Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 27 Rencana Baru


__ADS_3

Bab 27 Rencana Baru


"Aku menolak dengan keras bantuan Herlangga mi!" Sambung Wisnu lagi dengan penuh penekanan.


"Tapi mami ga mau tinggal dirumah reot ini!" Balas Mami tidak terima.


"Silahkan Mami pergi sendiri, dan jangan membawa Genisa" Jawab Wisnu tegas.


"Wisnu? Genisa adalah anakku kamu tidak berhak mengatur-atur dia" Pekik Buk Rosa lantang.


"Dia adalah istri ku. Aku lebih berhak atas istriku saat ini" Balas Wisnu tegas.


"Ya sudah kalau begitu Herlangga pulang dulu Tante. Maaf jika niat baikku mengganggu kalian" Ucap Herlangga dan berlalu pergi membawa kekecewaan.


Wisnu nampak mendesis, menatap kepergian Herlangga dengan tatapan tajam.


"Wisnu? Dasar ya kamu. Sudah mending rumah Herlangga itu bagus. Dari pada rumah kamu ini jelek dan sempit, membuat mami tidak bernafas" Ucap Buk Rosa kesal.


"Rumah yang Aku miliki bahkan lebih besar dari rumah Herlangga atau pun rumah mu dahulu" Batin Wisnu. Ingin sekali ia mengungkapkan segala kekayaan miliknya. Agar mertuanya itu tidak semena-mena dan menginjak harga dirinya terus menerus saat ini. Namun ia urungkan mengingat ada sesuatu yang harus ia kerjakan dahulu sebelum mengatakan itu.


*****


Tittt


Tittt


Suara klakson mobil dari arah depan. Cepat-cepat buk Rosa membawa koper miliknya keluar.

__ADS_1


"Mi! Mami mau kemana?" Tanya Genisa cepat. Namun ibunya tidak menggubris dan terus berjalan keluar membawa barang-barang nya itu.


Setelah itu disusul oleh Pak Bristama yang keluar dengan membawa koper miliknya.


"Pi. Mau kemana" Tanya Genisa lagi dengan menghadang jalan papinya.


"Maaf nak. Papi pergi dari sini" Jawabnya.


"Pi? cepat dong. Herlangga sudah menunggu" Teriak buk Rosa dari arah luar.


"Papi pergi dulu. Mami mu sudah memanggil" Tegas nya lalu pergi dari sana.


Tidak lama setelah itu. Yunma dan Joni serta Anis juga keluar membawa barangnya. Mereka juga pergi bersama Mami yang sudah lebih dulu kedepan.


"Mami jangan pergi! Genisa mohon" Pinta Genisa dengan mata yang sudah sembab.


"Ge-Genisa tidak bisa pergi dari rumah ini Mi. Mas Wisnu lagi gak ada dirumah" Jawab Genisa.


"Tinggalkan saja dia. Lebih baik kamu bersama Herlangga agar hidup kamu terjamin" Ketus buk Rosa.


"Kalau begitu Genisa tidak mau pergi selangkah pun dari rumah ini jika mami terus memaksa Genisa untuk menyukai Herlangga" Balas Genisa tegas.


"Dasar anak tidak tau di untung. Makan itu cinta" Balasnya dengan suara meninggi.


Genisa hanya meneteskan air mata melihat kepergian keluarganya saat ini.


*******

__ADS_1


Didalam mobil.


"Gimana Tante? Genisa masih tetap bersikeras dengan pendiriannya" Ucap Herlangga membuka suara.


"Tenang aja! Mami akan bawa Genisa pergi dengan paksa dari sana" Balas buk Rosa meyakinkan.


"Iya. Kamu jangan khawatir! ada kami yang akan membantu rencana mami nantinya" Sambung Joni.


Herlangga nampak manggut-manggut, lalu kembali fokus menyetir mobil nya menuju Apartemen nya.


"Aku percayakan ini kepada kalian" Jawab nya kemudian.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Jangan lupa ya! like dan komennya

__ADS_1


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author.


__ADS_2