
Joni dan Sinta pun Nampak sangat bahagia setelah ijab kabul yang di laksanakan pagi ini di rumah kediaman Buana.
Ya, Keluarga Genisa kini sudah pindah ke rumah kediaman mereka dahulu. Dan melaksanakan pernikahan Joni dan Sinta yang di gelar pada pagi hari tadi.
Nampak rumah kediaman keluarga Buana masih dipenuhi oleh banyak orang.
Beberapa diantaranya menyiapkan sajian makanan di atas meja berbentuk panjang.
Wisnu tersenyum bahagia melihat keluarganya kini begitu kompak dalam menyiapkan pesta malam ini.
Setelah pelaksanaan ijab kabul tadi pagi, maka malam ini akan di gelar resepsi pernikahan di taman halaman rumahnya.
Nampak persiapan sudah hampir selesai. Pengantin pria dan Wanita juga sudah selesai di dandani.
Tepat pukul 19.00 wib. Acara pesta pun dimulai. Nampak tamu undangan sudah mulai berdatangan, aula serta taman pun sudah dipenuhi oleh banyak orang.
Pengantin pun keluar setelah beberapa saat seorang MC memanggil pengantin untuk keluar.
Gaun putih nan indah, berpadu dengan jaz mewah bewarna hitam pekat, nampak begitu serasi.
Sinta nampak menggandeng tangan Joni seraya berjalan menuruni anak tangga. Semua pasang mata menatap mereka dengan wajah yang bahagia.
Nampak keluarga besar Buana juga mengikuti pengantin dari belakang dengan pakaian yang senada.
Semua orang terlihat menikmati pesta dengan begitu bahagia.
"Selamat ya atas pernikahan nya!"
"Semoga kalian langgeng ya! Hingga kakek nenek"
__ADS_1
Berbagai ucapan selamat mereka berikan kepada Sinta dan Joni. Tidak lupa juga beberapa teman Sinta ataupun Joni memberikan kado dengan berbagai bentuk. Entah apa isinya? Mereka juga belum tau pasti.
Genisa yang berada di ujung taman, menatap Joni dan Sinta dengan senyuman kebahagiaan.
Nampak sesekali ia memegang kepalanya dengan sedikit meringis.
Tiba-tiba,
Bruakkkkkkkk.
Semua orang seketika tersentak, Wisnu yang melihat istrinya terjatuh pingsan, dengan segera ia menghampiri Genisa dan membawanya ke ruangan lain. Rian nampak mengekor dari belakang setelah melihat Wisnu menggendong Genisa memasuki rumah.
"Rian! Panggilkan Dokter" Teriak Wisnu dengan raut wajah khawatir.
Rian yang baru sampai di ambang pintu kamar, segera menjawab, "Baik tuan"
Beberapa keluarga lainnya, seperti buk Rosa dan Suaminya serta saudara Genisa juga ikut menyusul ke lantai atas tepat di depan kamar Genisa.
Wisnu nampak menepuk pelan pipi sang istri seraya membangunkannya. Namun Genisa nampaknya tidak menggubris. Hal itu tentu membuat Wisnu semakin khawatir.
Tidak berapa lama, Dokter pun datang. Ia segera memeriksa keadaan Genisa setelah berada di dalam kamar.
"Bagaimana Dok?" Tanya Wisnu cepat kala seorang Dokter sudah selesai memeriksa.
Dokter nampak hanya melukiskan senyum sebelum ia benar-benar menjawab pertanyaan Wisnu.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan tuan"
"Tidak khawatir bagaimana? Istriku pingsan dan tidak bangun. Apa kau buta?" Teriak Wisnu yang semakin terlihat emosi. Terlebih, ia begitu sangat mengkhawatirkan istrinya.
__ADS_1
"Wisnu tenanglah. Biarkan Dokter itu bicara dulu" Ucap Buk Rosa mencoba menengahi.
"Begini Tuan. Sebenarnya Nona Genisa sedang hamil. Kemungkinan dia terlalu kelelahan sehingga dia pingsan seperti ini"
"Apa? Hamil?" Tanya Wisnu memastikan bahwa dia sedang tidak salah dengar.
Semua keluarga Genisa pun seketika menatap Dokter itu dengan penuh harap.
"Iya tuan. Nona Genisa hamil. Pada trimester pertama, memang seorang wanita sering merasa sangat kelelahan, karena nya mereka harus sering beristirahat" Jelas Dokter.
"Alhamdulillah" Ucap semua orang serempak. Dengan mengucap syukur kebahagiaan.
"Lalu kenapa Genisa tidak bangun?" Tanya Wisnu. Seketika perhatian semua orang beralih kepada Wisnu sejenak, lalu menatap Dokter penuh tanya. Pertanyaan yang sama pun terlah terwakilkan oleh Wisnu.
"Saya sudah memberikan obat kepada Nona Genisa agar dia istirahat dengan cukup. Karena itu, Nona tidak bangun" Jelas Dokter.
Nampak mereka tersenyum, seraya menghela nafas lega. Mereka sangat bersyukur menerima kabar baik ini di hari yang baik pula.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung