
Bab 90
"Seharusnya aku juga seperti mu Genisa. Aku sudah salah menilai mu selama ini. Wisnu begitu mencintai mu, dan aku hanya bisa mengikhlaskan itu demi kebahagiaan Wisnu" Batin Clara.
******
30 menit kemudian.
Clara dan buk Sonia sudah selesai mengganti pakaian serta menata rambut mereka seperti biasanya.
Beruntung di toko milik Genisa juga menyediakan kamar mandi dan beberapa alat make up yang sengaja Genisa tinggal di sana untuk keperluannya selama bekerja.
"Sudah siap?" Tanya Genisa yang sudah berdiri dari duduknya kala melihat Clara dan buk Sonia sudah keluar dari kamar tempat Genisa beristirahat di tokonya.
"Sudah" Jawab Clara seraya tersenyum manis.
"Yuk berangkat" Ajak Genisa. Clara hanya mengangguk, lalu mereka berdua mengikuti langkah Genisa menuju parkiran mobil.
Mereka semua pun berangkat pergi menuju rumah sakit.
Sesampainya di sana. Yunma, Joni dan kedua orang tuanya sudah menunggu di depan rumah sakit xx tempat Joni di rawat sebelumnya.
Genisa mempercepat langkah menghampiri keluarganya.
"Kenapa menunggu di luar?" Tanya Genisa khawatir. Di atas terik matahari seperti ini, tentu membuat pertanyaan besar bagi Genisa.
__ADS_1
"Kami semua menunggu mu. Kak Joni katanya bosan berada di rumah sakit terus" Ungkap Yunma.
Genisa nampak bernafas dengan lega, "Syukurlah. Aku pikir kalian kenapa-kenapa" Ujar Genisa.
"Tidak kok. Yuk kita pulang" Ajak Buk Rosa. Ibunya Genisa.
"Yuk" Jawab Genisa menyetujui.
Tiba-tiba langkah Buk Rosa terhenti. Di kala ia melihat Sonia yang baru keluar dari dalam mobil milik Genisa.
Genisa menatap kedua wanita yang sudah tidak muda lagi itu dengan senyuman manisnya. Ia segera menghampiri ibunya dan menarik tangan ibunya untuk menghampiri tante Sonia.
"Ma. Tante Sonia akan kembali bersama kita" Ucap Genisa setelah berada di dekat Buk Sonia.
Buk Rosa menatap anaknya sejenak, lalu beralih menatap Buk Sonia dengan ragu.
Buk Sonia seketika langsung mengulurkan tangannya, hal itu membuat Buk Rosa semakin bingung.
"Maafkan aku. Aku sudah jahat sama kalian selama ini. Aku sadar bahwa aku terlalu egois dan mementingkan perasaan ku saja. Seharusnya aku tidak harus membenci mu dan juga keluarga mu. Terutama Genisa" Jelas Buk Sonia.
Senyum Buk Rosa pun seketika merekah dengan sempurna.
"Apa kita akan tetap menjadi sahabat?" Tanya Buk Rosa dengan penuh harap.
Buk Sonia hanya mengangguk mengiyakan, serata tersenyum senang.
__ADS_1
Buk Rosa pun segera menarik Buk Sonia dan membawanya kedalam pelukan hangatnya. Pelukan yang selama ini ia rindukan. Buk Sonia juga membalas pelukan sahabatnya itu dengan sangat erat. Air matanya pun sangat sulit ia bendung lagi, sehingga ia tumpah begitu saja dari mata indahnya.
Flashback.
Sewaktu muda dulu. Buk Sonia dan juga Buk Rosa adalah sahabat karib yang sangat dekat. Hingga makan dan minum pun mereka bersama. Namun na'as, mereka menyukai pria yang sama. Yaitu pak Bristama, yang sekarang sudah menjadi suaminya buk Rosa. Keduanya pun bermusuhan setelah mengetahui bahwa Pak Bristama menyukai Buk Rosa dan bukan buk Sonia yang jelas-jelas sudah lebih dulu menyatakan cintanya.
Flashback off.
Setelah acara maaf-maaf an selesai. Mereka pun melanjutkan obrolan mereka di dalam mobil dengan sangat nyaman dan tanpa dendam. Hal itu membuat mereka merasakan kelegaan yang begitu sempurna, setelah saling memaafkan satu sama lainnya.
Duppp Bruakkkk.
Seketika mobil yang mereka tumpangi terhenti secara mendadak.
Semua orang bertanya-tanya kenapa mobil itu berhenti dengan begitu tiba-tiba. Secepat kilat, penghuni mobil itu pun mengedarkan pandangannya kearah depan.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu