Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 88


__ADS_3

Bab 88


Nampak Mata Clara menatap sebuah koridor atas dengan tatapan tajam.


"Aku akan membuat perhitungan kepada mu Genisa" Batin Clara geram.


***


Beberapa minggu kemudian.


"Syukurlah. Aku senang jika kak Joni sudah bisa pulang" Ucap Genisa senang memalui sambungan telepon.


"Kamu kesini kan jemput kita?" Tanya Yunma.


"Siap kak. Sebentar lagi aku kesana. Kakak tunggu aja aku di sana ya" Jawab Genisa.


"Ok. Kakak tunggu ya!"


"Iya kak!" Balas Genisa. Lalu ia langsung mematikan telepon genggam miliknya.


Genisa segera meraih tas kecilnya yang ada di atas nakas samping kasurnya, lalu berjalan keluar dengan mengetikan beberapa kata di layar handphone nya.


"Sayang. Aku pergi menjemput kak Joni dulu ya. Kak Joni sudah bisa pulang hari ini" Isi pesan Genisa.


30 menit kemudian.


Sementara itu di tempat lain.


Wisnu yang mendapatkan notif pesan dari sang istri, segera ia membuka isi pesan itu.


"Sayang. Aku pergi menjemput kak Joni dulu ya. Kak Joni sudah bisa pulang hari ini" Genisa.


"Sebentar ya. Aku harus menelpon seseorang dulu" Ijinnya kepada klien nya.


Wisnu pun segera keluar dari restoran itu, lalu segera menelepon sang istri.


Tutttt


Tuttt

__ADS_1


Suara telepon menyambung.


"Hallo mas!" Ucap Genisa dari seberang sana.


"Kamu lagi di mana sekarang?" Tanya Wisnu cepat.


"Lagi di jalan mas" Ungkap Genisa.


"Kamu sama siapa?" Tanya Wisnu lagi.


"Sama pak Santo mas. Dan dua orang pengawal di mobil belakang" Terang Genisa.


Nampak Wisnu sedikit bernafas lega.


"Syukurlah. Jika sudah sampai di rumah sakit segera hubungi aku" Titah Wisnu.


"Baik sayang"


"Jangan mampir kemana pun. Kamu harus segera kerumah sakit dan harus segera pulang" Titah Wisnu lagi.


Genisa sedikit diam, menurutnya suaminya itu hanya mengkhawatirkan dirinya terlalu berlebihan.


Genisa seketika tersentak kaget.


"I-iya mas. Aku dengar kok" Jawabnya kemudian.


"Ya sudah. Hati-hati di jalan. Aku sedang ada pertemuan bersama klien di restoran. Jadi tunggulah aku di rumah! Setelah selesai aku akan segera pulang" Tutur Wisnu.


"Iya suamiku yang tersayang" Ejek Genisa dengan sedikit tertawa kecil.


"Aku tutup dulu telepon nya. I love you sayang" Ucap Wisnu. Lalu segera ia mematikan telepon nya.


Genisa hanya tersenyum manis, lalu kembali memasukan telepon nya ke dalam tas miliknya.


Di dalam perjalanan. Tiba-tiba Genisa melihat seseorang yang tidak asing baginya.


"Pak tolong berhenti sebentar!" Titah Genisa.


Pak Santo pun selaku sopir pribadi Genisa segera menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Lepaskan. Lepaskan aku!" Teriak wanita itu histeris ketakutan.


"Cepat suruh pengawal menolongnya" Titah Genisa kepada pak Santo.


Pak Santo pun segera turun dari mobil dan segera menyampaikan perintah Genisa kepada para pengawal yang berada di mobil belakang mereka.


Pengawal itu pun segera turun dari mobil dan langsung menghampiri dua orang wanita yang sedang di ganggu oleh beberapa preman di lorong jalan Gang itu.


Perkelahian pun terjadi disana. Beberapa preman pun di buat babak belur oleh para pengawal itu.


Para preman itu bukanlah tandingan sepadan bagi para pengawal yang Genisa bawa untuk menemaninya itu.


"Pergi atau kalian aku bawa ke kantor polisi" Teriak pengawal itu lantang.


Beberapa preman itu pun berlarian menjauhi mereka.


"Terimakasih! Sudah mau menolong kami"


"Berterimakasih lah kepada Nona Genisa. Dia yang telah memerintahkan kami untuk menolong anda" Ungkap pengawal itu.


"Genisa?" Lirih wanita itu.


Dua orang wanita dengan pakaian lusuh serta rambut yang nampak tidak beraturan menatap ke arah mobil yang pengawal itu tunjuk. Yang keberadaannya sedikit jauh dari lokasi di saat mereka di regang oleh beberapa preman itu.


Genisa keluar dari dalam mobil. Tatapan prihatin nampak terlihat jelas dari mata indah Genisa.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu

__ADS_1


__ADS_2