
Bab 91
Semua orang bertanya-tanya kenapa mobil itu berhenti dengan begitu tiba-tiba. Secepat kilat, penghuni mobil itu pun mengedarkan pandangannya kearah depan.
"Hei keluar! Bawa mobil kok gak hati-hati" Teriak seorang wanita dari luar seraya menepuk kaca mobil beberapa kali dengan marah.
"Sinta?" Ujar mereka serempak.
Genisa pun segera membuka pintu mobil dan turun dari sana.
Seketika Sinta tersentak kaget, "Maaf. Aku tidak tau kalau itu kalian" Ujar Sinta dengan tersenyum kecut.
Ia segera berbalik, lalu mengangkat motornya yang masih tumbang dengan tergesa-gesa, akibat terserempet mobil Genisa.
"Sinta mau kemana?"
Sebuah teriakan seorang pria yang begitu familiar telah membuat langkah Sinta yang hendak pergi terhenti.
Sinta menoleh ke arah suara dengan tubuh yang gemetar.
"Joni!" Ucapnya kemudian setelah menyadari siapa yang telah memanggilnya.
Joni yang telah berada di luar mobil, kini berjalan perlahan mendekati Sinta.
"Kamu kemana aja selama ini? Kenapa tidak pernah menjengukku di rumah sakit" Tanya Joni ramah.
"A-aku. A-aku lagi sibuk" Ucap Sinta tergagap.
"Aku sangat merindukan mu"
__ADS_1
Seketika Sinta tertegun, seolah jiwanya melayang ke angkasa. Ucapan yang keluar dari mulut Joni begitu membuatnya merasa bahagia. Namun dengan cepat ia tepis kan rasa itu.
"Sebaiknya kau menjauh dari ku. Aku tidak ingin bersama mu lagi" Ujar Sinta cepat. Lalu ia kembali menaiki motornya dan hendak pergi.
"Sinta? Aku mencintai mu" Teriak Joni tanpa ragu.
Sinta kembali terdiam. Air matanya seketika meleleh begitu saja, "Maafkan aku Joni. Aku juga mencintaimu namun aku harus menjauh dari mu. Jika kau tetap bersamaku, maka hidupmu selalu dalam bahaya" Batin Sinta.
Sinta kembali menghidupkan stater motornya, tidak lama kemudian ia langsung melajukan motor yang ia kendarai menjauh dari sana tanpa menghiraukan Joni.
"Sudahlah kak. Mungkin Sinta masih butuh waktu setelah apa yang sudah terjadi kepadanya dan juga kakaknya waktu itu. Sebaiknya kita pulang sekarang. Mas Wisnu pasti sudah menunggu kita di rumah" Ujar Genisa. Mencoba membujuk kakaknya untuk pulang.
Joni hanya mengangguk pelan. Lalu melangkah memasuki mobil.
"Tenang Jon. Cinta gak harus selalu memiliki. Kita harus memberi sedikit ruang, agar kita bisa memahami sebuah keadaan" Ucap Clara. Joni hanya menanggapi dengan senyuman tipis.
*****
Genisa keluar dari dalam mobil lebih dulu. Lalu di susul oleh Joni dan Yunma.
Sementara itu, Buk Rosa, Buk Sonia serta Pak Bristama berada di mobil yang berbeda.
"Clara kau tidak turun?" Tanya Genisa. Kala melihat Clara yang nampak sangat pucat dan gugup.
"Aku takut sama Wisnu" Ucapnya ragu. Keringat dingin sudah membasahi wajahnya saat ini.
Genisa hanya tersenyum, Lalu ia pun menjawab, "Wisnu gak akan marah kok. Aku jamin itu" Ucap Genisa membujuk.
"Sayang!"
__ADS_1
Belum sempat Clara menjawab perkataan Genisa. Seorang pria tampan sudah lebih dulu memanggil Genisa.
Genisa pun segera menghampiri Wisnu. Lalu memeluknya dengan manja.
"Sayang. Aku ada kejutan buat kamu" Ucap Genisa. Lalu melepaskan pelukannya.
"Oh ya. Apa itu?" Tanya Wisnu penasaran.
Genisa segera memberi kode kepada pengawalnya untuk membukakan pintu mobil itu.
Tidak lama setelah pintu mobil di buka. Kaki jenjang seorang wanita lebih dulu keluar, lalu di susul oleh seluruh tubuhnya yang kini terlihat jelas oleh Wisnu siapa yang telah datang.
"Clara?" Ucapnya kemudian. Mata Wisnu kini beralih kepada Genisa dengan penuh tanya.
"Di mobil belakang juga ada tante Sonia" Ucap Genisa.
"Aku yang membawa mereka ke sini sayang. Mereka berdua sudah menyesali perbuatannya, dan kabar baiknya Tante Sonia dan Mami sudah kembali menjadi sahabat" Lanjut Genisa dengan percaya diri.
Clara dan Buk Sonia nampak hanya tertunduk takut, pasalnya Wisnu kini sedang menatap mereka berdua dengan tatapan tajam.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya.