Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 80


__ADS_3

Bab 80


Clara hanya bisa terdiam, menatap kepergian Wisnu dengan sedikit meneteskan air matanya.


Sementara itu, di rumah sakit.


Genisa yang sudah berada di rumah sakit Xx tempat Joni di rawat sedang berjalan masuk ke aula rumah sakit.


Senyum kebahagiaan terlukis indah di bibir tipisnya.


"Kak!" Seru Genisa cepat, kala sudah memasuki ruangan rawat Joni.


Joni dan Yunma seketika menoleh kepada Genisa.


"Bagaimana keadaan kak Joni?" Tanya Genisa cepat kepada Yunma.


"Kata Dokter, Joni sudah melewati masa komanya. Dan Sekarang hanya butuh waktu untuk proses penyembuhan lukanya" Jelas Yunma.


"Syukurlah. Aku senang mendengarnya" Ujar Genisa senang. Lalu duduk di sebuah bangku samping kasur Joni.


"Ge-Ge-Genisa!" Seru Joni dengan suara yang begitu lirih.


Genisa menatap Joni dengan memegang sebelah tangan Joni.


"Apa kakak butuh sesuatu?" Tanya Genisa.


"Dimana Suami mu? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Joni. Masih dengan suara yang begitu lirih.


"Wisnu baik-baik saja kak. Bahkan dia sudah menangkap Bram dan juga Herlangga. Hanya saja saat ini Rian masih dalam penanganan Dokter. Dia di tembak oleh Herlangga sehingga mengakibatkan Rian harus di operasi" Jelas Genisa.

__ADS_1


"Kamu harus berhati-hati Genisa. Apalagi sekarang Wisnu sudah menjadi seorang presdir ternama. Musuhnya ada di mana-mana" Ucap Joni mengingatkan.


Genisa mengangguk pelan, "Baik kak" Jawab Genisa.


"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kakak sampaikan kepada Wisnu!" Ungkap Joni.


"Tentang apa kak?" Tanya Genisa penasaran.


"Tentang Bram dan juga Herlangga"


"Herlangga memiliki seorang mata-mata yang selalu mengintai Wisnu. Kalau tidak salah namanya adalah Bella. Kakak juga tidak menyangka bahwa Sinta adalah adik dari penjahat itu" Ungkap Joni.


"Aku dan Wisnu sudah tau itu kak. Wisnu sudah menangkap Bella juga saat ini. Wisnu sudah menceritakan semuanya kepadaku tadi" Jelas Genisa.


"Jadi kalian sudah tau?" Tanya Joni memastikan.


"Kami sudah tau kak" Jawab Genisa.


"Mami sama Papi di mana kak?" Tanya Genisa penasaran kepada Yunma. Karena sejak tadi tidak melihat keberadaan Ibu dan ayahnya disana.


Mengingat bahwa kedua orang tua mereka sudah berada di rumah kediaman keluarga Liu, jadi Genisa penasaran kenapa belum datang untuk menjenguk Joni.


"Mami sama Papi gak ada yang antar. Tanpa ijin suami mu para pengawal di sana gak berani untuk mengantar Mami sama Papi ke sini. Lagi pula Mami sama Papi gak enak hati untuk berbicara minta di anterin ke sini" Jelas Yunma.


"Wisnu gak perintah pengawal begitu kak. Selagi itu penting, semuanya bisa pergi dengan mobil yang di pegang sama pengawal di sana" Jelas Genisa.


"Ya udah. Aku telepon pengawal dulu untuk antar Mami sama Papi ke sini" Lanjut Genisa.


Genisa pun langsung mengeluarkan benda pipih kesayangannya itu dari dalam tas kecilnya. Lalu menelpon seorang pengawal yang bertugas di rumah kediaman Liu.

__ADS_1


"Hallo Nona!" Ucap seseorang dari seberang sana.


"Tolong kamu antar Mami sama Papi ke rumah sakit Xx ya! Sekarang!" Titah Genisa.


"Tapi non. Nyonya Sonia melarang kami untuk mengantar beliau" Jelas Pengawal itu ragu.


"Tante Sonia? Kenapa dia melarang Mami sama Papi pergi dengan mobil pengawal?" Batin Genisa.


"Turuti perintahku, atau kalian akan tau akibatnya nanti?" Ucap Genisa Tegas tanpa ragu.


"Baik Non, kami akan segera kesana"


Tittttt.


Tanpa menjawab, Genisa langsung mematikan telepon nya.


"Ada apa? Kamu kok kesal gitu?" Tanya Yunma penasaran.


"Gak kok kak. Aku baik-baik aja" Jawab Genisa dengan sedikit memaksakan senyumannya.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2