengar penuturan istrinya.


Wisnu memegang bahu Istrinya lembut dengan kedua tangannya.


"Sayang. Maaf jika aku membuatmu khawatir. Jangan menangis lagi! Aku janji tidak akan mengulanginya lagi" Ujar Wisnu dengan mengusap air mata Genisa dengan lembut.


"Sekarang tersenyumlah! Mas tidak akan pernah meninggalkan mu, karena mas sangat mencintaimu" Lanjut Wisnu lagi dengan penuh cinta.


Genisa hanya mengangguk mengiyakan seraya tersenyum senang, lalu kembali memeluk Wisnu dengan erat.


Sementara itu, Clara yang juga ada di sana menatap Wisnu dan Genisa dengan wajah sedihnya.


"Sebesar itukah cinta kalian? Lalu bagaimana dengan ku yang juga mencintai mu Wisnu?" Batin Clara.

__ADS_1


2 Jam kemudian.


Nampak Wisnu dan beberapa orang lainnya masih menunggu di depan ruangan operasi dengan wajah kecemasan yang tergambar di wajah mereka masing-masing.


Kringggg Kringgg.


Terdengar suara dering telepon, milik Genisa berbunyi.


Wajah mereka yang semulanya penuh Ketegangan, kini mata mereka semua beralih kepada Genisa. Termasuk Wisnu.


"Siapa?" Tanya Wisnu cepat.


"Kak Yunma" Jawab Genisa.


"Sebentar ya mas, aku jawab teleponnya dulu" Lanjut Genisa lagi, lalu ia memencet tombol hijau pada layar handphone nya.


"Hallo Genisa. Kakak cuma mau kasih tau kalau Joni sudah sadar"


"Apa? Kakak serius? Kakak gak bercanda kan?" Tanya Genisa beruntun dengan senyuman kebahagiaan.


"Ada apa?" Tanya Wisnu penasaran setelah melihat wajah Genisa yang sudah meneteskan air mata.


Genisa hanya membalas Wisnu dengan sedikit mengangkat tangannya sebelah sebagai isyarat kepada Wisnu untuk menunggu.


"Nanti kita sambung lagi ya kak. Aku akan segera ke sana" Ucap Genisa. Lalu mematikan telepon miliknya.

__ADS_1


Genisa tersenyum senang, lalu tatapannya beralih kepada Wisnu yang nampak sedang menunggu jawaban Genisa yang sempat tertunda tadi.


"Kak Joni sudah sadar mas. Tadi kak Yunma telepon dan dia bilang kak Joni sudah sadar" Ucap Genisa senang.


"Benarkah? Syukurlah, semoga dia lekas sembuh" Jawab Wisnu yang juga ikut senang mendengar kabar bahagia ini.


"Mas!" Seru Genisa.


Wisnu menatap istrinya dengan dalam, "Ada apa?" Tanya Wisnu.


"Apa aku boleh menjenguk kak Joni sekarang?" Tanya Genisa ragu penuh harap. Mengingat bahwa sekarang Rian juga dalam masa kritis di ruang operasi.


"Tentu saja boleh sayang. Tapi mas minta maaf gak bisa menemani kamu ke sana. Karena Rian juga membutuhkan mas saat ini" Ujar Wisnu.


Genisa tersenyum senang, "Gak apa-apa mas. Aku ngerti kok. Sekarang aku pamit ya mas" Balas Genisa. Lalu ia meraih tangan Wisnu dan mencium punggung tangan suaminya.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2