
Bab 21 Pindah rumah
Semuanya pun masuk kedalam mobil itu.
Sangat sempit dan pengap. Bahkan rasanya tidak bisa bernafas karena saking sempitnya.
Wisnu tersenyum manis, melihat keluarga Buana yang tidak berdaya ini.
"Joni geser dong! Mami sudah duduknya ini" Ucap Buk Rosa ketus. Joni hanya menurut dengan sedikit bergeser, memberikan jarak kepada Maminya untuk duduk.
Tidak beberapa lama, mobil yang mereka tumpangi pun berhenti di depan sebuah rumah tua yang penuh dengan debu.
Mereka semua berdiri memanjang kesamping. Menatap rumah yang saat ini ada di depan mereka.
Seketika tangis Buk Rosa pecah disana.
"Kenapa nasib kita jadi seperti ini! Seharusnya kita tidak kesini, ayo kita kembali. Papi, ayo kita pergi kerumah saudara mu saja" Ajak Buk Rosa kepadanya suaminya.
"Mi! Aku sudah menghubungi nya. Tapi dia tidak ingin kita kerumahnya" Jawab suaminya dengan wajah bingungnya.
"Jika kalian ingin disini terus silahkan. Aku dan Genisa akan masuk" Ucap Wisnu. Ia menarik tangan istrinya menuju rumahnya.
"Maafkan aku sayang. Sementara ini, kita harus seperti ini dulu sebelum nanti mas akan membawa mu ke istana kita" Batin Wisnu seraya menatap Genisa dengan penuh Cinta. Genisa yang tersenyum, nampak tidak terbebani walaupun dirinya harus tinggal di gubuk tua itu, membuat Wisnu semakin mencintai Genisa.
Apa itu Cinta?
Cinta adalah disaat kita berjalan bersama. Saling menggenggam erat satu sama lain. Saling mendukung. Dan saling melengkapi.
Cinta adalah disaat dirimu memberi tanpa harus meminta balasan. Disaat kau tersenyum disaat melihat orang yang dicintai bahagia.
__ADS_1
Cinta tidak pernah egois. Dia akan membawa kita berjalan searah tanpa harus ada yang berada didepan atau berada dibelakang, melainkan berjalan disamping secara beriringan.
"Mas!" Seru Genisa dengan menggoyangkan tangannya kekiri dan ke kanan beberapa kali sekedar untuk menyadarkan suaminya.
Seketika Wisnu terbuyar dari lamunannya. Ia sedikit terkekeh kecil.
"Maaf sayang!" Jawab nya kemudian.
"Apa ada masalah?" Tanya Genisa memastikan.
"Tidak. Ayo kita masuk" Jawab Wisnu cepat. Wisnu mengeluarkan kunci rumah yanga ada didalam tas kecilnya dan membuka pintu itu.
Tikus-tikus berlarian kesana-kemari ketika Wisnu membuka pintu. Debu bertebaran dimana-mana.
Sudah satu tahun Wisnu meninggalkan rumah ini. Dan tidak pernah ia jenguk sama sekali, jadi wajar jika debu dirumah itu terlalu banyak.
"Sebentar ya sayang. Aku akan membersihkan nya dahulu" Ucap Genisa.
Tangannya ditarik oleh Wisnu.
"Duduklah. Aku yang akan membersihkan nya" Ucap Wisnu. Wisnu membawa istrinya duduk disebuah bangku didepan rumah. Namun sebelum itu ia sudah lebih dulu membersihkannya.
Genisa tersenyum, lalu Wisnu berlalu dan mulai membersihkan rumahnya.
Sementara itu, Mami Rosa beserta anak dan juga suaminya juga ikut duduk tanpa ingin membantu membersihkan.
30 menit kemudian.
"Sayang sudah selesai. Ayo masuk!" Ajak Wisnu lembut. Genisa masuk dengan menggandeng tangan suaminya.
__ADS_1
Didalam Kamar,
"Beristirahat lah. Mas sudah mengganti seprainya" Ucap Wisnu.
"Kamu mau kemana mas?" Tanya Genisa cepat.
"Mas masih ingin membersihkan halaman rumah kita. Kamu beristirahat lah dan jangan keluar" Ujar nya tegas.
Wisnu pun berlalu setelah itu.
"Wisnu kami tidur dimana? Mana kamarnya cuma 3 lagi" Celetus buk Rosa.
"Pilih-pilih saja Mi. Dan akan ada yang tidur di ruang tamu" Jawab Wisnu.
"Kamarnya belum dibersihkan. Aku bisa alergi terkena debu" Ucap Yunma.
"Jika kamu ingin tidur di tanah silahkan! dan jika kamu ingin tidur dikamar ini silahkan bersihkan sendiri. Aku bukan lagi pembantu kalian, sekarang kalian yang menumpang dirumah ku jadi harus tau diri" Jawab Wisnu cepat.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan lkomen karya ini ya.
Jangan lupa ya! like dan komennya