Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 58 Sebuah Gedung Tua 2


__ADS_3

Bab 58 Sebuah Gedung Tua 2


"Mobil siapa itu?" Tanya Sinta sedikit mengecilkan suaranya.


"Gak tau. Ayo kita lihat!" Ajak Joni.


Mereka berdua pun berjalan dengan mengendap-endap menuju gedung tua itu.


Nampak beberapa buah mobil terparkir disana. Serta di jaga ketat oleh beberapa pengawal dengan pakaian serba hitam.


"Gimana nih? Gedung itu di jaga sama mereka?" Tanya Sinta.


"Tenang dulu! Beri aku waktu untuk berpikir sejenak" Kata Joni sedikit berpikir.


10 menit kemudian.


"Gimana? Kamu sudah menemukan solusinya? Ini sudah lebih dari 10 menit loh kamu berpikir" Tegur Sinta.


"Tunggu dulu......"


Tiba-tiba suara tembakan pun terdengar. Membuat Joni dan Sinta terperanjat kaget dan dengan spontan Joni dan Sinta langsung menunduk dan tiarap ke tanah.


"Siapa kalian?" Teriak salah satu pengawal itu dengan memegang senjata di tangannya.


Beberapa pengawal lainnya pun menyusul dan segera mengepung Joni dan Sinta.


"Ka-kami hanya lewat saja" Ucap Joni tergagap.


"Bawa mereka ke markas!" Titah pengawal itu kepada kawanannya. Tanpa menunggu lama, Joni dan Sinta pun sudah di tahan dan dibawa ke gedung itu dengan paksa.


Di dalam Gedung.


"Tuan! Kami membawa dua orang ini yang ketahuan bersembunyi di semak-semak dekat markas!" Lapor pengawal itu kepada tuannya.


Pria bertubuh jangkung itu dengan setelan kemeja hitam yang dia pakai seketika berbalik badan.

__ADS_1


"Siapa anak muda ini?" Ucapnya dengan senyuman tipis.


"Siapa namamu?" Tanya pria itu.


"Sa-saya Jo-joni. Dan ini Sinta" Jawab Joni gugup.


"Joni dan Sinta. Pasangan yang sangat serasi" Kata pria itu memuji.


"Apa yang kalian cari sehingga sampai kesini?" Tanya pria itu lagi.


"Ka-kami, Kami........" Belum sempat Joni menjawab, sebuah suara mengejutkan mereka.


"Lepaskan aku. Lepaskan aku!" Teriak seorang wanita dari balik ruangan yang letaknya tidak terlalu jauh dari mereka.


"Itu suara Genisa!" Batin Joni.


"Genisa?" Teriak Joni. Bukan tanpa alasan. Joni ingin memastikan bahwa itu Genisa atau bukan, jika wanita itu menjawab panggilan nya maka dapat dipastikan bahwa itu benar-benar Genisa.


"Kak Joni! Apa itu kamu? Aku Genisa" Balas Wanita itu yang tidak lain adalah Genisa.


Pria yang ada di depan Joni seketika menggeram.


"Kakak? Kakak?" Teriak Genisa khawatir. Namun suara Joni kini sudah tidak terdengar lagi.


Dor.


Dor.


Dor.


Suara tembakan kembali terdengar, membuat pria itu mengalihkan pandangannya kedepan.


Nampak beberapa pengawal sudah tergeletak di tanah karena sebuah tembakan.


"Ternyata kamu bersembunyi disini selama ini Bram!" Kata Wisnu yang sudah sampai dengan di temani para pengawal terhebatnya serta detektif Rio juga tutur andil dalam masalah ini.

__ADS_1


"Hahahahh! Secepat ini kamu menemukan aku setelah istrimu berada di tanganku" Kata Bram yang sudah tertawa puas disana.


Mendengar kata istri yang disebutkan oleh Bram membuat Wisnu semakin memanas.


"Dimana kau menyembunyikan istriku?" Teriak Wisnu menggeram.


"Tenang dulu. Aku ingin bernegosiasi kepadamu. Boleh saja kamu membawa istri mu pulang, asalkan kamu kembalikan Anatarna Grup kepada ku dan buatkan surat pernyataan bahwa aku adalah pewaris tunggal dari Perusahaan itu" Ucap Bram dengan percaya diri.


"Cuih, Jangan bermimpi!" Kecam Wisnu tegas.


"Kalau begitu bersiaplah untuk melihat istri mu mati!" Balas Bram dengan wajah menyeringai licik.


"Tolong! Tolong!" Sebuah suara kembali terdengar.


"Genisa? Kau kah itu?"


Titttt.


Sebuah gambar tiba-tiba terlihat di dinding, yang menggambarkan Genisa yang sudah berada di atas gedung dengan tangan dan kaki yang sudah terikat. Dengan sedikit dorongan saja, Genisa akan terjatuh dari sana.


Bukannya membuat Wisnu takut, hal itu malah membuat Wisnu semakin murka.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2