
Beberapa bulan kemudian.
Terlihat semua orang berlari dengan panik. Pasalnya, Genisa yang sudah kesakitan perutnya karena mau melahirkan.
Wisnu yang masih di kantor bergegas pulang, tidak lupa ia menyuruh pengawalnya untuk membawa Genisa ke rumah sakit terdekat disana agar mendapatkan pertolongan dengan cepat.
Rasa khawatirnya dan takut bercampur aduk menjadi satu. Membuat lelaki itu tidak sabaran untuk segera sampai di rumah sakit xx.
Genisa sudah di bawa ke rumah sakit oleh pengawalnya dan beberapa pelayan yang menemani.
Tanpa menunggu lama, Genisa langsung di bawa ke ruang UGD dan di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Periksa detak jantung bayinya. Tekanan darah sang ibu dan kekuatan sang ibu untuk melahirkan normal" Ucap seorang dokter memberikan arahan kepada para suster nya.
Suasana terasa begitu mengkhawatirkan. Tidak lama setelah kabar Genisa yang akan melahirkan, semua keluarga berbondong-bondong datang satu persatu ke rumah sakit untuk melihat keadaan Genisa.
Sudah 2 jam mereka menunggu di pintu ruangan persalinan. Namun, Dokter atau suster tidak kunjung keluar. Hal itu membuat Wisnu semakin menghawatirkan istrinya.
Tidak sabar ingin melihat situasi yang terjadi, Wisnu menerobos masuk begitu saja.
__ADS_1
"Owekkkk Owekkkk Owekk"
terdengar suara tangis seorang bayi menggema di ruangan itu, membuat Wisnu seketika menghentikan langkahnya dengan air mata yang sudah sembab.
Tepat di depan matanya, Anaknya lahir. Dokter langsung memberikan anak itu kepada Suster untuk di bersihkan terlebih dahulu. Kini tinggal melihat kondisi Genisa.
Setelah di periksa, ternyata Genisa kekurangan darah dan mengakibatkan Genisa harus di transfusi darah. Namun, hal itu tidak terlalu mengkhawatirkan, karena Genisa hanya kekurangan darah akibat banyaknya darah yang keluar karena melahirkan.
Wisnu mendekati Genisa, lalu mencium wajah istrinya itu dengan deraian air mata. Rasanya tidak sanggup melihat pengorbanan istrinya yang berjuang antara hidup dan mati dalam melahirkan anaknya. Rasa haru, bercampur dengan rasa takut menyelimuti hati Wisnu. Dirinya begitu takut kehilangan istrinya itu.
"Terimakasih ya sayang, karena sudah mau berjuang untuk anak kita. Aku sangat mencintaimu" Ucap Wisnu dengan lembut. Tidak henti-hentinya laki-laki itu mencium wajah istrinya.
"Ini bayinya tuan. Bayi anda berjenis kelamin laki-laki, kondisinya sehat dan tanpa cacat sedikit pun" Ucap Dokter.
Wisnu pun menangis haru, lalu membawa anaknya kedalam gendongannya. Tidak lupa ia mencium dengan gemas pipi anaknya itu, lalu membawanya mendekat kepada Genisa, Istrinya.
"Mas anak kita tampan ya! Seperti dirimu" Ucap Genisa dengan lirih.
Kebahagiaan yang tiada duanya. Yaitu mendapatkan si buah hati cinta mereka. Sudah sekian lama mereka menunggu, akhirnya hari ini tiba juga. Wisnu pun segera melantunkan azan di telinga anaknya. Mengadzani bayi yang baru lahir adalah sebuah simbolik dari harapan dan doa-doa setiap orang tua kepada anaknya yang baru lahir agar kelak dapat menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupannya.
__ADS_1
Setelah Genisa di pindahkan ke ruang rawat beserta bayinya. Semua keluarganya bergantian untuk menggendong sang bayi. Bahkan saudara-saudara Genisa sampai berdebat kecil hanya untuk memilihkan nama untuk keponakan mereka.
Lengkap sudah kebahagiaan Wisnu dan Genisa. Setelah kesekian kalinya badai menghantam rumah tangganya, kini mereka memetik pelajaran yang berharga dan menerima balasan yang setimpal atas perbuatan masing-masing.
Perbuatan baik akan mendapatkan balasan kebaikan. perbuatan buruk akan menerima balasan keburukan. Jika tidak di dunia, maka balasan itu akan ada di Akhirat kelak. Jadi jangan takut berbuat kebaikan kepada siapapun.
.
.
.
.
.
Tamat๐บ๐บ
Terimakasih buat pembaca MTMK yang sudah setia menanti. Maaf juga karena sempat di gantung sama Author ceritanya. Cerita Wisnu dan Genisa akan berakhir disini. See you di cerita lainnya guys.๐ค๐ค๐ค
__ADS_1