Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 77


__ADS_3

Bab 77


"Akhhhh. Sakit" Teriak Herlangga yang sudah tersungkur ke lantai.


Sementara itu, Bella yang juga di ketahui sudah berhianat kini sudah di bekukan oleh pengawal yang di bawa oleh Rio.


"Borgol mereka semua!" Titah Rio kepada anak buahnya. Lalu ia berjalan mendekati Wisnu dan melepaskan ikatan tali yang ada di tubuh Wisnu.


"Beruntung kamu datang tepat waktu Rio" Ujar Wisnu bersyukur.


"Ini semua berkat nona Genisa tuan. Dia memberitahuku bahwa tuan tidak pulang sejak tadi pagi setelah pemakaman tuan Liu. Nona sangat menghawatirkan tuan dan beliau menyuruh ku untuk mencari tuan. Karena nomor Tuan dan Rian tidak bisa di hubungi, jadi aku melacak keberadaan ponsel Rian dan akhirnya aku menemukan tempat ini" Jelas Detektif Rio.


"Tuan to-to-tolong!" Lirih Rian.


"Ehh iya Rian!. Sekarang cepat tolong dia Rio!" Ucap Wisnu dengan cepat. Lalu mereka membawa Rian ke atas dengan tergesa-gesa dan segera membawanya ke rumah sakit.


Sementara itu, Herlangga dan Bella beserta anak buahnya yang tersisa beberapa orang lagi di bawa ke kantor polisi.


Namun Sinta masih mematung di tempatnya. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa. Di sisi lain, ia begitu kecewa kepada kakaknya Bella. Namun di sisi lain, ia juga sedih karena kakaknya sekarang harus mendekam di penjara.


Bella sedikit menoleh kebelakang beberapa saat. Menatap Sinta yang nampak masih mematung yang sudah meneteskan air matanya.


"Maafkan kakak Sinta. Kakak harus melakukan ini supaya kamu selamat bersama Wisnu dan Rian" Batin Bella.

__ADS_1


Flashback 🌺


30 menit sebelum kedatangan Detektif Rio.


Nampak Bella memegang benda pipih kesayangannya dengan sedikit melirik Herlangga yang sedang asyik mempermainkan Wisnu.


Dengan tubuh yang gemetar karena takut, Bella mengetikkan beberapa kata di sebuah messenger pribadinya dengan cepat.


"Rio tolong datang ke jalan permata sekarang! Tuan Wisnu dan Rian di sekap di sini. Di rumah nomor 44. Setelah masuk kerumah. Cari sebuah ruangan kosong sebelah pojok kiri dan masuk ke sana! Di sana ada sebuah terowongan untuk masuk ke ruangan bawah tanah. Cepatlah! Sebelum Herlangga berbuat yang tidak kalian inginkan. Jangan lupa untuk menangkap aku juga, agar aku bisa menjadi saksi di pengadilan Dan aku mohon untuk merahasiakan pesan ini dari Wisnu dan lainnya. Termasuk adikku Sinta" Pesan Bella.


Kringggggg.


Sementara itu, sebuah dering pesan masuk di handphone milik Rio.


Rio yang sedang berbicara Bersama Genisa melalui telepon, kini menyudahi pembicaraan mereka.


Nampak Rio membulatkan matanya dengan sempurna.


"Aissshhh. Aku sudah menduga kalau semua ini pasti karena ulah Herlangga" Ujar Rio mendecah kesal.


Rio segera menuju tempat tujuan setelah membaca pesan itu dengan membawa beberapa pengawalnya.


Flashback off 🌺

__ADS_1


Di rumah sakit.


"Dokter Dokter! Cepat tolong sekertaris saya" Teriak Wisnu.


Sementara itu, Rian sudah tidak sadarkan diri disana.


Beberapa perawat dan Dokter berdatangan disana, setelah menyadari siapa yang telah datang ke rumah sakit mereka.


"Cepat selamatkan dia!" Titah Wisnu lagi setelah Dokter menghampirinya.


Setelah melihat Keadaan Rian yang tidak sadarkan diri. Para Dokter itu segera membawa Rian ke ruangan UGD untuk menindak lanjuti.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2