Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 35 Meminjam Uang


__ADS_3

Bab 35 Meminjam Uang


Entah kemana kaki itu akan melangkah, mereka benar-benar dilanda kebuntuan. Tanpa arah serta tujuan yang pasti.


"Eh, bukannya itu keluarga Buana ya? Miris banget ya sekarang bawa koper kemana-mana"


"Dulunya kaya raya. Sekarang jatuh miskin"


Beberapa komentar mereka dengar secara jelas dari orang-orang disekitar. Buk Rosa hanya bisa menghela nafas panjang mendengar hinaan itu.


Mereka pun berjalan hingga satu jam lamanya. Sampailah pada akhirnya mereka berhenti disebuah bangku panjang di tepi jalan.


Cuaca yang panas dengan sinar matahari yang begitu terik. Membuat mereka merasa sangat haus. Belum lagi mereka yang belum mandi sejak pagi menambah suasana hati mereka semakin buruk.


"Mi. Sekarang kita harus kemana?" Tanya Joni memecah keheningan.


"Mami juga gak tau" Balas Mami putus asa dengan tidak bersemangat.


"Bagaimana kalau kita pergi kerumah Tante Mesi mi?" Saran Joni.


"Mami malu jika harus kesana dengan keadaan seperti ini" Balas buk Rosa.


"Kalau begitu kita pinjam uang aja untuk bayar sewa rumah! Lagian dulu Tante Mesi kan juga pernah pinjam uang kita juga mi. Ya, itung-itung balas budi aja" Saran Joni kembali.


"Kamu yakin mau pinjam uang kesana?" Tanya Buk Rosa meyakinkan.


"Kita coba aja dulu"


Mereka pun pergi ketempat tujuan yaitu rumah Tante Mesi dengan berjalan kaki.

__ADS_1


Perjalanan yang lumayan jauh jika hanya ditempuh dengan berjalan kaki.


Tok


Tok


Tok


Joni mengetuk pintu, kala sudah sampai dirumah yang mereka tuju.


Seorang wanita paruh baya membuka pintu. Keningnya nampak mengerut, menyatukan kedua alisnya ketengah.


"Joni!" Serunya heran. Matanya beralih kepada koper yang mereka bawa.


"Maaf mengganggu Tante! Joni sama keluarga mau berbicara hal penting sama Tante" Ucap Joni.


"Mau bicara apa Jon?" Tanya Tante Mesi.


"Minjam uang?" Ucap Tante Mesi sedikit meninggikan suaranya.


"Bukannya kalian sudah bangkrut? Mau pakai apa membayar hutangnya" Lanjut Tante Mesi dengan bersilang tangan di dada.


"Tante! Kami sangat butuh uang sekarang" Jelas Joni lagi


"Itu bukan urusan saya ya. Sebaiknya kamu pergi segera dari sini" Usir Tante Mesi.


Dup.


Tante Mesi langsung menutup pintu itu dengan kasar.

__ADS_1


Hatinya bagai teriris. Padahal dulu Tante Mesi pernah meminta tolong kepadanya untuk meminjamkan uang. Namun apa yang Joni dapatkan sekarang? Hanya sebuah penolakan. Pikirannya sempat terlintas kepada Wisnu yang dulu sempat meminta bantuan dengan meminjam uang disaat ayahnya sedang sakit. Namun Joni dan keluarga malah mengabaikan dan mengatakan hal yang sama seperti yang Tante Mesi katakan barusan. (Harus dengan apa kamu membayar hutangmu?)


Joni beserta keluarga nya nampak sangat putus asa. Wajahnya terlihat sangat sedih dan terpuruk.


Kesana kemari mereka meminjam uang kepada kenalan, rekan kerja serta kepada seseorang yang bersangkutan keluarga. Namun tidak ada satupun yang mau meminjamkan uang.


Sungguh miris dunia ini. Semuanya dilihat dari banyak nya harta, maka kamu akan di hargai.


"Mami baru tau, setelah mami jatuh miskin. Temen-temen mami menjauhi mami dan tidak ingin membantu mami" Keluh Buk Rosa yang terdengar putus asa.


"Apa ini karma untuk kita mi? Dulu kita sering seperti mereka dan sekarang balasan yang sama terjadi kepada kita!" Ucap Yunma tiba-tiba.


"Entahlah, mami juga tidak tau. Menjadi miskin ternyata sesulit ini" Balasnya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Jangan lupa ya! like dan komennya

__ADS_1


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author.


__ADS_2