
Bab 89
Genisa keluar dari dalam mobil. Tatapan prihatin nampak terlihat jelas dari mata indah Genisa.
Genisa berjalan mendekati kedua wanita itu.
"Genisa. Seharusnya kau tidak perlu menolong kami" Ketus wanita itu.
"Clara. Aku tidak mungkin membiarkan para preman itu melukai kalian. Kalian berdua adalah keluarga ku. Aku menyayangi kalian sama seperti aku menyayangi saudara dan orang tua ku" Ungkap Genisa tulus.
Ya. Kedua wanita itu adalah Clara dan Buk Sonia yang sudah menyandang sebagai seorang gembel di jalanan saat ini.
"Aku turut menyesal. Karena aku, kalian menjadi seperti ini. Aku benar-benar minta maaf" Ujar Genisa dengan penuh penyesalan.
"Clara! Aku minta maaf. Takdir yang telah menentukan jodohku bersama Wisnu. Dan kami benar-benar bahagia di dalam pernikahan ini. Aku juga minta maaf kepada Tante Sonia, maafkan semua keluarga ku yang telah membuat hati mu terluka. Terutama mama ku, dia benar-benar menyesal dan aku sudah mengetahui semuanya darinya. Aku harap kalian bisa memaafkan kami semua" Lanjut Genisa dengan tulus.
Clara dan Buk Sonia saling melempar pandangan, wajah sedih terlihat jelas di sudut mata mereka masing-masing.
"Genisa. Pantas saja Wisnu begitu mencintai mu. Ternyata hati mu begitu luas dan juga baik" Batin Clara.
"Genisa! Aku juga minta maaf. Aku menyesal karena sudah jahat kepadamu. Walaupun begitu, kamu tetap saja bersikap baik kepada aku dan juga mama" Balas Clara kemudian menyesali.
Genisa tersenyum senang mendengar perkataan Clara.
"Aku tau, kamu adalah orang yang baik Clara" Ucap Genisa. Lalu ia meraih kedua wanita itu dan memeluk mereka dengan sangat erat.
Clara dan Buk Sonia membalas pelukan Genisa, layaknya seseorang yang sudah lama saling merindu.
__ADS_1
"Ayo kita pulang" Ajak Genisa kemudian. Lalu ia melepaskan pelukannya. Begitupun dengan Clara dan Buk Sonia.
"Tapi Wisnu?" Ucap Clara ragu. Ia ingat betul. Beberapa minggu yang lalu, Wisnu telah mengusirnya dengan keji dan tidak ingin di ganggu lagi oleh mereka.
"Jangan khawatir. Aku akan bicarakan ini kepada Wisnu. Yang penting kalian berdua ikutlah dulu bersama ku" Ajak Genisa.
Clara dan buk Sonia kembali melempar pandangan dengan wajah bahagia.
"Terimakasih Genisa" Ujar Clara dengan wajah berkaca-kaca.
Genisa pun membawa Clara dan buk Sonia menuju mobil mereka.
Setelah mereka sudah berada di dalam mobil. Pak Santo pun langsung melajukan mobilnya.
"Genisa! ini bukan jalan pulang. Kita mau kemana?" Tanya Clara penasaran kala mobil yang mereka tumpangi itu tidak menuju rumah kediaman keluarga Liu.
"Tapi bagaimana dengan keadaan kami seperti ini. Tante malu bertemu keluarga mu dengan keadaan seperti ini" Ungkap buk Sonia ragu.
"Nanti kita akan pergi ke toko baju dulu setelah ini"
Buk Sonia hanya tersenyum seraya mengangguk pelan menanggapi ucapan Genisa.
Tidak berapa lama, mobil mereka pun berhenti di depan sebuah toko baju.
Clara dan Buk Sonia pun keluar dari sana, tentunya bersama Genisa.
"Idih. Buk! itu siapa? Kok kayak gembel gitu" Tegur salah satu pelayan di sana.
__ADS_1
Seketika Clara dan Buk Sonia menatap pelayan itu dengan malu.
Genisa hanya tersenyum, "Kamu jangan gitu. Itu adalah keluarga saya. Kamu layani mereka apapun yang mereka inginkan kamu harus turuti" Ucap Genisa lembut.
Pelayan itu seketika tersenyum kecut, "Maaf buk. Saya tidak tau" Ujarnya kemudian.
"Genisa! Toko baju ini punya siapa? Kok mereka ramah banget sama kamu?" Tanya Clara penasaran.
Genisa menatap Clara sejenak. Lalu matanya menatap seluruh ruangan ini dengan bangga.
"Ini adalah butik yang dulu sempat di tarik sama pihak bank. Tapi kini sudah kembali atas nama ku karena Mas Wisnu hanya ingin membuat keluargaku sadar bahwa harta di dunia ini bukanlah segala-galanya untuk kita banggakan atau harus kita sombongkan. Karena sejatinya semua ini akan kita tinggalkan pada akhirnya. Dia mengajarkan kami, bahwa saling menghargai adalah jalan yang sesungguhnya. Mau dia kaya atau miskin semuanya adalah saudara dan tidak boleh kita cela arau hina" Ungkap Genisa dengan wajah yang berkaca-kaca.
Clara menatap kagum akan wanita yang kini ada di hadapannya.
"Seharusnya aku juga seperti mu Genisa. Aku sudah salah menilai mu selama ini. Wisnu begitu mencintai mu, dan aku hanya bisa mengikhlaskan itu demi kebahagiaan Wisnu" Batin Clara.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
__ADS_1
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu