
Bab 6 Sebuah Hinaan
“Kakek kenapa?” Tanya Wisnu khawatir.
“Tidak apa nak. Ayo ikut kakek kelantai atas” Ajak kakek kepadanya. Wisnu hanya mengangguk seraya mengikuti kemana kakek membawanya.
Disebuah kamar mewah bernuansa modern dengan dihiasi berbagai buku-buku ilmu pengetahuan. Wisnu mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Rasa kagumnya kepada desain ruangan itu terlihat jelas diwajah Wisnu.
“Ini dulu adalah kamar ayahmu! Semenjak kepergiannya, kakek selalu datang ketempat ini untuk melepaskan rasa rindu kakek padanya” Ucap Kakek Liu
Wisnu menatap wajah kakeknya sejenak, ada rasa penyesalan yang amat dalam diwajah kakek.
“Ayah juga merindukan kakek” Ucap Wisnu. Sukses membuat perhatian kakek beralih kepadanya.
“Sejak aku kecil. Ayah selalu menceritakan bagaimana ia menghabiskan waktunya bersama kakek. Gelang ini. Wisnu juga tau bahwa kakek lah yang membuatnya untuk ayah. Oleh karena itu ayah menyuruh Wisnu untuk selalu menyimpannya. Wisnu tau, suatu saat kakek akan mencari ayah” Jelas Wisnu.
Wisnu sedikit menyeka air matanya yang hampir tumpah. Kini ia beralih menghadap kepada kakeknya.
“Kakek janga khawatir. Sekarang masih ada Wisnu yang akan menemani kakek” Sambung Wisnu mantap. Kakek menangguk dan langsung memeluk Wisnu dengan erat, deraian air matanya pun juga ikut meluruh.
************
Krekkkkk
Suara pintu dibuka.
“Baru pulang kamu? Kita disini sudah lapar dari tadi” tegur Yunma yang sedang duduk diruang keluarga bersama Joni dan Anis.
__ADS_1
“Iya kak. Wisnu tadi mencari pekerjaan” Jawab Wisnu sekenanya.
“Dapat pekerjaannya?” Tanya Yunma menyelidik.
“Palingan juga diterima sebagai pelayan, hahahah” Timpal Anis dengan diiringi gelak tawa dari Joni dan Yunma.
“Orang kayak kamu, apalagi gak punya pendidikan mah jangan bermimpi mendapatkan pekerjaan bagus” Hina Yunma.
“Coba lihat aku! Tamatan S2 Managemen. Melamar jadi apapun pasti diterima” Ujar Joni meninggi.
“Hina saja sekuat tenaga kalian. Aku tidak akan perduli, karena sebentar lagi kalian akan menangis meminta pengampunan ku” Batin Wisnu menyeringai.
Tanpa mendengar hinaan itu lagi, Wisnu berlalu pergi tanpa memperdulikan mereka lagi.
“Ehhhh Wisnu? Main pergi aja tu anak” Ucap Yunmi kesal.
“ Mas, kok baru pulang? Dari mana?” Tanya Genisa khawatir.
Wisnu tersenyum, “Aku mencari pekerjaan” Jawab Wisnu. Lalu duduk disamping istrinya.
“Mas dapat pekerjaannya?” Tanya Genisa.
“Dapat kok. Mas diterima jadi OB. Gak apa-apakan?” Balas Wisnu berbohong.
Genisa tersenyum, “Gak apa-apa mas, selagi itu halal. Genisa gak akan keberatan kok” Jawab Genisa mantap.
Wisnu tersenyum senang, lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat seraya mengecup kening istrinya dengan lembut.
__ADS_1
“Terimakasih ya” Ucap Wisnu. Genisa hanya mengangguk pelan dengan membalas pelukan suaminya.
“Maaf karena aku belum bisa berkata jujur padamu. Sebenarnya aku lah pemilik perusahaan itu, namun karena sesuatu hal yang harus aku selesaikan. Maka aku harus membohongimu” Batin Wisnu.
Flashback
“Kakek ingin. Sebelum kamu kembali kekeluarga Liu, kamu harus membalaskan dan menyingkirkan Bram yang ingin mengambil perusahaan kita. Kakek tidak menyangka, ternyata kekacauan itu dialah penyebabnya, dan penculikan kakek juga dia dalangnya” Ucap kakek tegas seraya menjelaskan kepada Wisnu.
“Tapi kek. Aku tidak tau bagaimana mengelola perusahaan” Jawab Wisnu apa adanya.
“Kakek akan mengutuskan seseorang untuk menemani kamu dan membantumu” Jawab kakek.
“Baik kek. Wisnu akan mengambil apa yang sudah menjadi hak Wisnu. Kakek tenang saja, selama ada Wisnu maka perusahaan kita akan kembali kepada kita” Jawab Wisnu mantap.
Flashback off.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya!🙏 Dengan Like dan komen ya