Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 40 Jantung Berdebar


__ADS_3

Bab 40 Jantung Berdebar


"Hah apa?" Tanya Sinta balik yang baru tersadar dari keterpana'annya.


"Kamu baik-baik aja kan? Gak ada yang terlalu sakit? Atau mau aku antar ke dokter?" Tanya Joni beruntun.


"Ahh. Hanya sedikit kok. Gak apa-apa, bentar lagi juga agak baikan kok sakitnya" Balas Sinta malu-malu saat diberikan perhatian oleh Joni.


"Kamu kemana? Biar aku antar!" Tawar Joni.


"Ah, hanya mau kepasar aja. Gak usah dianter kok. Nanti apa kata orang melihat kamu pergi kepasar? Kamu kan anak orang kaya jadi gak mungkinlah aku ngajak kamu kesana" Tolak Sinta halus.


"Aku bukan orang kaya lagi. Perusahaan ku bangkrut" Ucap Joni.


Seketika Sinta menganga tidak menyangka, setahunya Joni adalah anak orang kaya dan tidak biasa bila pergi ke pasar.


"Ma-maaf. Aku tidak tau soal itu Jon" Ucap Sinta yang merasa bersalah kala melihat wajah sedih Joni.


Joni sedikit tersenyum tipis, "Gak apa-apa kok Sinta. Mungkin sudah takdir" Jawabnya kemudian.


Suasana seketika menjadi hening. Joni dan Sinta memilih untuk tidak berbicara dan menikmati pemandangan yang ada didepannya. Kebetulan jalan itu sedikit dekat dengan taman, jadi mereka berdua sedikit terhanyut didalam pikirannya masing-masing.


"Sinta?" Seru Joni lembut. Sinta sedikit menoleh.

__ADS_1


"Apa rumah makan mu sedang menerima karyawan?" Tanya Joni.


"Kenapa?" Tanya Sinta balik.


"Jangan bilang kalau kamu mau kerja di tempatku! Oh tuhan, aku gak sanggup jika harus setiap hari melihat Joni. Bisa-bisa jantungku benar-benar akan copot dari tempat nya" Batin Sinta.


"Aku mau bekerja di tempat kamu. Warung makan kamu kan cukup besar dan pelanggan juga ramai banget. Jadi aku pikir kamu pasti kelelahan mengerjakan itu semua sendiri. Jadi apa boleh aku bekerja disana?" Ucap Joni penuh harap.


Sinta menganga, dengan mata yang membulat sempurna. Bagaimana tidak? Joni adalah seorang pria yang memang Sinta suka sejak waktu SMP dulu, dan sekarang tiba-tiba saja Joni ingin membantu usahanya yang sudah ia bangun dengan susah payah itu.


"Sin, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Joni lagi kala tidak mendapatkan jawaban dari Sinta


"A-aku hanya syok. Eh maksudnya aku senang jika kamu mau membantuku. Tapi,,,," Balas Sinta ragu.


"Tapi apa?" Tanya Joni penasaran. Joni menatap wajah Sinta, seraya menunggu jawaban dari Sinta.


"Jantung? Kenapa dengan jantung mu?" Tanya Joni balik dengan wajah bingungnya.


"Sudahlah. Aku mau pergi dulu" Sinta berdiri dan segera akan pergi.


Namun belum sempat Sinta melangkah, sebuah tangan menggenggam tangannya dengan lembut sehingga membuat Sinta kembali menoleh kebelakang.


"Sin, kamu belum menjawab pertanyaan aku tadi. Apa aku boleh bekerja di tempat kamu?" Tanya Joni lagi.

__ADS_1


Sinta semakin merasa gugup. Jantungnya yang berdebar, kini berubah menjadi terasa sesak. Rasanya, jantung itu akan benar-benar keluar dari tempatnya.


"Iya. Aku pergi dulu" Balas Sinta cepat dan segera pergi dari sana dengan sedikit berlari.


Joni terdiam, mencerna akan apa yang Sinta katakan barusan.


"Iya, aku pergi dulu. Apakah itu artinya iya?" Tanya Joni kepada dirinya sendiri dengan wajah bingungnya.


"Sudahlah. Yang penting Sinta sudah jawab Iya. Jadi aku besok tinggal kesana saja" Ucap Joni kemudian setelah beberapa saat terhanyut didalam pikirannya itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.

__ADS_1


Jangan lupa ya! like dan komennya


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2