
Bab 23 Seorang Pacar
Sementara itu, Buk Rosa masih terdiam dan mematung disana. Mencerna akan apa yang Wisnu katakan barusan kepadanya.
***
Makan malam pun dilakukan tanpa adanya suara dari keluarga Buana yang terkenal terbiasa menghina.
Suasana begitu hening. Wisnu menatap wajah mereka satu persatu dimeja makan yang sudah tidak baru lagi itu. Ada rasa bersalah di hatinya karena telah melakukan ini kepada mereka semua. Namun jika tidak seperti ini, kapan mereka akan berubah?
"Aku sudah selesai. Kalian lanjutkan saja makannya" Ucap Wisnu. Mereka semua hanya menoleh sejenak tanpa ingin menjawab perkataan Wisnu.
Wisnu pun berlalu pergi dari sana, meninggalkan mereka yang sedang makan di meja makan.
"Mami kok diam aja dari tadi" Tegur Anis. Kala Wisnu dan Genisa telah pergi.
Mami Rosa sedikit menoleh, "Apa kita sedang di dihukum sama Tuhan. Dan ini adalah karma untuk kita karena selalu menghina Wisnu" Ucap Buk Rosa dengan tatapan kosong.
Semua anaknya tercengang. Menatap Ibunya dengan wajah keheranan. Begitupun dengan suaminya Bristama.
"Apa mami sedang demam?" Tanya Anis.
"Mami sehat?" Sambung Joni.
"Mi, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Suaminya Bristama memastikan.
Buk Rosa yang awalnya sedikit menunduk, kini menegakkan wajahnya, menatap wajah suaminya dengan wajah sedih.
"Mami malu pi. Perkataan Wisnu tadi membuat Mami terpikirkan akan apa yang sudah mami lakukan kepadanya dulu" Ucap Buk Rosa Kemudian.
"Sudahlah mi. Jangan banyak pikiran, nanti mami sakit" Balas Suaminya.
*****
__ADS_1
Keesokan harinya.
Cerah pagi hari ini. Sehabis bersiap-siap, secepat kilat Joni meninggalkan rumah. Tak sempat ia berpamitan kepada siapapun termasuk Anis, istrinya.
"Aku Pasti terlambat" Gumam Joni di perjalanan. Secepat mungkin ia berjalan menuju Halte bus, Agar tidak ketinggalan Bus.
Sesampainya di sebuah taman.
Joni berjalan dengan pakaian yang sudah ia ganti.
Seperti biasa ia akan menggunakan Setelan jas hitam nya, lengkap dengan dasi dan juga sepatu mewahnya. Beruntung, kemarin ia masih sempat membawa barang-barang nya dari rumah itu.
Seorang wanita cantik sedang duduk manis di sebuah bangku. Nampak sedang menunggu seseorang.
Pandangan Joni beralih kepada wanita itu. Dengan senyuman manisnya, Joni mendekat dengan gaya nya yang Cool seperti biasanya.
"Hai sayang" Sapa Joni manis.
"Lama banget jemputnya? Aku sudah lama menunggu" Rengek wanita itu dengan manja.
"Maaf ya. Tadi mas macet dijalan" Jawabnya asal.
"Mobil kamu mana? Kok gak kelihatan" Tanya Wanita itu. Sebut saja namanya Meylin.
Joni sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hari ini pakai mobil kamu aja ya! Mas lagi berantem sama Anis jadi gak bawa mobil" Jawab Joni.
"Baiklah. Ayo!"
Didalam mobil.
"Kita mau kemana?" Tanya Joni seraya menyetir mobil.
__ADS_1
"Ke Mall aja deh. Kita jalan-jalan dulu, habis itu kita pergi makan" Jawab Meylin dengan senyuman manisnya. Nampak Joni hanya manggut-manggut menyetujui.
"Duh gimana nih kalau Meylin minta di bayarin. Aku kan ga punya uang sepeser pun" Batin Joni khawatir.
Sesekali ia tersenyum kecut. Memaksakan senyuman nya disaat mata mereka saling bertemu.
Tidak berapa lama.
Mobil yang Joni kendaraan pun berhenti tepat didepan parkiran City Mall yang terbesar di kotanya. Tempat biasa Joni dan Meylin akan pergi berbelanja.
Joni keluar dari dalam mobil dengan berjalan mengitari Mobilnya. Lalu membuka pintu mobil itu untuk pacarnya Meylin.
Meylin keluar dari dalam mobil lalu menggandeng tangan Joni dengan mesra.
"Joni"
Sebuah suara yang begitu familiar memanggil nama Joni.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan lkomen karya ini ya.
Jangan lupa ya! like dan komennya
__ADS_1