Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 70


__ADS_3

Bab 70


"Pergi! Pergi!" Usir Bella dengan wajah yang sudah di basahi oleh keringat dingin.


Rian tersenyum miring, seperti menikmati penderitaan yang Bella rasakan.


"Katakan apa yang kalian rencanakan. Untuk apa kau membunuh Joni?" Tanya Rian lagi dengan penuh selidik.


Bella masih bungkam dan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Rian.


"Atau jangan-jangan ada seseorang yang menyuruhmu melakukan ini?" Lanjut Rian lagi dengan tatapan mengintimidasi.


"Aku tidak akan mengatakan apapun kepada mu" Balas Bella ketus.


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan memaksamu bicara" Ujar Rian.


"Suruh polisi-polisi itu masuk!" Titah Rian kepada para pengawalnya dengan sedikit berteriak.


Bella kembali merasakan tubuhnya yang gemetar, seragam itu selalu mengingatkan Bella akan kejadian pahit di hidupnya.


"Pergi! Aku mohon pergi" Teriak Bella histeris, yang sudah menangis disana.


"Katakan siapa yang menyuruh mu" Bentak Rian.


"Tidak akan. Aku tidak akan mengatakannya" Balas Bella masih kekeh dengan pendiriannya.


"Jika kau masih tidak mau bicara, maka aku akan memerintahkan polisi ini untuk membunuh mu" Ancam Rian.


"Tuan!" Seru seorang pengawal disana. Rian yang sedikit emosi sedikit menghela nafas panjang, lalu menoleh kepada pengawal yang ada di belakangnya.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Rian.


"Di depan ada seorang wanita. Dia bilang, dia adalah adiknya Bella" Jawab pengawal itu.


Rian sedikit menautkan kedua alisnya, menatap Bella dengan tatapan tidak menyangka.


"Ternyata kamu mempunyai seorang adik" Ujar Rian seraya menatap Bella dengan tersenyum licik.


"Bawa adiknya masuk!" Titah Rian kepada pengawalnya.


"Jangan kau lukai adikku" Kata Bella khawatir.


Rian hanya tersenyum miring, tidak memperdulikan permintaan Bella.


"Jika kau melukai adikku. Aku akan membuat perhitungan kepadamu" Ancam Bella lagi.


"Kakak!" Sebuah suara seorang wanita, kini mengalihkan perhatian Bella.


"Sinta?" Ucap Rian lirih. Dengan menatap tidak menyangka.


"Kau adiknya Bella?" Lanjut Rian lagi memastikan.


"Iya. Saya adiknya Bella. Saya mohon jangan sakiti kakak saya. Biar saya saja yang akan menggantikan nya" Pinta Sinta dengan sedikit memohon.


"Jangan! Jangan lakukan itu. Biar aku saja yang melakukan ini" Sergah Bella tidak setuju.


"Tidak kak. Semua ini karena aku!" Kata Sinta menolak.


"Tunggu-tunggu. Apa maksud kalian? Coba bicara dengan jelas!" Sergah Rian memotong pembicaraan Bella dan Sinta.

__ADS_1


Bella dan Sinta saling melempar pandangan, nampak Bella sedikit menggeleng dengan tatapan penuh arti.


"Tidak kak. Keluarga Wisnu adalah keluarga yang baik. Tidak seharusnya kita seperti ini" Ucap Sinta.


Namun Rian hanya diam, mencoba mencerna setiap kata yang Sinta ucapkan.


Suasana menjadi Hening seketika. Hanya suara isakkan tangis yang keluar dari mulut Bella. Hal itu semakin membuat Rian tidak mengerti.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Rian membuka suara. Mencoba mencari tau akan apa yang tersembunyi dari Bella dan Sinta.


"Sebenarnya, kami di ancam oleh seorang laki-laki bernama Bram. Dia memerintahkan kami untuk membunuh salah satu keluarga Wisnu, yaitu Joni karena Joni mengetahui rahasia besar yang selama ini kami tutupi" Ucap Sinta yang mulai bercerita.


"Waktu itu,,,,,,,,," Ucap Sinta yang sedikit menggantung kata-kata nya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.

__ADS_1


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2